Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pelunasan Bipih Tahap III di Banyumas Sepi, Hanya Empat Jemaah yang Melunasi

Hanya Empat Calhaj Lunasi BipihHanya Empat Calhaj Lunasi Bipih
SELEKSI: 262 calon PHD bersaing untuk lolos dari seleksi di Donohudan. Di Banyumas dari 10 peserta seleksi PHD, lima orang dinyatakan gugur

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Masa pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap III yang berlangsung selama tiga hari dan berakhir pada Jumat (23/1) menunjukkan partisipasi yang rendah dari calon jemaah haji asal Kabupaten Banyumas.

Hanya empat calon haji yang berhasil menyelesaikan pelunasan pada tahap ini. Jumlah ini jauh lebih sedikit dibandingkan total kuota jemaah yang tersedia untuk wilayah tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bagian Haji dan Umroh Kabupaten Banyumas, Dr. H. Afifuddin Idrus, S.Ag., M.Pd.I., menjelaskan bahwa perpanjangan masa pelunasan hingga tahap ketiga ini dilakukan oleh pemerintah untuk mengantisipasi adanya potensi kursi kosong (open seat) pada penerbangan haji akibat pembatalan jemaah di saat-saat terakhir.

Di Kabupaten Banyumas, meskipun tidak banyak, masih terdapat sejumlah calon haji yang memanfaatkan kesempatan pelunasan Bipih tahap III.

“Hingga penutupan pada Jumat (23/1), telah tercatat ada empat jemaah dari Banyumas yang melunasi Bipih di tahap III,” ungkapnya kepada awak media Banyumas Ekspres pada Minggu (25/1).

Awalnya, hanya dua orang yang terdaftar untuk pelunasan tahap akhir ini.

Afifuddin menjelaskan bahwa setelah semua tahapan pelunasan selesai, proses berikutnya adalah pengurusan visa haji serta persiapan manasik haji.

Manasik direncanakan akan dilaksanakan setelah Hari Raya Idulfitri tahun 2026 sebagai bagian dari pembekalan jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Ia juga menambahkan bahwa keempat jemaah yang baru melakukan pelunasan pada tahap III sebelumnya belum menyelesaikan status istithoah pada tahap I dan II sehingga baru bisa melunasi di tahap akhir.

“Untuk paspor haji, jemaah bertahap sudah kami kirim ke Semarang,” lanjutnya.

Hal ini menunjukkan kesiapan Kemenag Banyumas dalam mengurus segala administrasi terkait keberangkatan para calon jemaah haji tersebut.

Dalam konteks koordinasi dengan petugas haji daerah, Afif menyatakan bahwa belum ada agenda khusus yang disusun bersama lima Petugas Haji Daerah (PHD) yang telah lolos seleksi.

Meski demikian, nama-nama PHD dari kabupaten/kota yang lolos seleksi telah disampaikan kepada Gubernur, Bupati, dan Wali Kota pada Jumat (23/1).

“Jika ada undangan koordinasi dari Pemerintah Daerah (Pemda), kami siap berpartisipasi,” tutup Afif.

Seleksi PHD sendiri telah menjadi ajang kompetisi ketat di mana sebanyak 262 calon PHD bersaing untuk lolos seleksi di Donohudan.

Dari Kabupaten Banyumas sendiri terdapat 10 peserta seleksi PHD namun lima orang dinyatakan gugur dalam proses seleksi tersebut.

Melihat dinamika pelaksanaan ibadah haji tahun ini, pemerintah tampaknya terus mencoba memastikan agar setiap kursi penerbangan terisi penuh guna memaksimalkan pelayanan dan efisiensi perjalanan para calon jemaah.

Upaya memperpanjang masa pelunasan hingga tiga tahap adalah salah satu strategi untuk memberikan kesempatan lebih luas kepada calon jemaah dalam menyelesaikan kewajiban finansial mereka tepat waktu.

Namun, rendahnya angka partisipasi dalam pelunasan tahap ketiga ini mengindikasikan adanya beberapa tantangan seperti kesiapan finansial dan administrasi calon jemaah itu sendiri.

Sehingga penting bagi pemerintah dan pihak terkait untuk terus memberikan edukasi dan pendampingan agar semua calon jemaah dapat memenuhi persyaratan tanpa hambatan berarti. (yda/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Persibangga Menang, Persibas Imbang

Hasil 16 Besar Liga 4 Jateng: Persibangga Menang atas Persitema, Persibas Ditahan Persikaba

Berita Selanjutnya
Peluang Dibuka Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

Seleksi CPNS 2026, Menteri PANRB Beri Sinyal Fresh Graduate Jadi Prioritas