BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Warga di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, membuktikan bahwa memiliki lahan sempit bukan menjadi halangan untuk bertani.
Sakirun, warga Desa Cingebul, Kecamatan Lumbir, menanam tanaman buah anggur di halaman rumah yang hanya memiliki ukuran 6×3 meter. Meski lahannya sempit, Sakirun berhasil menghasilkan jutaan rupiah dari sekali panen.
Sejak 18 bulan lalu, Sakirun atau yang akrab disapa Kirun, menekuni usaha pertanian buah anggur varietas unggulan asal Amerika, Transfiguration.
Dengan memanfaatkan sisa lahan di halaman rumahnya, ia menanam dua pohon anggur yang kini siap dipanen. Dari dua pohon ini, Sakirun mampu menghasilkan 10-15 kilogram buah anggur dengan harga Rp125.000 per kilogram.
Sakirun mengaku terinspirasi menanam anggur karena harga buahnya yang tinggi dan perawatannya yang mudah.
“Saya terinspirasi menanam anggur karena harga buahnya mahal dan pemanfaatan lahan sempit karena tak memiliki lahan. Mudah perawatannya, mulai menyiram, memupuk, dan mengamati hama, sehingga saat di-pruning akan tumbuh tunas yang disertai bunga anggur,” ujarnya.

Bibit tanaman anggur didapat dari Banjarnegara dengan harga Rp70.000 per pohon. Kini, Sakirun telah mengembangkan usahanya dan memiliki sekitar 20 pohon anggur siap tanam.
Anggur Transfiguration banyak digemari masyarakat karena mudah berbuah, produktif, adaptif, mudah perawatannya, dan sangat cocok bagi petani pemula.
Dengan tekad dan kerja keras, kakek berusia 68 tahun ini serius menggeluti usaha pertanian anggur di sekitar rumahnya.
Setiap tiga bulan sekali, anggur-anggur tersebut dapat dipanen dengan rata-rata 10 kilogram hanya dari dua pohon.
Tanaman anggur ini ditanam tanpa menggunakan zat kimia, melainkan dengan pupuk organik.
Pemanfaatan lahan sempit di sekitar rumah tidak mengganggu fungsi utama halaman seperti parkir kendaraan.
Tanaman anggur bisa ditanam dengan menggunakan struktur di atas halaman menggunakan baja ringan, yang penting buah anggur terkena sinar matahari langsung minimal 6 jam sehari.
















