Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Muara Sungai Lukulo Kebumen Bakal Jadi Tempat Wisata

Muara sungai lukulo bakal jadi tempat wisataMuara sungai lukulo bakal jadi tempat wisata
Kapal nelayan tengah bersandar di Muara Sungai Lukulo yang rencananya akan dijadikan tempat wisata oleh pemerintah desa setempat.

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Desa Tanggulangin di Kecamatan Klirong merencanakan pengembangan kawasan wisata pantai terpadu yang akan meluas hingga Muara Sungai Lukulo.

Lokasi ini berada di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) setempat, yang saat ini telah ditumbuhi hutan cemara dan mangrove.

Kepala Desa Tanggulangin, Kasimin, mengungkapkan bahwa rencana pengembangan wisata ini akan diselaraskan dengan Pantai Heppi milik Desa Ayamputih di Kecamatan Buluspesantren, yang berbatasan langsung dengan wilayah Tanggulangin.

“Nantinya kawasan wisata Tanggulangin akan disambungkan langsung dengan Pantai Heppi yang ada di Desa Ayamputih,” ujar Kasimin pada Rabu (16/7).

Menurutnya, pembangunan wisata ini akan didanai dari alokasi 20 persen dana desa, ketahanan pangan, serta dana aspirasi dari anggota legislatif.

Nantinya, pengelolaan kawasan wisata tersebut akan dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“BUMDes akan mengelola secara langsung seluruh operasional dan pengembangan kawasan wisata,” tambahnya.

Selain upaya mengembangkan sektor pariwisata, Desa Tanggulangin juga terpilih sebagai salah satu penerima Program Kampung Nelayan Merah Putih yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Pemerintah pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp20 miliar untuk mendukung tiga desa pesisir yang memiliki TPI, termasuk Tanggulangin.

“Jadi program ini jadinya nyambung dengan rencana membangun wisata. Mudah-mudahan segera terealisasi,” harap Kasimin.

Sejarah menunjukkan bahwa Pemkab Kebumen pernah menggagas inisiatif wisata sungai di aliran Sungai Lukulo pada tahun 2016. Namun sayangnya, program tersebut tidak berjalan optimal.

Sementara itu, dalam pandangan lokal, pemanfaatan Muara Sungai Lukulo sebagai destinasi wisata diyakini dapat menjadi daya tarik baru bagi masyarakat sekitar dan pengunjung dari luar daerah.

Hal ini didorong oleh potensi alam yang dimiliki kawasan tersebut, mulai dari keindahan alamnya hingga keberadaan hutan mangrove yang memberikan nilai tambah ekologis.

Banyumas Ekspres mencatat bahwa kapal-kapal nelayan sering bersandar di Muara Sungai Lukulo. Lokasi ini direncanakan oleh pemerintah desa untuk dikembangkan menjadi objek wisata menarik bagi para pengunjung.

Kehadiran kapal nelayan ini tidak hanya menawarkan pemandangan khas pesisir tetapi juga kesempatan bagi pengunjung untuk lebih mengenal kegiatan perikanan lokal.

Dalam konteks ekonomi lokal, inisiatif pembangunan wisata pantai terpadu ini diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.

Dengan adanya BUMDes yang mengelola operasional kawasan wisata, peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan usaha juga semakin besar.

Integrasi antara potensi pariwisata dan sektor perikanan melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih menjadi langkah strategis dalam memajukan kesejahteraan desa-desa pesisir seperti Tanggulangin.

Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah desa diharapkan dapat mempercepat realisasi proyek-proyek pembangunan yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

Pengembangan infrastruktur pendukung seperti akses jalan menuju lokasi wisata dan fasilitas umum lainnya juga menjadi perhatian utama dalam rencana pembangunan ini.

Hal ini penting untuk memastikan kenyamanan dan keamanan para pengunjung serta kelancaran operasional kawasan wisata.

Dengan latar belakang sejarah upaya pengembangan pariwisata sebelumnya yang belum berhasil maksimal, optimisme tetap tinggi bahwa inisiatif baru ini mampu menghadirkan perubahan positif bagi wajah pariwisata Kebumen ke depan.

Pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mencapai tujuan tersebut.

Keseriusan Pemerintah Desa Tanggulangin dalam merealisasikan rencana pembangunan kawasan wisata pantai terpadu ini tercermin dari kerjasama erat antara berbagai pihak terkait.

Semangat gotong royong dan visi bersama untuk kemajuan desa menjadi landasan kuat bagi keberhasilan proyek jangka panjang ini. (cah/stch)

Berita Sebelumnya
Pemprov DKI distribusikan kartu bansos untuk lansia, penyandang disabilitas, dan anak. Bantuan tahap Juli 2025 segera cair!

Bansos KLJ‑KPDJ‑KAJ Juli 2025 Diperkirakan Cair Akhir Bulan, Cek Penerimanya

Berita Selanjutnya
Ungkap sikap protektif terhadap putrinya

Gary Iskak Ungkap Sisi Emosional Sebagai Ayah, Protektif pada Putrinya