BANYUMASEKSPRES.ID, PORTUGAL akhirnya kembali mencatatkan sejarah dengan menjuarai UEFA Nations League 2025. Gelar ini mereka raih usai mengalahkan Spanyol melalui adu penalti dalam laga final yang berlangsung di Allianz Arena, Senin (9/6) dini hari WIB.
Laga penuh tensi itu berakhir imbang 2-2 di waktu normal, dan setelah perpanjangan waktu tetap tak ada gol tambahan, pertandingan ditentukan lewat babak tos-tosan yang menegangkan.
Sejak menit awal, duel klasik antara Portugal dan Spanyol ini berlangsung dalam intensitas tinggi. Spanyol sempat unggul lebih dahulu lewat skema serangan cepat.
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Portugal merespons dengan cepat lewat gol penyama dari Nuno Mendes, yang tampil impresif sepanjang pertandingan.
Skor 2-2 bertahan hingga 120 menit, membuat kedua tim harus menjalani adu penalti. Di fase krusial ini, para eksekutor Portugal tampil lebih tenang dan fokus.
Semua algojo mereka mengeksekusi penalti dengan sempurna. Sementara di kubu Spanyol, dua pemain gagal menunaikan tugasnya.
Kemenangan ini mengantar Portugal meraih gelar UEFA Nations League untuk kedua kalinya, setelah sukses pada edisi perdana tahun 2019.
Empat pemain Paris Saint-Germain (PSG) menjadi pilar penting dalam kemenangan ini. Nuno Mendes tak hanya mencetak gol penyeimbang, tapi juga terlibat langsung dalam proses gol kedua yang dicetak oleh Cristiano Ronaldo. Mendes bahkan sukses menjalankan eksekusi penalti dengan tenang.
“Ini bukan hanya soal mencetak gol, tapi soal memberikan segalanya untuk negara. Saya bangga menjadi bagian dari tim ini,” kata Nuno Mendes usai laga.
Performa gemilang juga ditunjukkan oleh Joao Neves. Meski biasa bermain sebagai gelandang, ia dipercaya turun sebagai bek kanan dan menjalankan tugasnya dengan baik. Neves tampil disiplin sepanjang babak pertama dan sebagian babak kedua sebelum digantikan oleh Nelson Semedo.
Di lini tengah, Vitinha menjadi nyawa permainan Portugal. Ia bermain penuh selama 120 menit, menunjukkan stamina dan konsistensi luar biasa. Selain menjaga ritme dan keseimbangan tim, ia juga sukses sebagai salah satu algojo penalti.
“Final selalu penuh tekanan. Tapi kami punya mental kuat, dan tim ini layak menang,” ucap Vitinha yang konsisten bersinar sepanjang turnamen.
Goncalo Ramos, striker muda yang menggantikan Ronaldo pada menit ke-88, tampil sebagai penendang pertama di babak adu penalti.
Meski baru masuk lapangan, Ramos menunjukkan ketenangan luar biasa dan sukses membawa Portugal unggul lebih dulu. Keberhasilannya menjadi pembuka jalan bagi kemenangan dramatis Selecao das Quinas.
Pelatih Portugal juga tak luput dari sorotan positif. Keberaniannya dalam rotasi pemain, penyatuan antara pemain muda dan senior, serta kemampuan membaca pertandingan patut diapresiasi.
Kombinasi antara pengalaman Ronaldo dan talenta muda seperti Mendes, Neves, Vitinha, dan Ramos menunjukkan keseimbangan yang solid dan menjadi kunci keberhasilan Portugal.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Portugal kini kembali menjadi kekuatan utama di sepak bola Eropa. Gelar UEFA Nations League 2025 menambah kepercayaan diri tim jelang Piala Dunia 2026, di mana mereka diprediksi akan menjadi salah satu tim unggulan.
Dengan fondasi yang kuat, perpaduan generasi, dan mental juara yang teruji, Portugal kini kembali diperhitungkan sebagai kandidat serius dalam turnamen besar dunia mendatang. (*)
















