BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya meningkatkan mutu layanan dan daya saing pendidikan, MAN 4 Kebumen telah menerapkan sebuah kebijakan inovatif berupa kontrak prestasi berbasis Key Performance Indicator (KPI).
Kebijakan ini secara resmi dimulai dengan penandatanganan kontrak prestasi secara massal yang melibatkan seluruh elemen madrasah pada Jumat (30/1).
Inisiatif ini diharapkan tidak hanya memperkuat komitmen internal tetapi juga memberikan jaminan kualitas pendidikan kepada masyarakat.
Kepala MAN 4 Kebumen, Drs Sugeng Warjoko MEd, menyatakan bahwa pengenalan sistem ini dilandasi oleh kebutuhan mendesak untuk membangun budaya kerja yang profesional.
“Kami ingin memberikan jaminan kualitas kepada wali murid dan masyarakat. Di MAN 4 Kebumen, setiap program dan kegiatan tidak lagi berjalan sekadar formalitas, tetapi memiliki target output yang jelas dan dapat dievaluasi,” ujar Sugeng Warjoko.
Dengan adanya KPI, setiap program diharapkan dapat diukur keberhasilannya sehingga bisa terus dievaluasi dan ditingkatkan kualitasnya.
Lebih jauh, Sugeng menekankan bahwa kontrak prestasi ini mencerminkan bentuk komitmen moral madrasah terhadap publik.
Hal ini berarti setiap amanah yang diberikan harus dipertanggungjawabkan secara terbuka, sehingga tercipta transparansi dalam pengelolaan madrasah.
Sistem ini dirancang agar setiap kegiatan di madrasah memiliki dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan.
Di sisi lain, Pembimbing Ekstrakurikuler English Club MAN 4 Kebumen, Ichsanudin Noorsy, mengapresiasi langkah progresif dari pihak sekolah ini.
Menurut Ichsanudin, sistem kontrak prestasi merupakan terobosan relevan dengan kebutuhan pengembangan madrasah saat ini.
“Menurut saya ini langkah yang keren dan sangat bagus untuk kemajuan madrasah. Dengan adanya kontrak prestasi, kami sebagai pembina memiliki arah yang lebih jelas sekaligus tertantang untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembinaan,” ungkapnya.
Ichsanudin juga menilai bahwa penerapan sistem berbasis KPI tidak hanya mendorong capaian prestasi tetapi juga menumbuhkan budaya refleksi dan evaluasi di kalangan pendidik.
“Kami jadi terbiasa berpikir tentang target strategi dan dampak kegiatan bukan hanya menjalankan program tahunan,” tambahnya.
Dengan demikian para pendidik didorong untuk selalu berpikir kritis mengenai metode pengajaran mereka serta bagaimana metode tersebut dapat disempurnakan.
Kebijakan ini menciptakan ruang bagi pendidik dan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam menentukan arah pengembangan madrasah ke depan.
Melalui KPI, setiap individu di lingkungan sekolah diberikan kesempatan untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan bersama.
Hal ini tidak hanya menguntungkan siswa dalam pembelajaran tetapi juga membantu guru dalam mengembangkan kemampuan profesional mereka.
Menariknya langkah MAN 4 Kebumen ini sejalan dengan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pendidikan.
Dalam era informasi saat ini orang tua murid menginginkan kepastian bahwa anak-anak mereka menerima pendidikan berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. (cah/stch/dda)
















