BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Posisi pelatih Tim Nasional Indonesia yang saat ini kosong tengah menjadi sorotan banyak pihak, dan salah satu nama yang mencuat sebagai kandidat kuat adalah John Herdman.
Meskipun belum ada pengumuman resmi dari PSSI, pelatih asal Inggris ini disebut-sebut berpotensi besar untuk menggantikan Patrick Kluivert.
Nama John Herdman tidak asing di dunia sepak bola internasional, khususnya setelah ia berhasil membawa Timnas Kanada tampil di Piala Dunia 2022, meskipun harus terhenti di fase grup tanpa kemenangan.
John Herdman, yang kini berusia 50 tahun, juga pernah melatih Toronto FC, klub profesional asal Kanada yang berlaga di Major League Soccer (MLS) wilayah Konferensi Timur.
Rencana PSSI untuk merekrut John Herdman mengundang berbagai reaksi dari pecinta sepak bola nasional.
Sebagian mendukung langkah tersebut karena rekam jejak Herdman yang dinilai cukup menonjol, sementara lainnya lebih condong kepada nama Giovanni van Bronckhorst yang juga masuk dalam bursa kandidat pelatih Timnas Indonesia.
Haris Pardede, seorang pengamat sepak bola nasional dan jurnalis senior, turut memberikan pandangannya terkait kemungkinan penunjukan John Herdman.
Dalam sebuah diskusi di kanal YouTube Nusantara TV, Haris menekankan bahwa publik perlu menunggu kepastian lebih lanjut mengenai progres calon pelatih baru Timnas Indonesia ini.
Ia menyebutkan beberapa agenda penting yang akan menjadi ujian bagi siapapun yang nantinya ditunjuk sebagai pelatih.
“Harapannya seperti itu karena jawabannya kan belum ada. Bukan enggak ada, tapi belum ada. Nanti tentunya kita akan lihat progresnya. Persiapan nanti Maret ada FIFA series ya. Kemudian kalau enggak salah Juni itu masih ada satu lagi FIFA matchday. Baru nanti Juli akan ada Piala AFF,” ujar Haris Pardede.
Tantangan pertama bagi John Herdman jika benar ia ditunjuk sebagai pelatih adalah mengantarkan Timnas Indonesia meraih kemenangan di Piala AFF 2026.
Menurut Haris Pardede, ajang ini harus dapat dimenangkan oleh Indonesia sebagai pembuktian awal atas kemampuan sang pelatih baru.
“Nah, itu kan kalau apa itu barrier pertama kan. Bukan soal menang kalah. Tapi kalau Piala AFF sih harusnya kalau memang menurunkan tim terbaik, ya selesai itu barang,” tegasnya.
Haris juga menegaskan pentingnya kemenangan di Piala AFF bagi siapa pun pelatih yang akan dipilih oleh PSSI.
Kemenangan tersebut dianggap sebagai kunci utama dan menjadi semacam “obat penenang” bagi para pendukung Garuda sebelum menuju tantangan berikutnya.
“Kita kan banyak preferensi soal-soal pelatih. Ada yang pengen ini, pengen itu, pengen balik ke Shin Tae-yong, dan macam-macam. Tapi siapa pun nantinya yang ditunjuk PSSI sebagai pelatih, kalau bisa usahakan Piala AFF kunci. Ini semacam obat penenang dulu atau kalau main itu dia cedera pain killers dulu,” katanya sembari menambahkan bahwa target berikutnya adalah Piala Asia 2027.
Menurut Haris Pardede, target realistis bagi Timnas Indonesia pada ajang Piala Asia 2027 adalah lolos dari fase grup.
Ia menganggap tantangan untuk menjadi juara atau bahkan mencapai final masih terlalu berat bagi skuad Garuda.
“Belum menyembuhkan memang, karena dapat pun nanti akan terbelah. Ada yang bilang,’Ah, ini kan pialanya gampang sekarang’. Tapi kan pain killers. Nah, nanti baru Januari 2027 itulah pembuktiannya di Piala Asia di Arab Saudi,” paparnya dengan optimisme berhati-hati.
Dalam pandangan Haris Pardede, menunjuk John Herdman tidak membawa catatan negatif yang signifikan dibandingkan dengan pelatih sebelumnya.
“Setuju enggak setuju tuh wajar. Tapi tidak ada yang terlalu red flag. Kalau saya sedikit boleh bandingkan, pelatih sebelumnya banyak red flag-nya sejarahnya,” ungkap Haris sambil menjelaskan bahwa masa lalu para pelatih terdahulu seringkali menjadi beban tersendiri bagi tim dan pelatih tersebut.
Dengan demikian Haris berharap agar John Herdman mampu membuktikan kemampuannya dalam satu tahun ke depan dan benar-benar dapat membawa perubahan positif bagi Timnas Indonesia.
“Yang sekarang ini tidak terlalu ada red flag tapi pembuktiannya nanti kita tunggu setahun ke depanlah,” pungkasnya dengan harapan besar agar sentuhan John Herdman bisa mengubah nasib Garuda.(*/dda)
















