BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Pelayanan administrasi kependudukan di Kabupaten Cilacap terus didekatkan kepada masyarakat.
Kali ini, layanan perekaman e-KTP menyasar para pelajar melalui program jemput bola yang dilakukan UPTD Yandukcapil Sidareja.
Layanan perekaman e-KTP tersebut dilaksanakan di SMK Darul Ulum Sidareja.
Sebanyak 57 siswa yang telah memasuki usia 16 tahun mengikuti proses perekaman dokumen kependudukan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Program jemput bola ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mempermudah pelajar mendapatkan dokumen administrasi kependudukan.
Petugas UPTD Yandukcapil Sidareja datang langsung ke sekolah sehingga siswa tetap dapat mengikuti proses perekaman tanpa harus meninggalkan lingkungan sekolah untuk mendatangi kantor pelayanan.
Kepala Disdukcapil Cilacap Annisa Fabriana mengatakan, pelayanan jemput bola dilakukan agar proses perekaman e-KTP bagi pelajar dapat berlangsung lebih mudah dan efisien.
“Pelayanan jemput bola ini kami lakukan agar pelajar lebih mudah melakukan perekaman e-KTP. Jadi mereka tidak perlu meninggalkan sekolah atau datang jauh-jauh ke kantor pelayanan,” kata Annisa, Sabtu (8/8).
Menurut Annisa, perekaman e-KTP sejak usia 16 tahun penting dilakukan sebagai persiapan dokumen kependudukan.
Dengan melakukan perekaman lebih awal, data kependudukan siswa dapat diproses sebelum mereka memasuki usia wajib memiliki KTP elektronik.
Perekaman sejak usia 16 tahun juga diharapkan membuat dokumen kependudukan pelajar sudah siap ketika memasuki usia 17 tahun.
Hal tersebut dapat memudahkan mereka ketika membutuhkan KTP untuk berbagai keperluan administrasi.
Bagi pelajar, kepemilikan dokumen kependudukan menjadi semakin penting seiring bertambahnya usia.
KTP elektronik dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan administrasi, mulai dari layanan pemerintahan hingga keperluan lainnya yang membutuhkan identitas resmi.
Karena itu, Disdukcapil Cilacap berupaya meningkatkan kesadaran pelajar mengenai pentingnya melakukan perekaman e-KTP.
Pelayanan langsung ke sekolah menjadi salah satu cara untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mengurangi hambatan bagi siswa yang belum melakukan perekaman.
Program jemput bola juga membuat pelajar tidak perlu mengalokasikan waktu khusus untuk datang ke kantor pelayanan administrasi kependudukan.
Proses perekaman dapat dilakukan di sekolah sesuai jadwal yang telah dikoordinasikan dengan pihak terkait.
Annisa mengatakan, UPTD Yandukcapil Sidareja akan terus berupaya mendekatkan pelayanan administrasi kependudukan kepada masyarakat.
Kelompok pelajar menjadi salah satu sasaran penting karena banyak di antara mereka yang mulai memasuki usia untuk melakukan perekaman KTP elektronik.
“Kami ingin pelayanan administrasi kependudukan semakin dekat dan mudah diakses masyarakat. Pelajar juga menjadi bagian penting yang perlu mendapatkan pelayanan secara cepat dan mudah,” tandasnya.
Perekaman e-KTP jemput bola di SMK Darul Ulum Sidareja menjadi salah satu contoh pelayanan administrasi kependudukan yang dilakukan langsung di lingkungan masyarakat.
Dengan pola tersebut, pemerintah tidak hanya menunggu masyarakat datang ke kantor pelayanan, tetapi juga aktif mendatangi kelompok yang membutuhkan layanan.
Sebanyak 57 siswa yang mengikuti perekaman di sekolah diharapkan dapat segera memiliki data kependudukan yang lengkap.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya memastikan pelajar yang telah memasuki usia perekaman tidak tertinggal dalam administrasi kependudukan.
Ke depan, layanan jemput bola perekaman e-KTP bagi pelajar diharapkan dapat terus dilakukan di sekolah-sekolah lainnya.
Dengan semakin dekatnya pelayanan, proses perekaman dokumen kependudukan diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan dapat menjangkau lebih banyak siswa di Kabupaten Cilacap. (jul/stch/dda)














