Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pasar Hewan Cilongok Akan Dibangun Atap, Anggaran Capai 1,5 Miliar

Atap Pasar Hewan Cilongok DiusulkanAtap Pasar Hewan Cilongok Diusulkan
TANPA ATAP: Kondisi Pasar Hewan Cilongok, Banyumas yang masih terbuka tanpa atap, Rabu (15/4)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – DPRD Kabupaten Banyumas melalui Komisi III telah mengambil langkah signifikan dengan mendorong pembangunan atap di Pasar Hewan Cilongok pada tahun anggaran mendatang.

Usulan ini muncul sebagai respons terhadap keluhan para pedagang yang selama ini berjualan di area terbuka tanpa perlindungan dari cuaca.

Dalam pernyataannya, Ketua Komisi III DPRD Banyumas, Samsudin Tirta, menegaskan bahwa kondisi pasar saat ini belum mencerminkan ruang yang representatif untuk menunjang aktivitas perdagangan yang optimal.

Terutama saat hujan, di mana proses jual beli seringkali terganggu karena para pedagang terpaksa harus memindahkan ternak mereka.

“Pasar hewan di Cilongok masih terbuka, belum ada atap. Ketika hujan, aktivitas jual beli terganggu karena ternak harus dipindahkan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa pembahasan rencana pembangunan atap tersebut telah dilakukan bersama dinas terkait.

Nilai anggaran yang diproyeksikan untuk proyek tersebut mencapai sekitar Rp1,5 miliar. Rencana pembangunan ini diharapkan dapat direalisasikan pada tahun depan.

Dengan adanya fasilitas atap, aktivitas perdagangan di pasar hewan diyakini akan lebih stabil sepanjang waktu dan meningkatkan kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat.

Menurut Samsudin, pasar hewan memiliki peran strategis dalam mendukung perputaran ekonomi masyarakat setempat.

Hal ini sangat penting terutama bagi para peternak kambing yang berada di wilayah Cilongok dan sekitarnya.

Dengan fasilitas yang lebih memadai seperti atap, aktivitas jual beli diharapkan dapat tetap berjalan meskipun cuaca tidak bersahabat.

Ini menjadi kunci untuk menjaga kesinambungan ekonomi para pelaku usaha kecil di sektor peternakan.

“Pasar hewan menjadi tempat utama masyarakat memasarkan ternak. Karena itu, fasilitas yang memadai sangat diperlukan,” jelasnya.

Pembangunan atap juga diproyeksikan mampu menarik lebih banyak pedagang ke pasar tersebut.

Dengan bertambahnya jumlah pedagang, potensi transaksi dari berbagai wilayah di Banyumas bisa semakin meningkat, sehingga memberikan keuntungan lebih besar bagi para pelaku usaha lokal.

Di sisi lain, pedagang juga menyuarakan kebutuhan lain yang dinilai tidak kalah pentingnya.

Mereka berharap ada perhatian terhadap kapasitas pasar yang saat ini sudah mulai terbatas.

Satiwan, salah satu pedagang sekaligus warga setempat, mengungkapkan bahwa kondisi pasar semakin padat dari waktu ke waktu.

Hal ini membuat ruang gerak pedagang dan ternak semakin sempit dan tidak nyaman.

“Lokasi sekarang sudah sempit. Dulu sempat ada wacana perluasan, tapi belum terealisasi,” katanya dengan nada penuh harapan agar rencana tersebut segera bisa terwujud.

Meskipun demikian, Satiwan tetap mendukung rencana pembangunan atap sebagai langkah awal untuk meningkatkan kondisi pasar secara keseluruhan.

Terutama untuk melindungi area pasar bagian belakang yang paling terdampak oleh hujan dan panas terik matahari.

Menurutnya, kondisi cuaca sering kali memaksa para pedagang menghentikan aktivitas lebih cepat dari biasanya.

“Ketika hujan, kami sering terpaksa menyelesaikan transaksi lebih cepat. Saat cuaca panas juga sangat tidak nyaman karena debu dan terik matahari,” tambahnya dengan nada prihatin mengenai tantangan yang mereka hadapi setiap hari dalam menjalankan usaha mereka.

Dalam hal ini, sangat penting agar pemerintah daerah memperhatikan segala aspek terkait infrastruktur pasar agar bisa mendukung keberlangsungan ekonomi lokal dengan baik.

Selain persoalan atap dan kapasitas pasar yang perlu diperhatikan secara serius, para pedagang juga berharap akan adanya perbaikan akses masuk ke pasar.

Jalur dari sisi selatan dianggap paling mendesak karena kondisinya rusak parah dan menghambat mobilitas baik bagi pedagang maupun pengunjung.

Dengan demikian, pembenahan infrastruktur seperti akses jalan dan pembangunan fasilitas pendukung lainnya sangat diperlukan agar Pasar Hewan Cilongok dapat berfungsi dengan optimal dan memenuhi kebutuhan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan perdagangan ternak ini. (zet/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemerintah meluncurkan Program Beasiswa Digital Talent 2026 melalui BDT 2026 untuk memperkuat talenta digital Indonesia

Pemerintah Perkuat Talenta Kreatif lewat Program Beasiswa Digital Talent 2026

Berita Selanjutnya
Kerap Main Adegan Panas

Davina Karamoy Buka Suara Soal Adegan Intim di Series "Love & 10 Million Dollars"