BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sebuah bangunan megah di Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas, sukses menarik perhatian masyarakat dan para pengguna jalan.
Dari kejauhan, bangunan bercat krem dengan enam pilar besar di bagian depan itu tampak menyerupai Istana Merdeka di Jakarta.
Tak sedikit orang yang mengira bangunan tersebut merupakan kantor pemerintahan berskala besar.
Namun anggapan itu keliru. Bangunan yang memiliki tampilan elegan tersebut sebenarnya adalah Balai Desa Kemutug Kidul, kantor pelayanan masyarakat yang sengaja dirancang dengan konsep berbeda agar menjadi identitas sekaligus ikon desa.
Desain yang terinspirasi dari Istana Merdeka membuat balai desa ini menjadi salah satu bangunan pemerintahan desa yang paling unik di Banyumas.
Selain berfungsi sebagai pusat pelayanan administrasi, bangunan tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat yang melintas di kawasan Baturraden.
Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, menjelaskan bahwa pembangunan kantor desa baru berawal dari keterbatasan fasilitas kantor lama yang berada di tepi jalan utama.
Menurutnya, lokasi lama sudah tidak mampu menampung aktivitas pemerintahan desa, terutama ketika ada kegiatan yang melibatkan banyak warga.
Salah satu kendala utama adalah minimnya lahan parkir sehingga sering menyulitkan masyarakat yang datang.
Karena itu, pemerintah desa bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengusulkan pembangunan kantor baru di lokasi bekas lapangan desa yang dinilai lebih luas dan representatif.
“Awalnya kantor desa berada di pinggir jalan. Kondisinya sudah tidak memadai, terutama untuk lahan parkir ketika desa mengadakan kegiatan. Karena itu kami mengusulkan pembangunan kantor baru di bekas lapangan desa,” jelas Kardi.
Berbeda dengan kebanyakan kantor desa yang mengusung desain sederhana, Pemerintah Desa Kemutug Kidul justru memilih konsep arsitektur menyerupai Istana Merdeka.
Pilihan desain tersebut bukan tanpa alasan. Pemerintah desa ingin menghadirkan bangunan yang memiliki karakter kuat sehingga mudah dikenali sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap fasilitas publik di desanya.
Kardi mengatakan, tampilan megah dengan pilar-pilar besar di bagian depan diharapkan mampu memberikan kesan positif bagi siapa pun yang datang.
“Kami sengaja memilih model seperti Istana Merdeka atau Istana Presiden Republik Indonesia. Kami ingin bangunan yang berbeda sehingga masyarakat merasa bangga dengan kantor desanya,” ujarnya.
Kini, banyak pengendara yang memperlambat laju kendaraan untuk melihat lebih dekat bangunan tersebut. Bahkan tidak sedikit yang mengabadikannya dalam bentuk foto maupun video karena penasaran dengan desainnya.
Pembangunan Balai Desa Kemutug Kidul dilakukan secara bertahap melalui bantuan keuangan (bankeu) dari Bupati Banyumas.
Proses pembangunan dimulai pada 2022 dengan alokasi anggaran sebesar Rp200 juta.
Selanjutnya, desa kembali memperoleh bantuan Rp300 juta pada 2023, dan tambahan Rp150 juta pada 2025.
Dengan demikian, total dana yang digunakan untuk membangun balai desa bergaya Istana Merdeka tersebut mencapai Rp650 juta.
Menurut Kardi, proyek pembangunan ini tidak terdampak kebijakan efisiensi anggaran karena seluruh pembiayaannya berasal dari bantuan keuangan pemerintah kabupaten, bukan dari dana desa.
“Kami mengajukan bantuan kepada Bupati sebanyak tiga kali. Syukurlah pembangunan dapat berjalan hingga selesai tanpa terdampak pemotongan anggaran,” katanya.
Balai Desa Kemutug Kidul memiliki ukuran sekitar 13 x 18 meter. Desain bangunan merupakan hasil rancangan Hudrianto, pendamping desa Kecamatan Baturraden.
Selain didukung pendanaan pemerintah daerah, proses pembangunan juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui semangat gotong royong.
Pada tahap awal pembangunan, warga bersama-sama melakukan pekerjaan perataan lahan dan penggalian pondasi secara swadaya.
Kontribusi tenaga masyarakat tersebut bahkan belum dihitung dalam nilai anggaran pembangunan.
“Swadaya masyarakat berupa gotong royong sangat membantu, terutama saat meratakan lahan dan menggali pondasi pada awal pembangunan,” tutur Kardi.
Keberadaan Balai Desa Kemutug Kidul kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan administrasi pemerintahan desa, tetapi juga menjadi ikon baru yang membedakan desa tersebut dengan wilayah lain di Banyumas.
Desain arsitekturnya yang menyerupai Istana Merdeka menghadirkan daya tarik visual sekaligus menunjukkan bahwa fasilitas publik di tingkat desa pun dapat dibangun secara representatif dan memiliki nilai estetika.
Pemerintah Desa Kemutug Kidul berharap keberadaan balai desa ini mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kebanggaan warga terhadap desanya.
Bangunan tersebut juga diharapkan menjadi salah satu landmark yang semakin memperkuat identitas Desa Kemutug Kidul sebagai salah satu desa yang unik di kawasan Baturraden. (*/stch/dda)
















