BANYUMASEKSPRES.ID, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) akhirnya mengakhiri spekulasi panjang mengenai sosok pengganti Didier Deschamps.
Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih Timnas Prancis dengan kontrak berdurasi empat tahun hingga berakhirnya Piala Dunia 2030.
Pengumuman resmi tersebut disampaikan FFF pada Selasa (28/7/2026), sekaligus menandai dimulainya era baru Les Bleus setelah berakhirnya kepemimpinan Didier Deschamps yang memilih mengundurkan diri usai Piala Dunia 2026.
Penunjukan Zidane menjadi salah satu keputusan paling dinanti publik sepak bola Prancis.
Selama beberapa tahun terakhir, mantan pelatih Real Madrid itu terus dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Prancis, bahkan disebut menolak sejumlah tawaran klub elite Eropa demi menunggu kesempatan menangani negara yang pernah dibawanya menjadi juara dunia.
FFF menegaskan bahwa pengalaman, kepemimpinan, dan kecintaan Zidane terhadap Timnas Prancis menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut.
Federasi berharap pelatih berusia 54 tahun itu mampu membawa Les Bleus kembali menjadi kekuatan utama sepak bola dunia.
Dalam pernyataan resminya, FFF menyebut target utama yang dibebankan kepada Zidane adalah membawa Timnas Prancis bersaing memperebutkan gelar Piala Eropa (Euro) 2028 dan Piala Dunia 2030.
“Kami sangat senang menyambut Zinedine Zidane sebagai pelatih Tim Nasional Prancis. Pengalaman, karisma, dan kecintaannya terhadap Les Bleus akan menjadi aset besar dalam mencapai target kami di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030,” tulis FFF.
Zidane mengambil alih posisi yang sebelumnya ditempati Didier Deschamps selama lebih dari satu dekade.
Di bawah kepemimpinan Deschamps, Prancis berhasil meraih berbagai prestasi, termasuk menjuarai Piala Dunia 2018, menjadi finalis Piala Dunia 2022, serta membawa tim tetap berada di jajaran elite sepak bola internasional.
Namun, perjalanan Les Bleus di Piala Dunia 2026 berakhir kurang memuaskan.
Prancis hanya mampu finis di posisi keempat setelah kalah dari Inggris dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.
Hasil tersebut sekaligus menjadi penutup perjalanan panjang Deschamps bersama Timnas Prancis.
Nama Zinedine Zidane memiliki tempat istimewa dalam sejarah sepak bola Prancis.
Saat masih menjadi pemain, ia merupakan aktor utama keberhasilan Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 di kandang sendiri.
Selain mengangkat trofi Piala Dunia, Zidane juga dikenal sebagai salah satu gelandang terbaik sepanjang masa berkat kemampuan teknik, visi bermain, serta kepemimpinannya di lapangan.
Karier kepelatihannya pun tidak kalah gemilang. Bersama Real Madrid, Zidane sukses mempersembahkan berbagai gelar bergengsi, termasuk tiga trofi Liga Champions UEFA secara beruntun, prestasi yang belum pernah disamai pelatih lain di era modern.
Pengalaman tersebut menjadi modal besar bagi Zidane untuk menangani generasi emas Timnas Prancis yang dihuni banyak pemain bintang.
Sebagai pelatih baru, Zidane akan memimpin skuad yang masih diperkuat sejumlah pemain kelas dunia seperti Kylian Mbappe dan talenta muda lainnya yang diproyeksikan menjadi tulang punggung Timnas Prancis hingga beberapa tahun ke depan.
Usai diperkenalkan secara resmi, Zidane mengaku bangga akhirnya memperoleh kesempatan melatih negaranya sendiri.
“Merupakan kehormatan besar bisa kembali mengabdi untuk negara saya. Saya akan memberikan seluruh kemampuan agar Timnas Prancis kembali meraih trofi dan membanggakan seluruh rakyat Prancis,” ujar Zidane.
Para pendukung Les Bleus tidak perlu menunggu lama untuk melihat debut resmi sang pelatih anyar.
Zidane dijadwalkan menjalani pertandingan pertamanya bersama Timnas Prancis saat menghadapi Turki pada ajang UEFA Nations League yang akan berlangsung pada 26 September 2026.
Laga tersebut diperkirakan menjadi awal dari perjalanan panjang Zidane membangun kembali kekuatan Timnas Prancis menuju Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.
Dengan kombinasi pengalaman sebagai legenda sepak bola, rekam jejak luar biasa sebagai pelatih, serta materi pemain bertabur bintang, publik Prancis berharap Zinedine Zidane mampu mengembalikan Les Bleus ke puncak kejayaan dan kembali mengangkat trofi di pentas internasional. (*/stch/dda)














