BANYUMASEKSPRES.ID, SUKABUMI – Sebuah video yang menunjukkan kawanan lutung jawa (Trachypithecus auratus) melintas di Jembatan Gantung Situ Gunung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini menjadi viral di media sosial.
Rekaman tersebut diunggah oleh seorang wisatawan asal Jakarta bernama Yunarsih dan telah ditonton oleh ratusan ribu pengguna internet.
Keberadaan lutung jawa di tempat tersebut menarik perhatian warganet dan menciptakan momen yang tak terlupakan bagi para pengunjung.
Yunarsih, dalam penjelasannya, mengatakan bahwa video itu direkam saat ia berkunjung ke Situ Gunung pada bulan Februari 2026 bersama tiga rekannya.
Ia mengaku terkejut ketika melihat begitu banyak lutung berkeliaran di sekitar jembatan gantung.
Awalnya, ia mengira keberadaan kawanan lutung tersebut merupakan bagian dari atraksi wisata yang bisa dinikmati oleh para pengunjung.
Namun, rasa takut sempat muncul ketika jumlah satwa itu semakin banyak dan berada di jalur penyeberangan jembatan.
“Awalnya saya pikir mereka bagian dari atraksi wisata. Tapi ketika melihat banyaknya lutung, saya jadi takut karena mereka berada di jalur penyeberangan,” ungkap Yunarsih.
Beruntungnya, petugas yang bertugas di lokasi memberikan jaminan bahwa lutung-lutung tersebut tidak bersifat agresif.
“Sempat ketemu sama abang-abang penjaga jembatan gantungnya, dia bilang, ‘Aman kak nggak galak’. Lalu karena abangnya ngomong gitu, beranilah kita walau deg-degan,” ujarnya.
Meskipun sempat merasa khawatir dengan situasi tersebut, pengalaman melihat kawanan lutung secara langsung sangat berkesan bagi Yunarsih.
Ia memutuskan untuk tidak memberi makan atau berinteraksi langsung dengan kawanan lutung demi menjaga keselamatan baik satwa maupun para pengunjung lainnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengajak wisatawan lain untuk menjaga kelestarian alam dengan mengatakan, “Kita berkunjung ke sana berwisata tapi jangan mengubah apa yang alam buat.”
Kepala Resort Situ Gunung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), A Jadin Anhar, menjelaskan bahwa kemunculan lutung di jembatan gantung adalah fenomena yang normal.
Menurutnya, jembatan tersebut terletak di kawasan konservasi yang merupakan habitat alami bagi lutut jawa.
Jadin menambahkan bahwa lutung sering kali memanfaatkan jembatan sebagai jalur perpindahan karena konstruksinya melintasi kanopi hutan.
“Kehadiran mereka di area suspension bridge adalah hal yang wajar dan sering terjadi. Jembatan tersebut melintasi kanopi hutan sehingga kawanan lutung sering menggunakannya sebagai jalur perlintasan alami atau saat mencari makan,” jelas Jadin.
Hal ini menunjukkan bagaimana ekosistem alami masih dapat memberikan ruang bagi satwa liar untuk hidup dan berkembang biak di tengah aktivitas manusia.
Pengelola TNGGP mencatat bahwa populasi lutut jawa di kawasan Situ Gunung kini telah mencapai lebih dari 300 individu.
Keberadaan satwa endemik ini menjadi salah satu indikator bahwa kawasan konservasi tersebut masih mampu menyediakan habitat yang aman bagi kehidupan satwa liar.
Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pelestarian alam, keberadaan satwa seperti lutut jawa di lokasi-lokasi wisata seperti Situ Gunung dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung sekaligus sarana pendidikan tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. (*/stch/dda)















