BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya meningkatkan penanganan dan pencegahan Tuberkulosis (TB) Paru di masyarakat, Polres Kebumen meluncurkan 90 personel Bhabinkamtibmas sebagai petugas tracer penularan penyakit tersebut.
Peluncuran ini merupakan bagian dari program prioritas yang dicanangkan oleh Kapolda Jawa Tengah, sehingga diharapkan dapat memperkuat upaya penemuan kasus serta mencegah penyebaran TB di wilayah tersebut.
Acara peluncuran ini berlangsung di Gedung Tribrata Mapolres Kebumen dan dipimpin langsung oleh Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis (4/6) ini turut dihadiri oleh perwakilan Biddokkes Polda Jawa Tengah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen, dr Aris Eko Sulistyono, serta para pejabat utama Polres Kebumen dan Bhabinkamtibmas.
Dalam acara tersebut, Kapolres Kebumen menjelaskan bahwa program tracer TB Paru adalah bentuk sinergi antara Polri, Dinas Kesehatan, puskesmas di masing-masing kecamatan, serta kader kesehatan di tingkat desa.
Sinergi ini bertujuan untuk menekan angka penularan penyakit yang menjadi perhatian serius di masyarakat.
“TB paru adalah program prioritas Kapolda Jawa Tengah bersama Biddokkes. Ujung tombak kegiatan ini adalah Bhabinkamtibmas,” tegas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama saat memberikan arahan kepada para peserta.
Dengan adanya peluncuran petugas tracer ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini dan penanganan TB Paru.
Secara umum, tugas dari petugas tracer ini mencakup beberapa aspek penting.
Pertama-tama, mereka bertanggung jawab untuk melakukan pelacakan kontak erat dengan pasien TB Paru yang telah teridentifikasi.
Tindakan ini sangat krusial dalam menentukan siapa saja yang mungkin terpapar dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain itu, mereka juga akan membantu proses identifikasi warga-warga yang berisiko tinggi tertular penyakit ini.
Edukasi kesehatan juga menjadi salah satu fokus utama dari tugas para tracer.
Dalam hal ini, mereka akan memberikan informasi dan sosialisasi terkait gejala-gejala TB Paru kepada masyarakat luas.
Dengan cara ini, diharapkan masyarakat menjadi lebih peka terhadap gejala yang mungkin muncul dan tidak ragu untuk mencari pengobatan jika diperlukan. (*/stch/dda)
















