BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap (PPSC) kini menjadi sorotan utama para nelayan di wilayah ini, seiring dengan meningkatnya jumlah kapal yang beroperasi.
Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan pembangunan pelabuhan baru guna mengatasi masalah overkapasitas armada yang semakin parah.
Ketua HNSI Cilacap, Sarjono, menyampaikan bahwa pertumbuhan jumlah kapal tidak sebanding dengan kapasitas pelabuhan yang ada saat ini. Hal ini berujung pada ketidakoptimalan aktivitas sandar kapal di pelabuhan.
“Jumlah kapal di Cilacap sudah sangat banyak, sementara kapasitas pelabuhan terbatas. Ini yang sekarang menjadi persoalan utama,” ujarnya pada Selasa, 7 April.
Sarjono mencatat bahwa saat ini terdapat lebih dari 1.100 unit kapal besar dan hampir 8.000 kapal kecil yang beroperasi di perairan Cilacap.
Tingginya angka tersebut membuat PPSC menjadi tidak mampu menampung seluruh armada secara efisien.
“Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas nelayan, mulai dari antrean sandar hingga potensi gesekan antar nelayan,” tambahnya.
Dalam menghadapi tantangan ini, HNSI mendorong agar pembangunan pelabuhan baru dapat dipercepat.
Pelabuhan yang direncanakan memiliki luas sekitar 40 hektare ini diharapkan dapat mengurai kepadatan yang ada sekaligus meningkatkan pelayanan kepada para nelayan.
“Pelabuhan baru sangat dibutuhkan agar aktivitas nelayan bisa lebih tertata dan tidak terjadi penumpukan seperti sekarang,” jelas Sarjono.
Lebih lanjut, Sarjono juga menekankan bahwa fokus pada pembangunan pelabuhan akan memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan sekadar menambah jumlah kapal baru.
Ia percaya bahwa armada yang ada saat ini sudah mencukupi kebutuhan operasional nelayan di wilayah tersebut.
“Pemerintah perlu melihat kondisi riil di daerah sebelum menjalankan program agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa kebutuhan mendesak di Cilacap adalah fasilitas pelabuhan yang memadai, bukan penambahan armada kapal.
Jika infrastruktur pelabuhan cukup baik dan memadai, maka armada yang ada dapat dimaksimalkan penggunaannya dengan lebih efektif.
Dari perspektif ekonomi lokal, peningkatan fasilitas pelabuhan akan berdampak positif tidak hanya bagi nelayan tetapi juga perekonomian masyarakat sekitar.
Pelabuhan baru akan membuka peluang kerja serta meningkatkan akses pasar bagi produk perikanan lokal.
Dengan demikian, investasi dalam pembangunan infrastruktur ini bukan hanya untuk kepentingan nelayan semata tetapi juga untuk kemajuan ekonomi daerah secara keseluruhan. (jul/stch/dda)
















