Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Penjualan Daging Sapi di Banyumas Mulai Stabil Setelah Sepi Pasca Idul Adha

Penjualan daging sapi stabil lagiPenjualan daging sapi stabil lagi

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pasca Idul Adha, penjualan daging sapi di Purwokerto kembali stabil setelah sempat mengalami penurunan signifikan.

Pedagang di dua pasar utama kota ini, yakni Pasar Wage dan Pasar Manis, melaporkan bahwa permintaan daging sapi mulai mendekati kondisi normal.

Penurunan penjualan sebelumnya disebabkan oleh konsumsi daging kurban yang masih tersisa di masyarakat.

Kondisi ini berdampak pada perlambatan perputaran daging di pasar tradisional selama beberapa waktu.

Putra, seorang pedagang daging di Pasar Wage, mengungkapkan bahwa penjualan kini kembali seperti sedia kala.

“Waktu Idul Adha turun drastis. Biasanya sehari bisa jual 25 kilogram, tapi pas hari-H cuma habis 5 kilogram,” ujarnya.

Saat ini, Putra mencatat rata-rata penjualan harian mencapai 20 kilogram. Harga daging tetap stabil di angka Rp140 ribu per kilogram.

Daging yang ia jual bersumber dari tempat pemotongan miliknya sendiri di Sumbang.

Selain daging segar, Putra juga menawarkan jeroan dan kikil yang menurutnya masih cukup diminati pembeli.

Situasi serupa dialami pedagang lain di Pasar Manis. Imam, pedagang daging sapi di lokasi tersebut, menyebutkan bahwa permintaan mulai kembali meningkat setelah sempat lesu pasca Idul Adha.

“Efek Idul Adha masih terasa kemarin-kemarin, tapi sekarang pembeli mulai banyak lagi. Sudah hampir normal,” katanya.

Pada masa sepi, Imam terpaksa mengurangi stok hingga setengah dari biasanya. Namun kini ia sudah menambah pasokan sesuai kebutuhan pasar.

Menurutnya, bagian daging seperti tenderloin, sirloin, dan sengkel terus menjadi favorit pembeli.

“Kalau bagian paha agak kurang diminati, soalnya agak keras,” tambah Imam.

Di Pasar Manis sendiri, harga daging sapi bertahan di Rp150 ribu per kilogram tanpa ada kenaikan sejak Idul Adha berlalu. Biasanya kenaikan harga baru terjadi menjelang Ramadan dan Lebaran.

Para pedagang berharap agar tren stabil ini dapat bertahan lama untuk menjaga roda ekonomi pasar tetap berputar dengan baik, terutama mengingat fluktuasi daya beli masyarakat yang kerap berubah-ubah.

Menghadapi tantangan ini, para pelaku usaha berharap infrastruktur distribusi tetap terjaga agar tidak ada hambatan dalam pengiriman stok dari tempat pemotongan ke pasar-pasar tradisional tersebut.

Dengan stabilnya penjualan ini, para pedagang optimistis dapat mempertahankan keuntungan sembari memenuhi kebutuhan konsumen lokal akan produk-produk berkualitas tinggi tanpa harus khawatir akan adanya lonjakan harga tidak terduga dalam waktu dekat. (alw/stch)

Berita Sebelumnya
Dony oskaria, membongkar praktik tidak sehat yang diduga dilakukan oleh sejumlah direksi badan usaha milik negara

Ini Modus Manipulasi Laporan Keuangan Direksi BUMN Demi Bonus Tinggi

Berita Selanjutnya
Bpbd benahi perlengkapan dan peralatan

BPBD Purbalingga Siap Hadapi Kemarau, Benahi Perlengkapan dan Peralatan