Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Program Cek Kesehatan Gratis Banyumas Baru Capai 7,6 Persen, Masih Jauh dari Target Nasional

Capaian ckg banyumas baru 7,6 persenCapaian ckg banyumas baru 7,6 persen

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Realisasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digulirkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas masih tergolong rendah. Hingga 24 Mei 2025, cakupan program baru menjangkau 7,6 persen dari total populasi Banyumas yang mencapai sekitar 1,8 juta jiwa.

Angka ini masih jauh tertinggal dari target nasional yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kementerian Kesehatan, yakni sebesar 36 persen populasi harus sudah mendapatkan akses layanan pemeriksaan kesehatan dasar hingga akhir tahun 2025.

Hingga saat ini, sebanyak 141.990 warga telah mendaftarkan diri untuk mengikuti layanan ini.

Dari jumlah tersebut, 138.030 orang telah menjalani pemeriksaan kesehatan, sedangkan sisanya masih dijadwalkan ulang melalui sistem janji temu digital yang disediakan Dinas Kesehatan.

Menurut Anwar Hudiono, Ketua Tim Program CKG dari Dinkes Banyumas, rendahnya capaian ini sebagian besar disebabkan oleh kesulitan menjangkau kelompok usia produktif, yaitu masyarakat dengan rentang usia 15 hingga 59 tahun.

“Kelompok usia 15–59 tahun ini mayoritas bekerja. Mereka berangkat pagi, pulang malam. Tidak mudah mengajak mereka ikut periksa,” ungkap Anwar saat ditemui di Kantor Dinkes Banyumas.

Situasi ini membuat partisipasi program cenderung didominasi oleh lansia, ibu rumah tangga, serta kelompok non-produktif lainnya yang lebih mudah dijangkau di waktu kerja pelayanan kesehatan.

Anwar juga menjelaskan bahwa meskipun kegiatan sudah berjalan hampir setengah tahun, laju pertambahan partisipan hanya sekitar tiga persen per bulan.

Angka yang dinilai belum cukup signifikan untuk mengejar sisa target yang masih sangat besar.

Lebih lanjut, kelompok usia remaja dan pelajar yang merupakan bagian penting dari target sasaran CKG belum bisa diikutsertakan secara optimal.

Dinas Kesehatan merencanakan pelaksanaan CKG di lingkungan sekolah baru dimulai pada bulan Juli mendatang.

“Kita belum bisa menyasar pelajar sekarang, baru bisa mulai bulan Juli,” ujar Anwar.

Infografis capaian ckg banyumas

Program Cek Kesehatan Gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendorong deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, hingga kelainan metabolik, yang selama ini kerap luput terdeteksi pada masyarakat usia produktif.

Dengan tingkat partisipasi yang masih rendah, Dinkes Banyumas kini tengah mempertimbangkan strategi tambahan, termasuk pelayanan di akhir pekan, kerja sama dengan perusahaan, serta perluasan titik layanan melalui Puskesmas keliling atau mobil layanan kesehatan.

Target nasional yang mencapai 36 persen cakupan populasi menjadi tantangan besar bagi Banyumas.

Untuk mencapai angka tersebut, Dinkes perlu menjangkau lebih dari 500.000 warga hingga akhir tahun 2025, atau sekitar 360.000 orang lagi dalam waktu sekitar tujuh bulan ke depan.

Pemeriksaan dalam program CKG ini meliputi pengukuran tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, indeks massa tubuh, dan konseling gizi serta gaya hidup sehat.

Semua layanan diberikan secara gratis dan tidak memerlukan BPJS atau surat rujukan dari fasilitas kesehatan.

Anwar berharap, dengan keterlibatan lintas sektor dan partisipasi aktif dari masyarakat, capaian program dapat ditingkatkan secara signifikan dalam waktu dekat.

Namun tantangannya tidak ringan. Selain kendala waktu masyarakat, juga terdapat kurangnya kesadaran kolektif tentang pentingnya deteksi dini, terutama di kalangan usia muda dan dewasa produktif.

Padahal, kebiasaan hidup tidak sehat pada usia muda bisa berdampak pada beban penyakit kronis di masa depan.

Pemerintah daerah menekankan bahwa akses kesehatan gratis ini bukan hanya soal layanan, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang untuk menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular, serta menekan beban pembiayaan kesehatan secara keseluruhan.

Dalam waktu dekat, Dinkes Banyumas juga akan memanfaatkan momentum kegiatan sosial dan keagamaan untuk menggelar pemeriksaan massal, termasuk menyasar pasar, tempat ibadah, dan pusat keramaian lainnya.

Dengan strategi ini, diharapkan lebih banyak warga Banyumas, khususnya kelompok usia produktif, tergerak untuk memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis, yang pada akhirnya akan mempercepat pencapaian target nasional pada akhir tahun depan. (alw/stch)

Berita Sebelumnya
Hilal zulhijah dipantau di 114 titik

Kemenag Pantau Hilal Zulhijah di 114 Lokasi, Penentuan Iduladha 2025 Digelar Lewat Sidang Isbat

Berita Selanjutnya
Spmb jateng fokus pada domisili, dprd himbau calon siswa dan orang tua ikut aktif

SPMB Jawa Tengah 2025 Gunakan Sistem Domisili, DPRD Minta Orang Tua Proaktif Ikuti Informasi