BANYUMASEKSPRES.ID, Pernikahan Luna Maya dan Maxime Bouttier baru-baru ini menyita perhatian publik, namun sorotan tak hanya berhenti pada pasangan pengantin.
Salah satu sahabat dekat Luna, Raline Shah, turut jadi buah bibir. Candaan Luna yang menyebut Raline sebagai “Presiden Jomblo” memicu kembali perbincangan soal status lajang sang aktris yang kini berusia kepala empat.
Selama ini dikenal menjaga privasi, Raline akhirnya angkat suara. Ia memilih berbicara jujur soal keputusannya belum menikah hingga usia 40 tahun. Dengan tenang, Raline mengaku memang sejak lama telah merencanakan untuk menikah di usia matang.
“Aku memang selalu punya niat menikah di usia 40-an,” ujar Raline saat ditemui di sebuah acara baru-baru ini.
Ia tak menampik bahwa keputusan tersebut bukan datang tanpa alasan. Raline merasa kedewasaan emosional dan spiritualnya baru benar-benar terbentuk di usia sekarang. Masa mudanya, kata dia, dihabiskan dalam lingkungan yang sangat terproteksi, bahkan pernah menjalani kehidupan asrama saat remaja.
“Aku dari keluarga yang protektif, jadi waktu umur 28 itu rasanya seperti umur 16. Kedewasaan emosionalku datang agak terlambat,” jelas Raline.
Pengalaman tersebut membuatnya butuh waktu lebih panjang untuk memahami siapa dirinya, dan apa yang benar-benar ia butuhkan dalam hidup, termasuk dalam hal pasangan dan pernikahan.
Ia juga mengungkap bahwa pernah menjalani hubungan serius, tetapi hubungan itu kandas karena tidak sehat. Pasangan Raline kala itu justru tidak nyaman dengan pencapaian kariernya.
Ketimpangan dalam relasi bahkan menimbulkan sikap pasif-agresif dan ucapan menyakitkan yang membuatnya semakin yakin untuk tidak terburu-buru menikah.
“Aku nggak mau masuk ke pernikahan yang nggak sehat. Lebih baik sendiri tapi bahagia,” tegasnya.
Saat ini, Raline sedang menikmati fase baru dalam hidupnya. Ia memilih istirahat sejenak dari dunia film dan mencoba hal yang berbeda. Raline kini aktif sebagai Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Menkomdigi RI), sebuah langkah yang cukup mengejutkan namun penuh tantangan.
Baginya, peran di dunia pemerintahan ini membuka cakrawala baru. Ia merasa diberi ruang untuk berkembang secara profesional maupun pribadi.
“Aku ingin mulai karier baru, mungkin nanti bisa lebih aktif juga secara internasional. Banyak hal yang ingin aku kejar,” katanya.
Meski belum menikah, Raline tak pernah menutup kemungkinan untuk membangun keluarga. Ia bahkan dengan jujur mengungkapkan bahwa hasrat untuk menjadi seorang ibu masih sangat kuat. Namun, ia percaya semua akan datang pada waktunya, tanpa harus dipaksakan atau karena tekanan sosial.
“Yang penting siap dan tahu apa yang kita butuhkan. Banyak yang suka, tapi aku harus pilih yang tepat,” ucapnya dengan senyum.
Pernyataan Raline Shah ini menjadi pengingat bahwa perjalanan hidup tak selalu harus mengikuti standar umum. Menikah bukan perlombaan, dan memilih sendiri bukan tanda kalah. Di tengah tekanan sosial yang kerap membungkam perempuan lajang di usia matang, Raline tampil sebagai sosok yang percaya diri dan berdaulat atas pilihannya sendiri. (*/stch)
















