BANYUMASEKSPRES.ID, Presenter terkenal Melaney Ricardo telah menjadi sorotan publik berkat keberhasilannya dalam mengelola podcast yang ditayangkan melalui kanal YouTube pribadinya.
Fenomena ini sejalan dengan tren yang terlihat di kalangan selebritas, di mana semakin banyak dari mereka memiliki program siniar sendiri.
Namun, baru-baru ini, podcast Melaney menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah Eza Putra menuduhnya tidak memberikan uang saku kepada sejumlah narasumber meskipun konten tersebut berpotensi menghasilkan trafik engagement dan pendapatan dari iklan.
Menyikapi kritik yang dilontarkan, Melaney menjelaskan bahwa kebijakan pemberian honorarium kepada narasumber bergantung pada jenis konten serta hubungan pribadi yang dimilikinya dengan tamu undangan. Dalam sebuah unggahan di akun
Instagram pribadinya pada hari Minggu (7/6), Melaney menyampaikan bahwa podcast yang ia kelola merupakan program pribadi dan bukan milik perusahaan.
“Apakah tamu podcast dibayar atau tidak? Jawabannya tergantung untuk podcast aku. Untuk podcast aku. For your info podcast aku perorangan, bukan podcast perusahaan. Tergantung tamunya siapa dan isi materi kontennya apa,” ungkap Melaney.
Ibu dua anak ini melanjutkan penjelasannya dengan memberikan contoh mengenai tamu-tamu yang hadir dalam podcast-nya.
Ia mengungkapkan bahwa beberapa di antara mereka adalah rekan sesama artis yang memiliki hubungan pertemanan dekat.
Dalam situasi ini, kerja sama yang terjalin biasanya bersifat timbal balik atau barter dukungan.
“Ada beberapa tamu yang memang teman-teman artis, kita barter. Artinya karena basisnya friendship atau pertemanan, dan anytime dia mengundang ke podcast dia, I would love to support. Contoh yang baru-baru ini Ririn Ekawati, Citra Idol, enggak dibayar karena dasarnya pertemanan,” lanjutnya.
Melaney juga menegaskan bahwa ia selalu mempertimbangkan kondisi masing-masing narasumber saat memutuskan apakah akan memberikan kompensasi atau tidak.
Jika diperlukan, ia tidak segan-segan untuk memberikan imbalan yang layak kepada tamu yang hadir dalam podcast-nya.
“Kalau kayak Calvin Dores dibayar enggak? Dibayar, bahkan lebih dari Rp 2 juta. Ada beberapa tamu yang aku berikan lebih dari uang transport,” jelas Melaney.
Di tengah berbagai kritik dan pandangan negatif tentang cara pengelolaan podcast-nya, Melaney dengan tegas membantah anggapan bahwa dirinya hanya semata-mata ingin mengambil keuntungan dari kehadiran para narasumber di tayangan siniar yang diproduksinya.
“Kalau aku dianggap hanya mengeruk AdSense dari tamu-tamu podcast aku, jawabannya aku rasa sih tidak ya. Apalagi untuk podcast yang ada brand, biasanya kita nego langsung sesuai dengan harga tamunya,” ujarnya.
Melaney juga berpendapat bahwa keputusan untuk memberikan uang transport atau tidak kepada narasumber sangat tergantung pada situasi spesifik dalam setiap episode podcastnya.
“Sekali lagi, kalau podcast itu dapat uang transport atau tidak, jawabannya tergantung. Itu kalau di podcast aku, enggak tahu di podcast orang lain,” tutupnya.
Dalam dunia digital saat ini, keberadaan program siniar menjadi salah satu cara bagi para selebritas seperti Melaney Ricardo untuk memperluas jangkauan audiens dan menciptakan koneksi lebih dekat dengan penggemar mereka.
Podcast memungkinkan para pembicara untuk berbagi cerita pribadi, pengalaman hidup serta wawasan unik tentang industri hiburan secara langsung kepada pendengar mereka.
Dengan meningkatnya popularitas platform seperti YouTube dan Spotify untuk distribusi konten audio, banyak artis mulai mengadopsi model bisnis baru ini sebagai sarana untuk mensosialisasikan proyek-proyek kreatif mereka serta membangun citra diri mereka sebagai public figure yang lebih relatable dan accessible di mata masyarakat. (*/stch/dda)














