Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Payment ID Bisa Dipakai Siapa Saja? Cek Penjelasan Lengkap di Sini

Panduan memahami payment id yang dapat dipakai oleh semua pengguna layanan keuangan digitalPanduan memahami payment id yang dapat dipakai oleh semua pengguna layanan keuangan digital
Panduan memahami Payment ID yang dapat dipakai oleh semua pengguna layanan keuangan digital

BANYUMASEKSPRES.ID, Bank Indonesia (BI) bersiap meluncurkan inovasi besar di sektor keuangan digital dengan menghadirkan sistem Payment ID.

Peluncuran ini akan dilakukan tepat pada peringatan Hari Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia, 17 Agustus mendatang, sebagai langkah memperkuat ekosistem pembayaran yang aman, terintegrasi, dan inklusif.

“Payment ID akan menjadi fondasi dari sistem pembayaran yang transparan dan bertanggung jawab,” ujar Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Dudi Dermawan, dalam Editors Briefing di Labuan Bajo, Jumat, 18 Juli 2025.

Payment ID adalah identitas pembayaran berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang menyatukan seluruh aktivitas transaksi keuangan individu ke dalam satu identitas unik.

Dengan sistem ini, satu orang hanya memiliki satu identitas keuangan yang terhubung langsung ke seluruh kanal transaksi, mulai dari rekening bank, kartu kredit, dompet digital, hingga platform fintech.

Pesatnya pertumbuhan sistem pembayaran digital dalam beberapa tahun terakhir memang membawa kemudahan, namun juga menciptakan tantangan besar.

Data transaksi keuangan masyarakat menjadi terfragmentasi di berbagai platform, dengan banyak orang memiliki lebih dari satu rekening, e-wallet, bahkan pinjaman online yang tidak saling terhubung.

Manfaat Strategis Payment ID

Bi resmi pakai payment id untuk pantau transaksi
Inovasi Payment ID Bank Indonesia yang dapat digunakan oleh seluruh warga negara

Kehadiran Payment ID dirancang untuk mengatasi masalah fragmentasi data keuangan tersebut.

Dengan identitas tunggal berbasis NIK, Bank Indonesia dapat membangun profil keuangan yang utuh untuk setiap individu.

Dilansir dari laman Interactive QRIS, manfaat utama Payment ID mencakup peningkatan transparansi keuangan antar lembaga, kemudahan deteksi transaksi ilegal seperti judi online dan pinjaman gelap, hingga dukungan terhadap kebijakan anti-pencucian uang (AML) dan pendanaan terorisme (CTF).

Tak hanya itu, bank juga akan lebih cepat dalam menganalisis kelayakan kredit, karena dapat mengakses (dengan izin pemilik) data keuangan lengkap calon debitur.

Proses ini mempercepat persetujuan pinjaman sekaligus meminimalkan risiko kredit bermasalah.

Fitur Unggulan Payment ID

Peluncuran Payment ID menandai hadirnya sistem identitas keuangan terintegrasi yang lengkap.

Beberapa fitur utamanya antara lain:

Kode Unik Terhubung ke NIK : Setiap warga negara akan memperoleh Payment ID berupa kombinasi huruf dan angka yang langsung terkait dengan NIK.

Fitur ini mencegah duplikasi identitas keuangan dan memastikan setiap transaksi tercatat secara rapi.

Fungsi Multi-Platform: Payment ID dapat digunakan di berbagai saluran pembayaran—mulai dari bank, e-wallet, e-commerce, QRIS, hingga layanan pinjaman online.

Identitas ini berperan sebagai single source of truth bagi semua aktivitas keuangan individu.

Analisis Keuangan Menyeluruh: Dengan persetujuan pengguna, lembaga keuangan bisa melihat data lengkap mulai dari penghasilan, pengeluaran, cicilan, hingga investasi.

Analisis ini membantu penentuan limit kredit dan menurunkan risiko gagal bayar.

Perlindungan Data Maksimal: Bank Indonesia menegaskan bahwa akses terhadap Payment ID hanya bisa dilakukan dengan izin langsung dari pemilik data melalui notifikasi di ponsel.

“Kami menghindari penyalahgunaan dari pihak-pihak yang tidak dikehendaki,” tegas Dudi.

Sinkronisasi dengan Dukcapil: Jika pemilik Payment ID meninggal dunia, sistem secara otomatis akan menonaktifkan identitas tersebut untuk mencegah penyalahgunaan.

Masa Depan Sistem Pembayaran di Indonesia

Kehadiran Payment ID diproyeksikan akan menjadi lompatan besar bagi ekosistem keuangan digital di Indonesia.

Sistem ini tidak hanya memberi kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi, tetapi juga memperkuat keamanan dan kepercayaan publik terhadap layanan keuangan digital.

Dengan integrasi yang menyeluruh, transparansi tinggi, serta perlindungan data yang ketat, Payment ID diharapkan menjadi standar baru bagi semua transaksi di masa depan.

Langkah ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam memodernisasi sistem pembayaran nasional dan mendorong inklusi keuangan.

Masyarakat kini hanya perlu menunggu waktu hingga 17 Agustus untuk melihat bagaimana Payment ID akan diimplementasikan di berbagai sektor.

Jika berjalan lancar, Indonesia akan memiliki salah satu sistem identitas keuangan terintegrasi paling maju di kawasan.(taa)

Berita Sebelumnya
Tambahan kuota malah untuk jalur haji khusus

KPK Endus Penyimpangan pada Tambahan Kuota Malah untuk Jalur Haji Khusus

Berita Selanjutnya
Satu siswa diduga jadi korban perundungan

Sempat Dirawat 16 Hari, Siswa SMAN 1 Purwokerto Diduga Jadi Korban Perundungan saat MPLS