Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pencarian Anak Hilang di Pantai Kebumen, SAR Kerahkan 100 Personel dan Drone Thermal

Tim SAR Kerahkan 100 Personel dan Drone ThermalTim SAR Kerahkan 100 Personel dan Drone Thermal

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pencarian dua anak yang hilang setelah terseret ombak di Pantai Brecong dan Pantai Bocor, Kecamatan Buluspesantren, masih terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan.

Hingga siang hari pada Jumat (3/4), kedua korban, yakni Ikhsan dan Andika, belum ditemukan.

Koordinator Tim SAR Gabungan, Trisno, mengungkapkan bahwa dalam pencarian kali ini, ada tiga tim yang dikerahkan untuk melakukan penyisiran di darat.

Penyisiran tersebut dilakukan ke arah barat dan timur dengan radius masing-masing dua kilometer.

Sebanyak 100 potensi SAR telah diterjunkan dalam upaya pencarian hari ini.

“Ikhsan dan Andika sampai saat ini belum ada tanda-tanda ditemukan,” ujar Trisno dengan nada serius.

Dalam upaya pencarian yang intensif ini, tim SAR juga memanfaatkan teknologi drone thermal untuk membantu pelacakan korban di sekitar lokasi kejadian.

Hal ini menunjukkan bagaimana perkembangan teknologi modern dapat berkontribusi dalam operasi penyelamatan yang krusial.

Trisno menjelaskan lebih lanjut mengenai kendala yang dihadapi tim SAR saat melakukan pencarian di perairan.

“Perahu karet sementara ini belum dapat diterjunkan untuk menyisir di perairan lantaran tingginya gelombang,” ungkapnya.

Tingginya gelombang memang menjadi tantangan tersendiri bagi tim SAR dalam melaksanakan tugasnya.

Selain penyisiran darat, mereka juga menggunakan drone thermal untuk meningkatkan efisiensi pencarian.

Pencarian ini memasuki hari kedua sejak peristiwa tragis terjadi pada Kamis (2/4) sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, tiga anak sedang bermain di pantai ketika tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret mereka ke laut.

Beruntung, satu dari tiga anak tersebut berhasil diselamatkan oleh seorang pemancing yang berada di dekat lokasi kejadian. Namun, nasib dua anak lainnya masih belum jelas hingga kini.

Upaya pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR gabungan tidak hanya melibatkan petugas profesional, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar yang turut berempati dan memberikan bantuan sesuai kemampuan mereka.

Keberadaan masyarakat lokal sangat penting dalam situasi seperti ini, karena mereka biasanya lebih mengenal kondisi geografis daerah tersebut.

Dalam situasi penuh harapan dan ketidakpastian ini, masyarakat setempat terus mendoakan agar Ikhsan dan Andika segera ditemukan dalam keadaan selamat.

Harapan tersebut mencerminkan kepedulian serta solidaritas yang tinggi dari komunitas terhadap nasib anak-anak yang hilang.

Trisno menambahkan bahwa sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Basarnas, pencarian akan dilakukan selama tujuh hari berturut-turut.

“Ini hari kedua pencarian,” katanya menegaskan pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam operasi pencarian semacam ini.

Penggunaan teknologi canggih seperti drone thermal menjadi salah satu strategi baru yang diterapkan oleh tim SAR untuk meningkatkan peluang menemukan korban dengan cepat.

Drone tersebut mampu mendeteksi suhu tubuh manusia dari jarak jauh dan memungkinkan tim untuk menjangkau area yang sulit dijangkau secara manual.

Pentingnya penggunaan teknologi dalam operasi SAR sangat terlihat pada situasi seperti ini, di mana waktu sangat berharga dan setiap detik dihitung dalam usaha menyelamatkan nyawa manusia.

Tim SAR berharap dengan adanya dukungan alat-alat modern ini, mereka dapat mempercepat proses pencarian dan meminimalisir risiko bagi anggotanya saat beroperasi di lapangan.

Di samping itu, upaya koordinasi antara berbagai pihak juga sangat penting dalam menghadapi situasi darurat semacam ini.

Kolaborasi antara Tim SAR gabungan dengan masyarakat lokal serta pihak-pihak terkait lainnya menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.

Kepada masyarakat luas, Trisno mengajak agar tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang belum tentu benar terkait perkembangan kasus ini.

Dia berharap semua pihak dapat menghargai upaya yang dilakukan oleh Tim SAR tanpa membuat spekulasi yang dapat mengganggu proses pencarian.

Dari sisi emosional, peristiwa ini tentu saja meninggalkan luka mendalam bagi keluarga kedua anak tersebut serta masyarakat setempat.

Mereka merasakan kekhawatiran luar biasa atas keselamatan Ikhsan dan Andika.

Keluarga pun berharap agar berita baik segera datang dan anak-anak mereka bisa kembali ke pelukan orang-orang tercinta.

Di tengah tantangan cuaca buruk dan kondisi laut yang tidak bersahabat, harapan tetap membara dalam hati semua orang yang terlibat dalam pencarian ini. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
3.414 Butir Obat Terlarang Dimusnahkan

Perang Narkoba di Purbalingga, Kejari Musnahkan Barang Bukti dari 27 Kasus

Berita Selanjutnya
Pembagian 45.500 Dawet Ayu Gratis Masuk Rekor MURI

45.500 Dawet Ayu Gratis Pecahkan Rekor MURI di Hari Jadi ke-455 Banjarnegara