BANYUMASEKSPRES.ID, Nama Nerissa Arviana kini semakin dikenal sebagai seorang artis pendatang baru yang memiliki kemampuan akting yang mengesankan.
Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa sebelum terjun ke dunia hiburan, wanita berwajah manis ini pernah berkarier sebagai seorang barista.
Dalam sebuah wawancara dengan awak media, Nerissa mengisahkan masa lalunya ketika bekerja paruh waktu di kedai kopi selama masa kuliahnya.
“Dulu saat masih kuliah tahun 2018 sampai 2020, aku part-time jadi barista di beberapa tempat,” ungkap Nerissa ketika dihubungi pada Selasa (8/7/2025).
Selama hampir tiga tahun, ia bekerja di berbagai kedai kopi untuk memperdalam pengalamannya dalam dunia perkopian.
Salah satu tempat kerja yang berkesan baginya adalah Simetri Coffee yang terletak di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.
“Kurang lebih hampir 3 tahun jadi barista. Jadi sempat lumayan ngerti soal perkopian. Seru juga sih dulu,” kenangnya dengan antusias.
Langkah Nerissa menuju layar kaca sebenarnya merupakan sesuatu yang tak terencana. Dunia seni peran bukanlah impian masa kecilnya.
Namun, segalanya mulai berubah ketika ia mendapatkan tawaran untuk menjadi model iklan pasta gigi. Dari kesempatan tersebut, jalan menuju dunia hiburan mulai terbuka lebar baginya.
“Sebenarnya bukan impian atau cita-cita dari kecil. Tapi suatu ketika ada tawaran iklan, lalu lanjut tawaran sinetron. Ternyata berlanjut sampai sekarang dan malah merasa senang berada di dunia adu peran,” ujar Nerissa, pemilik akun Instagram yang kini memiliki lebih dari 48 ribu pengikut.
Nerissa mulai menarik perhatian publik setelah penampilannya dalam sinetron populer “Preman Pensiun 10”.
Di sana, ia memerankan karakter Nena, seorang marketing online yang membantu usaha Kang Cecep, diperankan oleh Abenk Marco.
“Peran ini cukup unik dan relate dengan kehidupan masa kini, apalagi soal bisnis online,” tuturnya.
Keberhasilannya dalam sinetron tersebut mendorongnya untuk memperluas portofolio aktingnya dengan bergabung dalam berbagai proyek lainnya.
Ia turut ambil bagian dalam sinetron seperti “Buku Harian Seorang Istri” dan “Aini”, serta membintangi dua film layar lebar berjudul “365 Days with Arjuna” dan “Teluh-Teluh”.
Perjalanan karier Nerissa tidak hanya sekadar perjalanan biasa; ini adalah cerminan dari ketekunan dan keberanian untuk melangkah keluar dari zona nyaman. Bermula sebagai barista hingga menjadi aktris terkenal tentu bukanlah perjalanan yang mudah.
Ketekunan yang sama saat bekerja sebagai barista tampaknya menjadi bekal penting baginya dalam menghadapi tantangan baru di dunia hiburan.
Pengalaman bekerja sebagai barista memberikan banyak pelajaran bagi Nerissa tentang disiplin dan kerja keras—nilai-nilai yang tak ternilai harganya ketika ia memasuki dunia akting profesional. Dia memahami bahwa setiap pekerjaan memiliki tantangan tersendiri dan penting untuk tetap berkomitmen terhadap apa pun yang dikerjakan.
Selain itu, latar belakangnya sebagai mantan barista mungkin juga memberikan perspektif unik dalam memerankan berbagai karakter kompleks di layar kaca.
Pengalaman hidup nyata sering kali menjadi modal berharga bagi seorang aktor atau aktris karena memungkinkan mereka untuk membawa elemen keaslian ke dalam setiap peran yang dimainkan.
Kini, dengan pengalaman bertahun-tahun dan sejumlah proyek sukses di bawah namanya, Nerissa Arviana terus berkembang sebagai salah satu talenta muda berbakat di industri hiburan Tanah Air.
Keberhasilannya menunjukkan kepada banyak orang bahwa meskipun jalan menuju kesuksesan mungkin berliku-liku dan penuh tantangan, namun dengan tekad serta keyakinan kuat pada diri sendiri—segala sesuatu mungkin tercapai.
Dengan popularitasnya yang semakin meningkat dan kehadirannya yang semakin kuat di media sosial—di mana para penggemarnya dapat mengikuti setiap langkah kariernya—Nerissa tetap rendah hati serta terus mencari peluang baru untuk belajar dan tumbuh sebagai aktris profesional. (*/stch)
















