Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Perangkat Desa Buniayu Banyumas Rutin Tadarus Al-Qur’an Sebelum Mulai Pelayanan Selama Ramadan

Tadarus Warnai Pagi Kantor Desa BuniayuTadarus Warnai Pagi Kantor Desa Buniayu
KHUSYUK: Perangkat Desa Buniayu khusyuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an sejak awal bulan Ramadan sebelum pelayanan masyarakat

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sejak awal bulan Ramadan 1447 Hijriah, suasana di Kantor Pemerintah Desa Buniayu, yang terletak di Kecamatan Tambak, mengalami transformasi yang sangat berarti.

Setiap pagi, sebelum layanan publik dimulai, lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an terdengar menggema dari dalam ruang kantor desa.

Aktivitas ini telah menjadi bagian dari rutinitas baru bagi para perangkat desa selama bulan suci ini.

Mereka memulai aktivitas kerja dengan tadarus Al-Qur’an sebagai upaya untuk memperkuat ibadah selama Ramadan.

Rahmat Setiyadi, salah satu perangkat Desa Buniayu, menjelaskan bahwa kegiatan tadarus ini dilakukan secara kolektif oleh seluruh perangkat desa dan staf.

Dipimpin oleh Kasi Kesdaya, mereka membagi target bacaan kepada setiap peserta. Setiap individu mendapatkan tugas untuk menyelesaikan dua juz Al-Qur’an.

Dengan pembagian yang terstruktur ini, mereka menargetkan dapat menyelesaikan khataman Al-Qur’an lebih dari satu kali selama bulan Ramadan.

“Sudah satu kali khatam Al-Qur’an. Rencananya bisa dua kali khatam sampai akhir Ramadan,” ungkap Rahmat pada hari Senin (16/3).

Lebih jauh, Rahmat menyatakan bahwa tadarus Al-Qur’an merupakan salah satu cara Pemerintah Desa Buniayu untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.

Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga berfungsi melatih dan memperlancar kemampuan membaca ayat-ayat kitab suci bagi seluruh perangkat desa dan stafnya.

Ia menambahkan bahwa melalui kegiatan ini, mereka berharap dapat meraih pahala yang berlipat ganda di bulan Ramadan, yang selama ini diyakini sebagai waktu penuh berkah ketika pahala ibadah dilipatgandakan.

Usai kegiatan tadarus selesai, para perangkat desa tidak langsung melanjutkan pelayanan administrasi kepada masyarakat.

Sebagai kelanjutan dari rutinitas pagi tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan tausyiah singkat yang disampaikan secara bergiliran oleh setiap anggota perangkat desa.

Setiap hari, mereka memiliki jadwal khusus untuk memberikan kultum atau kuliah tujuh menit.

Rahmat menjelaskan bahwa tema tausyiah bervariasi setiap harinya sepanjang bulan Ramadan.

“Tema tausyiah macam-macam, berbeda-beda selama bulan Ramadan,” katanya sambil menambahkan pentingnya persiapan materi sebelum giliran menyampaikan tausyiah tiba.

Para perangkat desa biasanya mencari dan mempersiapkan materi dengan matang agar pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan baik oleh rekan-rekannya.

Dengan cara ini, meskipun hanya berdurasi sekitar tujuh menit, kultum singkat tetap memiliki makna mendalam dan memberikan nilai pembelajaran yang berarti bagi semua peserta.

Di sisi lain, Rahmat juga mencatat bahwa beberapa perangkat desa yang merupakan alumni pondok pesantren biasanya memiliki pendekatan yang berbeda dalam penyampaian tausyiah.

Mereka umumnya lebih percaya diri dan langsung menyampaikan pesan tanpa perlu persiapan materi seperti yang dilakukan oleh rekan-rekannya lainnya.

Pendekatan ini menunjukkan keanekaragaman dalam cara penyampaian ilmu agama di antara perangkat desa.

Kehadiran kegiatan tadarus dan tausyiah di Kantor Pemerintah Desa Buniayu tidak hanya berdampak pada peningkatan spiritualitas para anggota perangkat desa tetapi juga menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan kolaboratif. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Umat hindu beribadah

Libur Nyepi 2026 Jatuh Tanggal Berapa? Ini Jadwal Libur Nasionalnya

Berita Selanjutnya
Ditemukan Teri dan Cumi Kering Mengandung Formalin

Sidak di Pasar Klampok Banjarnegara, BBPOM Temukan Teri dan Cumi Mengandung Formalin