BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Harga telur ayam ras di tingkat peternak Kabupaten Kebumen mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir.
Kondisi ini menjadi perhatian para pelaku usaha peternakan ayam petelur karena berdampak langsung pada menurunnya keuntungan yang diperoleh, meskipun produksi telur saat ini sedang berada pada masa puncak.
Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga, salah satunya melalui penerapan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur di tingkat peternak.
Salah satu peternak yang merasakan dampak penurunan harga telur adalah Ahmad Samingan, warga Desa Tambakprogaten, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen.
Selama sekitar empat setengah tahun mengembangkan usaha ayam petelur, ia terus berupaya menjaga produktivitas ternaknya melalui peremajaan ayam secara berkala.
Saat ini, Samingan memelihara sekitar 450 ekor ayam petelur yang masih berada dalam kondisi produktif.
Menurut Samingan, produksi telur di peternakannya sedang mencapai puncak.
Tingkat produksi saat ini berkisar 85 persen, sehingga setiap hari mampu menghasilkan telur dalam jumlah yang cukup besar.
Namun, tingginya produksi tersebut belum mampu memberikan keuntungan maksimal karena harga jual telur justru mengalami penurunan.
Ia menjelaskan bahwa harga telur ayam ras di tingkat peternak yang sebelumnya berada pada kisaran Rp25.000 hingga Rp26.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp23.000 per kilogram.
Penurunan harga tersebut membuat margin keuntungan peternak semakin tipis, terlebih biaya operasional peternakan seperti pakan, vitamin, serta perawatan ayam tetap harus dipenuhi.
Samingan menilai penurunan harga telur kemungkinan dipengaruhi oleh melemahnya permintaan pasar.
Salah satu faktor yang diduga turut memengaruhi kondisi tersebut adalah berkurangnya penyerapan telur akibat liburnya pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ketika permintaan dari pasar menurun sementara produksi tetap tinggi, harga telur di tingkat peternak ikut terkoreksi.
Menurutnya, situasi seperti ini cukup memberatkan peternak karena hasil produksi yang melimpah tidak diimbangi dengan harga jual yang layak.
Padahal, menjaga populasi ayam petelur agar tetap produktif membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Selain kebutuhan pakan yang terus meningkat, peternak juga harus melakukan peremajaan ayam secara berkala agar produksi telur tetap optimal.
Ia mengatakan bahwa fluktuasi harga telur memang kerap terjadi, tetapi penurunan harga dalam kondisi produksi tinggi membuat peternak lebih rentan mengalami penurunan pendapatan.
Oleh karena itu, dibutuhkan kebijakan yang mampu menjaga keseimbangan antara produksi dan harga jual agar usaha peternakan ayam petelur tetap berkelanjutan.
Para peternak di Kebumen berharap pemerintah segera menerapkan Harga Acuan Pembelian (HAP) telur sebesar Rp26.500 per kilogram.
Kebijakan tersebut dinilai dapat menjadi acuan harga di tingkat peternak sehingga fluktuasi harga yang terlalu tajam dapat diminimalkan.
Dengan adanya HAP, peternak memiliki kepastian harga yang lebih baik untuk menutup biaya produksi sekaligus memperoleh keuntungan yang wajar.
Selain menjaga stabilitas harga, penerapan HAP juga diyakini mampu meningkatkan semangat peternak dalam mempertahankan bahkan menambah populasi ayam petelur.
Stabilitas harga menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha peternakan karena berkaitan langsung dengan kemampuan peternak memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari.
Samingan berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi peternak ayam petelur, khususnya ketika harga telur mengalami penurunan signifikan.
Menurutnya, dukungan kebijakan sangat dibutuhkan agar peternak tidak mengalami kerugian berkepanjangan yang pada akhirnya dapat memengaruhi pasokan telur nasional.
Meski menghadapi tekanan harga, Samingan tetap berupaya mempertahankan kualitas produksi dengan menjaga kesehatan ayam dan memastikan kebutuhan pakan selalu tercukupi.
Ia optimistis permintaan telur akan kembali meningkat seiring normalnya aktivitas masyarakat dan berbagai program pemerintah yang membutuhkan pasokan telur dalam jumlah besar.
Dengan kondisi produksi yang masih tinggi, para peternak di Kabupaten Kebumen berharap harga telur ayam ras segera kembali membaik.
Penerapan Harga Acuan Pembelian, peningkatan serapan pasar, serta dukungan kebijakan pemerintah diharapkan mampu menciptakan stabilitas harga sehingga usaha peternakan ayam petelur tetap berkembang, kesejahteraan peternak meningkat, dan pasokan telur bagi masyarakat tetap terjaga. (mam/stch/dda)
















