Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Aturan Baru Rumah Subsidi, Gaji Rp14 Juta Bisa Ajukan KPR MBR
Mulai Agustus, Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Mulai Agustus, Siswa dan Guru Sekolah Rakyat Akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Sekolah rakyatSekolah rakyat
Pembinaan karakter sekolah rakyat

BANYUMASEKSPRES.ID, Pemerintah akan memulai program pembinaan karakter bagi siswa dan guru sekolah rakyat pada Agustus 2026. Program ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang melibatkan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil).

Pelatihan tersebut ditujukan untuk membangun budaya disiplin dan tanggung jawab di lingkungan sekolah rakyat sejak awal tahun ajaran. Selain peserta didik, para guru juga akan mengikuti pembinaan agar mampu menerapkan budaya positif secara berkelanjutan di sekolah.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan para taruna Akmil akan mulai bertugas pada masa orientasi siswa yang berlangsung pada 1–7 Agustus 2026. Setiap sekolah rakyat direncanakan mendapat pendampingan lima taruna selama kegiatan berlangsung.

Program ini tidak difokuskan pada pembelajaran akademik, melainkan penguatan karakter bagi seluruh warga sekolah. Pemerintah berharap pembiasaan tersebut menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang tertib dan kondusif.

Para taruna Akmil akan berperan sebagai pendamping dalam membentuk kebiasaan positif di sekolah rakyat. Mereka akan memberikan contoh penerapan disiplin melalui aktivitas sehari-hari selama masa orientasi.

Materi pembinaan meliputi kedisiplinan, ketepatan waktu, kebersihan, kerapian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi budaya yang terus diterapkan setelah masa orientasi berakhir.

Siswa juga akan dibiasakan menjaga lingkungan sekolah, menaati aturan, serta menyelesaikan tugas dengan baik. Pemerintah menilai kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten mampu membentuk karakter yang kuat.

Guru memperoleh pendampingan agar dapat melanjutkan pembiasaan tersebut dalam proses belajar mengajar. Dengan demikian, budaya disiplin tidak berhenti setelah program orientasi selesai.

Sebanyak 1.000 taruna Akmil tingkat pertama dan kedua akan ditempatkan di berbagai sekolah rakyat di Indonesia. Skema ini disusun agar setiap sekolah memperoleh pendampingan dari lima taruna.

Kehadiran para taruna diharapkan menjadi teladan bagi siswa maupun tenaga pendidik. Mereka akan mengedepankan pendekatan edukatif melalui contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Pendampingan dilakukan secara langsung selama satu pekan pertama kegiatan belajar. Cara tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan hanya memberikan arahan tanpa praktik.

Pemerintah menilai pembentukan karakter memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Karena itu, sekolah rakyat dirancang tidak hanya mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membangun sikap dan etika peserta didik.

Budaya disiplin diyakini dapat menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan teratur. Siswa diharapkan terbiasa menghargai waktu, menjaga kebersihan, serta mematuhi aturan yang berlaku.

Selain itu, program ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kepedulian terhadap sesama, dan semangat bekerja sama. Nilai-nilai tersebut dipandang penting sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.

Guru pun diharapkan menjadi penggerak utama dalam mempertahankan budaya positif setelah para taruna menyelesaikan masa pendampingannya. Dengan begitu, manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Pelibatan taruna Akmil merupakan bagian dari sinergi antara Kemensos dan TNI dalam mendukung pendidikan karakter. Kedua lembaga menyusun mekanisme pelaksanaan agar program berjalan sesuai tujuan.

Seluruh kegiatan difokuskan pada pembiasaan yang bersifat edukatif dan humanis. Pendekatan tersebut diharapkan mampu diterima dengan baik oleh siswa maupun guru.

Kolaborasi ini juga menunjukkan komitmen pemerintah dalam memanfaatkan berbagai sumber daya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Pembentukan karakter dinilai menjadi salah satu investasi penting bagi masa depan generasi muda.

Melalui program yang dimulai pada Agustus 2026, pemerintah berharap sekolah rakyat mampu melahirkan peserta didik yang disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab. Penguatan karakter diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pembelajaran.

Keberhasilan program akan bergantung pada kerja sama seluruh pihak, mulai dari pemerintah, guru, taruna Akmil, hingga peserta didik. Apabila pembiasaan positif terus dipertahankan, sekolah rakyat diharapkan menjadi lingkungan pendidikan yang mampu membentuk generasi berkarakter kuat sekaligus siap menghadapi tantangan masa depan. (mdr)

Berita Sebelumnya
KPR BPJS Ketenagakerjaan

Aturan Baru Rumah Subsidi, Gaji Rp14 Juta Bisa Ajukan KPR MBR