Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Produksi Beras Banjarnegara Surplus hingga 40 Ribu Ton per Tahun

Surplus Beras Capai 40 Ribu TonSurplus Beras Capai 40 Ribu Ton
PANEN: Para petani saat panen raya serentak nasional di Banjarnegara di area persawahan Desa Jenggawur, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Kabupaten Banjarnegara kini semakin kokoh dalam usahanya menuju swasembada pangan, terutama di sektor beras.

Dalam dua tahun terakhir, terjadi perluasan lahan tanam padi yang mencapai sekitar 2.000 hektare, sehingga daerah ini diproyeksikan akan mengalami surplus beras hingga mencapai 40 ribu ton per tahun.

Data dari Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Banjarnegara mencatat bahwa luas tanam padi yang pada tahun 2024 berada di kisaran 25.500 hektare, diperkirakan akan meningkat lebih dari 27.500 hektare pada 2025.

Pertambahan luas lahan tersebut memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi gabah di Banjarnegara.

Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, Peternakan, dan Ketahanan Pangan Banjarnegara, Firman Satpa Adi menjelaskan bahwa peningkatan luas tanam ini merupakan kunci bagi tercapainya ketahanan pangan di wilayah ini, khususnya untuk komoditas beras.

“Dari sisi data, Banjarnegara sudah berada di jalur yang tepat. Produksi padi kita mencukupi kebutuhan lokal, bahkan surplus,” ujar Firman saat ditemui oleh awak media pada Sabtu (7/2/2026).

Menurut Firman, dengan luas tanam yang ada saat ini, Banjarnegara mampu memproduksi sekitar 176 ribu ton gabah kering giling per tahun. Hal ini setara dengan kurang lebih 120 ribu ton beras.

Sementara itu, kebutuhan konsumsi masyarakat Banjarnegara diperkirakan hanya berkisar pada angka 80 ribu ton per tahun.

Dengan populasi penduduk sekitar satu juta jiwa dan konsumsi rata-rata sebesar 1,75 ons per orang per hari, kebutuhan beras tahunan hanya mencapai sekitar 80 ribu ton.

“Dengan demikian, ada potensi surplus sekitar 40 ribu ton,” jelasnya.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat dan provinsi melalui berbagai program perluasan dan optimalisasi lahan pertanian.

Dukungan ini termasuk pembangunan irigasi perpipaan dan pompa serta bantuan benih unggul dan alat mesin pertanian.

Selain perluasan lahan, pola tanam petani juga mengalami perubahan signifikan.

Lahan yang sebelumnya hanya bisa ditanami sekali setahun kini mampu panen hingga dua atau tiga kali dalam setahun.

“Optimalisasi lahan menjadi faktor penting. Kalau dulu satu tahun satu kali panen, sekarang bisa dua bahkan tiga kali,” tambah Firman.

Dengan kondisi ini, Banjarnegara tidak hanya dinilai mampu memenuhi kebutuhan beras warganya sendiri namun juga turut berkontribusi terhadap ketahanan pangan regional dan nasional sejalan dengan program swasembada pangan yang terus didorong oleh pemerintah pusat.

Di tengah sawah Desa Jenggawur Kecamatan Banjarmangu tampak para petani sibuk melaksanakan panen raya serentak nasional di Kabupaten Banjarnegara.

Momen tersebut menjadi bukti nyata bahwa upaya swasembada pangan di daerah ini telah membuahkan hasil positif.

Banjarnegara menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan perluasan lahan serta penerapan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak dan upaya kolaboratif antara pemerintah daerah serta para petani lokal cita-cita untuk mencapai swasembada beras bukan lagi sekadar impian tetapi sebuah kenyataan yang mulai terwujud.

Para petani di daerah ini tidak hanya menggantungkan hasil kerja keras mereka pada alam tetapi juga memanfaatkan teknologi irigasi modern dan penggunaan benih unggul untuk memastikan hasil panen mereka maksimal setiap musimnya.

Dengan keberhasilan ini Kabupaten Banjarnegara mengirimkan pesan optimisme kepada seluruh Indonesia bahwa ketahanan pangan dapat dicapai melalui kerjasama sinergis antara pemerintah petani dan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dalam bidang pertanian dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.(jud/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Peserta dapat melakukan cek status BPJS Kesehatan melalui aplikasi Mobile JKN yang tersedia di Google Play Store maupun App Store secara resmi

Cara Cek Status BPJS Kesehatan dan Mengaktifkan PBI Nonaktif Secara Online

Berita Selanjutnya
Hamil Anak Pertama

Chelsea Islan Hamil Anak Pertama, Pamer Baby Bump di Media Sosial