Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Kunjungan Perpusda Banjarnegara Tembus 27 Ribu Orang, Naik 12 Persen hingga Juli 2026

Kunjungan Perpusda Naik 12 PersenKunjungan Perpusda Naik 12 Persen
BERDIIRI: Seorang pengunjung di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banjarnegara saat sedang melihat koleksi buku

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Minat masyarakat untuk memanfaatkan layanan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Banjarnegara terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026.

Hingga akhir Juli, jumlah kunjungan ke perpustakaan milik Pemerintah Kabupaten Banjarnegara itu mencapai 27.651 orang, meningkat sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Data Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Disarpus) Banjarnegara mencatat, pada Januari hingga Juli 2025 jumlah kunjungan berada di angka 24.615 orang.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat terhadap kegiatan literasi sekaligus pemanfaatan fasilitas perpustakaan sebagai pusat belajar dan sumber informasi.

Kepala Bidang Perpustakaan Disarpus Banjarnegara, Masfufatun Juni, mengatakan kenaikan jumlah pengunjung tidak terlepas dari berbagai program literasi yang terus dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak.

Menurutnya, Disarpus aktif menjalin kolaborasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD), sekolah, komunitas literasi, hingga sektor swasta untuk menghadirkan beragam kegiatan yang mampu menarik minat masyarakat datang ke perpustakaan.

“Kami juga mengadakan pembinaan komunitas pecinta literasi dan berbagai lomba untuk anak sekolah maupun masyarakat. Dari kegiatan itu mereka biasanya terdorong untuk datang langsung ke perpustakaan,” ujarnya.

Selain kegiatan pembinaan, berbagai lomba yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum juga menjadi salah satu strategi meningkatkan budaya membaca sekaligus mengenalkan layanan perpustakaan kepada masyarakat lebih luas.

Salah satu program yang paling diminati masyarakat adalah wisata perpustakaan.

Program ini memberikan pengalaman kepada peserta untuk mengenal berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia di Perpusda Banjarnegara.

Melalui wisata perpustakaan, peserta diajak berkeliling melihat ruang referensi, perpustakaan anak, perpustakaan dewasa, ruang literasi bencana, hingga ruang audiovisual yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan edukasi.

Mayoritas peserta program berasal dari rombongan sekolah, mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga menengah.

Namun demikian, kelompok masyarakat seperti Tim Penggerak PKK dan organisasi kemasyarakatan lainnya juga turut memanfaatkan program tersebut sebagai bagian dari kegiatan edukasi.

Tidak hanya mengandalkan kunjungan langsung ke gedung perpustakaan, Disarpus Banjarnegara juga terus memperluas layanan kepada masyarakat melalui berbagai inovasi.

Salah satunya dengan memanfaatkan sepeda motor perpustakaan keliling sebagai media promosi sekaligus sarana mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Kehadiran kendaraan tersebut menjadi solusi di tengah keterbatasan operasional mobil perpustakaan keliling.

Masfufatun menjelaskan, mobil perpustakaan keliling saat ini belum dapat beroperasi secara maksimal akibat adanya kebijakan efisiensi anggaran.

Meski demikian, pelayanan literasi tetap berjalan melalui berbagai alternatif yang telah disiapkan.

Salah satu layanan yang tetap dipertahankan adalah program peminjaman buku ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Dalam program tersebut, koleksi buku diperbarui secara berkala setiap dua pekan agar warga binaan tetap memperoleh bahan bacaan yang beragam.

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Disarpus untuk memastikan layanan literasi tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang memiliki keterbatasan akses terhadap perpustakaan.

Di tengah keterbatasan anggaran, Perpusda Banjarnegara juga tetap memberikan pelayanan pada akhir pekan, yakni setiap hari Sabtu dan Minggu.

Kebijakan tersebut dilakukan agar masyarakat yang memiliki kesibukan pada hari kerja tetap memiliki kesempatan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

Dengan layanan yang lebih fleksibel, Disarpus berharap semakin banyak masyarakat menjadikan perpustakaan sebagai tempat belajar, mencari informasi, hingga meningkatkan kemampuan literasi.

Peningkatan jumlah kunjungan hingga lebih dari 27 ribu orang menjadi indikator bahwa berbagai program yang dijalankan mulai memberikan dampak positif terhadap budaya membaca masyarakat Banjarnegara.

Ke depan, Disarpus Banjarnegara berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi layanan, memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak, serta meningkatkan kualitas fasilitas perpustakaan agar semakin menarik bagi masyarakat dari berbagai kalangan.

Harapannya, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga berkembang sebagai pusat edukasi, kreativitas, dan pengembangan literasi masyarakat di Kabupaten Banjarnegara. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Ariana Grande Putuskan Rehat dari Dunia Hiburan

Ariana Grande Umumkan Hiatus Usai Eternal Sunshine Tour, Fokus Istirahat dari Dunia Hiburan

Berita Selanjutnya
Honda Rekrut David Alonso

Resmi! Honda Rekrut David Alonso untuk MotoGP 2027, Siap Bangun Era Baru Bersama Fabio Quartararo