Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Update Bansos PKH BPNT Selama Tahun 2026
Pemkab Banyumas Inventarisasi 15 Aset Idle, Strategi Baru Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah
Kenali 12 Obat Kimia Berbahaya Ini, Salah Satunya Ada dari Merek Terkenal

Pemkab Banyumas Inventarisasi 15 Aset Idle, Strategi Baru Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Pemkab Inventarisasi Aset IdlePemkab Inventarisasi Aset Idle
INVENTARISASI ASET: Bangunan eks Metro Kebondalem, menjadi salah satu aset idle yang diinventarisir

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus berupaya meningkatkan potensi pendapatan daerah melalui optimalisasi aset milik pemerintah.

Salah satu langkah yang kini dilakukan adalah melakukan inventarisasi terhadap aset idle atau barang milik daerah yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Inventarisasi tersebut dilakukan oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Banyumas).

Pemerintah daerah ingin mengetahui secara lebih rinci aset-aset yang saat ini belum digunakan sehingga nantinya dapat dikaji untuk memberikan manfaat ekonomi maupun kontribusi terhadap keuangan daerah.

Kabid Aset BKAD Kabupaten Banyumas Adi Prasetyo mengatakan, proses pendataan aset idle masih berlangsung secara bertahap.

Pihaknya mengumpulkan informasi dari berbagai pengguna barang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas untuk mengetahui aset mana saja yang saat ini tidak digunakan.

“Kemarin kita bertahap, ada 15 aset idle yang besar-besar,” kata Adi.

Menurutnya, pendataan tersebut menjadi langkah awal sebelum pemerintah daerah menentukan pola pemanfaatan aset.

Aset yang selama ini belum digunakan tidak langsung dimanfaatkan, tetapi terlebih dahulu harus diketahui status, kondisi, lokasi, serta potensinya.

Proses inventarisasi menjadi penting karena aset milik pemerintah daerah memiliki nilai ekonomi yang cukup besar.

Apabila aset tersebut tidak digunakan dalam jangka waktu tertentu, pemerintah perlu mencari alternatif pemanfaatan agar keberadaannya dapat memberikan nilai tambah.

Adi menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengumpulkan data dari masing-masing pengguna barang.

Data tersebut nantinya menjadi bahan untuk menentukan aset mana saja yang masuk dalam kategori idle dan memiliki peluang untuk dioptimalkan.

“Masih awal, kita kan mengumpulkan daripada pengguna barang mana aja yang sedang tidak digunakan,” jelasnya.

Setelah proses inventarisasi selesai, BKAD Kabupaten Banyumas akan melakukan kajian lebih mendalam.

Kajian tersebut diperlukan untuk mengetahui potensi pemanfaatan sekaligus kemungkinan kontribusi aset terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

Dengan kajian tersebut, pemerintah daerah dapat menentukan bentuk optimalisasi yang paling sesuai.

Pemanfaatan aset pemerintah tidak hanya berorientasi pada pemasukan, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek legalitas, tata ruang, kondisi aset, kebutuhan daerah, serta manfaat bagi masyarakat.

“Nanti baru akan kajian mendalam,” paparnya.

Salah satu aset idle yang menjadi perhatian adalah Blok Seti di Wangon. Aset tersebut memiliki luas sekitar 50 hektare dan sejak awal diperuntukkan sebagai kawasan industri.

Keberadaan lahan dengan luasan besar tersebut membuat Blok Seti menjadi salah satu aset yang memiliki potensi strategis untuk dikembangkan.

Pemerintah daerah masih perlu melakukan kajian untuk menentukan skema pemanfaatan yang paling tepat sesuai peruntukannya sebagai kawasan industri.

“Itu khusus untuk kawasan industri. Lainnya, itu ada di kota yaitu Eks Metro Kebondalem,” tandas Adi.

Selain Blok Seti Wangon, aset lain yang masuk dalam perhatian BKAD adalah eks Metro Kebondalem.

Aset tersebut berada di kawasan perkotaan dan menjadi bagian dari inventarisasi aset idle yang dilakukan pemerintah daerah.

Pemkab Banyumas melihat optimalisasi aset daerah sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan barang milik daerah.

Aset yang tidak digunakan perlu dipetakan secara jelas agar pemerintah memiliki dasar dalam menentukan kebijakan berikutnya.

Pengelolaan aset daerah yang baik juga menjadi bagian penting dalam menjaga keuangan pemerintah.

Dengan mengetahui aset yang tersedia, pemerintah dapat menghindari aset terbengkalai sekaligus membuka peluang pemanfaatan yang produktif.

Namun, proses optimalisasi aset tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

Pemerintah perlu memastikan setiap aset memiliki data administrasi yang jelas dan dapat dimanfaatkan sesuai aturan yang berlaku.

Karena itu, inventarisasi menjadi tahap penting sebelum masuk ke proses kajian dan pengambilan keputusan.

Ke depan, hasil inventarisasi BKAD diharapkan dapat memberikan gambaran lebih lengkap mengenai jumlah dan nilai aset idle yang dimiliki Pemkab Banyumas.

Dari data tersebut, pemerintah dapat menentukan aset mana yang memiliki potensi paling besar untuk dikembangkan.

Jika dikelola secara tepat, aset idle seperti lahan kawasan industri maupun aset di kawasan perkotaan berpeluang menjadi sumber manfaat ekonomi baru bagi daerah.

Optimalisasi tersebut juga dapat mendukung peningkatan PAD Banyumas tanpa harus selalu mengandalkan penambahan sumber pendapatan baru.

Untuk saat ini, Pemkab Banyumas masih berada pada tahap inventarisasi dan pengumpulan data.

Setelah seluruh aset teridentifikasi, kajian mendalam akan dilakukan untuk menentukan bentuk pemanfaatan yang paling memungkinkan.

Langkah tersebut menunjukkan upaya pemerintah daerah untuk mengelola aset daerah Banyumas secara lebih efektif, produktif, dan terarah.

Dengan perencanaan yang matang, aset yang sebelumnya tidak digunakan diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pemerintah maupun masyarakat Banyumas. (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Simak Pencairan Bansos

Update Bansos PKH BPNT Selama Tahun 2026

Berita Selanjutnya
Obat Herbal

Kenali 12 Obat Kimia Berbahaya Ini, Salah Satunya Ada dari Merek Terkenal