BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Untuk mendukung para perajin tahu dan tempe di Indonesia, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah mengumumkan program stimulus insentif yang bertujuan untuk memberikan dukungan finansial kepada pelaku usaha di sektor ini.
Dalam langkah strategis ini, pemerintah memutuskan untuk memberikan diskon produk kedelai sebesar Rp 2 ribu per kilogram (kg) kepada pengusaha tahu dan tempe.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu menjaga kestabilan harga bahan baku yang sangat penting bagi industri tahu dan tempe.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam program stabilisasi harga pasokan pangan (SPHP), khususnya yang berkaitan dengan produk kedelai.
“Untuk perajin tahu dan tempe, kita akan menjaga subsidi sebesar Rp 2 ribu per kilogram dengan target kuota mencapai 25 ribu ton,” ujar Airlangga secara resmi di hadapan media di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada hari Senin, 22 Juni 2026.
Subsidi tersebut akan diberikan kepada para perajin tahu dan tempe ketika harga kedelai berada di atas harga acuan pembelian yang telah ditetapkan pemerintah.
Menurut keterangan resmi dari kementerian, harga acuan pembelian kedelai di tingkat petani atau produsen ditetapkan sebesar Rp 10.775 per kg.
Sementara itu, untuk harga acuan penjualan kedelai yang berlaku di tingkat konsumen adalah Rp 11.400 per kg.
Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan akan tercipta keseimbangan antara pasokan dan permintaan serta mencegah lonjakan harga yang merugikan konsumen maupun produsen. (*/stch/dda)














