Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Minim Penerangan dan Jalan Rusak, Perlintasan Rel Sumpiuh Banyumas Kian Berbahaya

Aspal Rel Rusak, Pemotor Kerap JatuhAspal Rel Rusak, Pemotor Kerap Jatuh
HATI-HATI: Arus lalu lintas tersendat di perlintasan rel JPL 501 Sumpiuh akibat kerusakan aspal yang membuat pengendara motor kerap terjatuh

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Masyarakat setempat mulai melontarkan keluhan terkait kondisi perlintasan rel kereta api JPL 501 yang terletak di ruas Kota Sumpiuh, Kabupaten Banyumas.

Kerusakan aspal di lokasi tersebut dinilai sangat membahayakan pengguna jalan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang kerap kali tergelincir ketika hujan mengguyur.

Selain itu, kerusakan ini juga berkontribusi terhadap tersendatnya arus lalu lintas, khususnya ketika terjadi insiden kendaraan jatuh di area tersebut.

Salah satu pengendara mobil, Yusuf Maharso, mengungkapkan, “Kondisi perlintasan rel Sumpiuh rusak menyendat arus lalu lintas, kita yang berada di belakang sepeda motor jatuh harus pelan dan hati-hati.”

Pernyataan ini mencerminkan keresahan yang dirasakan oleh banyak pengguna jalan lainnya.

Yusuf menilai bahwa perbaikan segera perlu dilakukan agar tidak ada lagi kecelakaan berulang di titik rawan tersebut.

Di sisi lain, Kirno, seorang warga setempat, menceritakan pengalamannya membantu pengendara yang terjatuh di lokasi.

Ia mengungkapkan bahwa situasi semakin berbahaya pada malam hari, ditambah dengan minimnya penerangan di sekitar perlintasan.

“Sudah banyak sekali sepeda motor yang jatuh,” ungkap Kirno dengan nada prihatin.

Kirno juga menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu terdapat petugas yang datang melakukan pengukuran saat bulan Ramadan, namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut perbaikan dari pihak terkait.

Ia mencatat beberapa korban jatuh harus mendapatkan perawatan medis akibat insiden yang terjadi di lokasi tersebut, menciptakan keprihatinan mendalam di kalangan masyarakat.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Jalan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Rusli Kurnia, memberikan penjelasan mengenai upaya penanganan yang sudah diajukan kepada Satker Jalan Nasional sebelum Idul Fitri. Namun sayangnya, hingga kini usulan tersebut belum terealisasi.

“Perbaikan akan diupayakan melalui anggaran perubahan daerah agar bisa segera ditangani,” kata Rusli.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa penanganan darurat oleh UPTD kurang efektif mengingat kondisi jalan tersebut sebelumnya berstatus sebagai jalan nasional yang kini telah berubah menjadi jalan kabupaten.

Hal ini menunjukkan perlunya perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk memastikan keselamatan pengendara serta kelancaran arus lalu lintas.

Rusli juga menekankan bahwa perbaikan ideal untuk perlintasan tersebut sebaiknya menggunakan aspal hotmix untuk memastikan ketahanan jangka panjang. Ini merupakan langkah penting agar masalah serupa tidak kembali terulang di masa depan.

Kondisi jalan yang buruk dan minimnya perhatian dari pemerintah setempat memunculkan rasa frustrasi di kalangan warga.

Mereka berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan nyata demi keselamatan bersama.

Masyarakat menantikan langkah konkret dari Dinas Pekerjaan Umum dan lembaga terkait lainnya untuk memperbaiki perlintasan rel JPL 501 agar tidak ada lagi korban jiwa atau luka-luka akibat kecelakaan yang disebabkan oleh kerusakan infrastruktur.

Sementara itu, fenomena peningkatan jumlah kecelakaan di area tersebut menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

Dengan meningkatnya volume kendaraan dan pengguna jalan selama periode tertentu seperti liburan atau hari raya, kondisi jalan yang buruk tentunya akan semakin memperparah situasi. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Linglung di Jalan, Pria Asal Semarang Dievakuasi

Satpol PP Cilacap Amankan Pria Asal Semarang yang Linglung di Jalan

Berita Selanjutnya
Atletico dan PSG ke Semifinal

Atletico Madrid & Paris Saint-Germain Lolos Semifinal Liga Champions Berkat Agregat