Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PLN Bakal Dirampingkan, Jumlah Anak Usaha Dipangkas dari 44 Menjadi 23 Entitas

PLN Pangkas Entitas dari 44 MenjadiPLN Pangkas Entitas dari 44 Menjadi
Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Badan Pengelola (BP) BUMN, bekerja sama dengan Danantara Indonesia, mendorong percepatan transformasi PT PLN (Persero) melalui program perampingan struktur usaha.

Target utama dari inisiatif ini adalah mengurangi jumlah entitas bisnis di lingkungan PLN Group dari 44 menjadi 23 entitas pada tahun 2028.

Langkah strategis ini menjadi salah satu topik utama dalam pertemuan antara Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, dengan jajaran direksi PLN di Jakarta pada Selasa, 2 Juni.

“Percepatan transformasi dan penguatan keandalan sistem kelistrikan merupakan kunci agar PLN semakin efektif dalam mendukung ketahanan energi nasional,” ungkap Dony Oskaria dalam keterangan resmi yang disampaikan kepada awak media.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya langkah-langkah yang diambil oleh PLN untuk menghadapi tantangan energi yang semakin kompleks di tanah air.

Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan perkembangan program streamlining atau penyederhanaan grup usaha yang dilakukan melalui berbagai strategi, termasuk konsolidasi, divestasi, restrukturisasi portofolio bisnis, serta penyederhanaan struktur perusahaan.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, dan menciptakan struktur bisnis yang lebih fokus dan terintegrasi.

Selain membahas transformasi korporasi, PLN juga memberikan laporan mengenai pelaksanaan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk periode 2025-2034.

Dari total proyek yang direncanakan dalam RUPTL, sekitar 1.634 proyek atau hampir 40 persen sudah memasuki tahap eksekusi.

Capaian ini mencakup berbagai proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan secara menyeluruh, mulai dari pembangunan pembangkit listrik hingga jaringan transmisi dan gardu induk.

Semua itu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi.

Dalam konteks ini, pertemuan tersebut juga membahas langkah-langkah penguatan sistem kelistrikan pasca gangguan yang sempat terjadi di Sumatera.

PLN diketahui terus melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut.

Gangguan pasokan listrik bukan hanya memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat tetapi juga berdampak pada sektor-sektor penting lainnya seperti industri dan perdagangan.

Oleh karena itu, upaya untuk memperkuat sistem kelistrikan menjadi sangat krusial.

Sejumlah proyek strategis tengah disiapkan oleh PLN untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan di Sumatera.

Ini termasuk pembangunan jaringan transmisi bertegangan tinggi sebesar 500 kV, 275 kV, dan 150 kV serta penambahan kapasitas pembangkit di berbagai daerah.

Proyek-proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan sistem kelistrikan nasional sekaligus meminimalkan risiko gangguan pasokan listrik di masa mendatang.

Langkah-langkah tersebut menunjukkan komitmen PLN untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan energi saat ini tetapi juga memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi generasi mendatang.

Dalam era modern saat ini, tantangan pengelolaan energi semakin kompleks dengan meningkatnya permintaan energi bersih dan terbarukan.

Oleh karena itu, inisiatif seperti program perampingan struktur usaha dan pelaksanaan RUPTL menjadi sangat penting dalam menciptakan sistem kelistrikan yang lebih efisien dan responsif terhadap perubahan kebutuhan masyarakat.

Dony Oskaria menambahkan bahwa keberhasilan transformasi ini tidak hanya bergantung pada kebijakan internal PLN saja tetapi juga memerlukan dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kolaborasi yang erat antar lembaga akan menciptakan sinergi positif yang mendukung upaya penguatan ketahanan energi nasional.

Dalam proses transformasi ini, BP BUMN berperan aktif untuk memberikan arahan strategis serta dukungan penuh kepada PLN agar dapat mencapai target-target yang telah ditetapkan.

Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong efisiensi dan efektivitas perusahaan-perusahaan milik negara agar dapat berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

Dengan berbagai langkah strategis yang telah direncanakan dan dilaksanakan oleh PLN serta dukungan dari BP BUMN dan Danantara Indonesia, diharapkan sistem kelistrikan nasional akan semakin kuat dan mampu menghadapi tantangan ke depan dengan lebih baik. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Debut Veda di Balaton

Veda Ega Pratama Siap Debut di Sirkuit Balaton, Target Tambah Poin Besar

Berita Selanjutnya
Polres Luncurkan Tracer TB

Polres Kebumen Luncurkan 90 Bhabinkamtibmas Jadi Tracer TB Paru