BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Seorang warga hilang di kawasan Hutan Nambo Girang, Desa Bantarpanjang, Kecamatan Cimanggu.
Identitas korban adalah Heri Yanto Pramono, seorang pria berusia 35 tahun yang merupakan penduduk Dusun Nambo Girang, Desa Bantarpanjang.
Informasi menyebutkan bahwa Heri diduga hilang setelah pergi ke kawasan tersebut pada Selasa, 23 Juni. Hingga sore hari, dia belum juga kembali ke rumahnya.
Maryadi, Koordinator Tim SAR Gabungan, menjelaskan bahwa keluarga serta warga sekitar telah melakukan pencarian secara mandiri di area hutan dan jalur-jalur yang biasa dilalui oleh korban.
Namun, hingga saat ini upaya mereka belum membuahkan hasil.
“Keluarga bersama warga sekitar telah berupaya melakukan pencarian di area hutan dan jalur yang biasa dilalui korban, namun hingga kini korban belum berhasil ditemukan,” ungkap Maryadi dalam keterangan resminya pada Rabu, 24 Juni.
Menindaklanjuti laporan mengenai hilangnya Heri Yanto Pramono, Basarnas Cilacap segera memberangkatkan tim rescue menuju lokasi kejadian.
Lokasi tersebut terletak sekitar 68,5 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap.
Dalam upaya pencarian ini, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 bertugas melakukan penyisiran darat ke arah utara Sungai Cikawung dengan radius sekitar dua kilometer.
Sementara itu, SRU 2 bertugas menyisir ke arah selatan Sungai Cikawung dengan radius yang sama.
“Untuk memaksimalkan pencarian, tim kami bagi menjadi dua regu, dengan penyisiran darat serta sepanjang Sungai Cikawung,” lanjut Maryadi.
Pembagian tugas ini dimaksudkan agar pencarian dapat dilakukan secara efektif dan efisien.
Tim SAR Gabungan melibatkan berbagai unsur untuk mendukung operasi pencarian yang sedang berlangsung.
Cuaca di lokasi terpantau cerah dan kondisi ini diharapkan dapat mendukung kelancaran operasi SAR.
Maryadi menegaskan bahwa meskipun hingga saat ini tidak ada tanda-tanda keberadaan korban, pencarian akan terus dilakukan hingga ditemukan.
“Korban masih dalam pencarian. Jika tidak membuahkan hasil hari ini akan dilanjutkan besok pagi,” pungkasnya dengan penuh harapan agar bisa segera menemukan Heri Yanto Pramono dan mengembalikan dia kepada keluarganya.
Pencarian ini tidak hanya melibatkan anggota Basarnas tetapi juga partisipasi aktif dari masyarakat setempat yang turut serta membantu mencari Heri di lokasi-lokasi yang dianggap mungkin menjadi tempat dia berada.
Situasi seperti ini menyoroti kepedulian masyarakat terhadap satu sama lain dalam situasi darurat.
Kehilangan seseorang dalam kondisi seperti ini tentu sangat mengguncang bagi keluarganya.
Keluarga Heri pastinya merasakan kecemasan yang luar biasa sementara mereka menunggu kabar mengenai keberadaan anggota keluarga mereka.
Keberanian dan ketahanan mereka dalam menghadapi situasi sulit patut dicontoh dan dihargai.
Hutan Nambo Girang sendiri dikenal sebagai area yang memiliki keindahan alam yang memukau namun juga menyimpan tantangan tersendiri bagi para pengunjungnya.
Banyak orang datang untuk menikmati suasana hutan yang tenang dan sejuk, tetapi penting untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di daerah tersebut.
Mengingat medan yang sulit dan potensi kehilangan arah sangat mungkin terjadi jika pengunjung tidak mempersiapkan diri dengan baik.
Masyarakat setempat berharap agar proses pencarian dapat segera menemukan Heri Yanto Pramono dengan selamat.
Mereka juga mengingatkan pentingnya kesadaran akan keselamatan saat menjelajahi alam bebas serta perlunya untuk memberi kabar kepada keluarga atau teman ketika hendak pergi ke lokasi-lokasi terpencil.
Perhatian publik terhadap keberadaan Heri menunjukkan betapa pentingnya solidaritas antarwarga dalam menghadapi situasi krisis seperti ini.
Berita mengenai hilangnya Heri Yanto Pramono telah menarik perhatian banyak pihak termasuk media massa dan pengguna media sosial yang turut mendoakan agar proses pencarian membuahkan hasil positif.
Seiring berjalannya waktu dan upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR Gabungan, masyarakat tetap berharap agar berita baik segera datang tentang penemuan Heri Yanto Pramono.
Keterlibatan semua pihak sangat berarti dalam situasi seperti ini untuk memastikan keselamatan setiap individu yang menjelajahi keindahan alam Indonesia.
Pencarian tersebut juga menggambarkan pentingnya keberadaan instansi resmi seperti Basarnas yang siap siaga untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat.
Tim SAR Gabungan tidak hanya bertugas dalam situasi kehilangan tetapi juga terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya yang bertujuan untuk melindungi keselamatan jiwa manusia di seluruh Indonesia.
Semoga segala usaha tim SAR Gabungan dan dukungan masyarakat dapat segera membuahkan hasil sehingga keluarga Heri Yanto Pramono mendapatkan kepastian dan ketenangan hati atas keberadaan orang tercintanya.
Dengan demikian, berita mengenai hilangnya Heri Yanto Pramono di Hutan Nambo Girang akan terus diperbarui seiring perkembangan informasi terbaru dari lapangan. (jul/stch/dda)
















