BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) demi menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Di Kecamatan Sumpiuh, program ini kini tak lagi hanya menyasar anak sekolah, tetapi juga menjangkau kelompok masyarakat rentan yang tergolong dalam kategori B3, yaitu balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Saat ini, sebanyak 296 calon penerima manfaat dari kelompok B3 sedang dalam tahap verifikasi data. Mereka tersebar di seluruh desa dan kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Sumpiuh.
“Mereka berasal dari berbagai wilayah. Pendataan dan verifikasi sedang kami lakukan secara menyeluruh agar penyalurannya tepat sasaran,” jelas Camat Sumpiuh, Ahmad Suryanto, Jumat (30/5).
Ahmad menekankan bahwa salah satu syarat penerima manfaat program MBG adalah ibu hamil yang telah melahirkan namun masih memberikan ASI eksklusif.
Kelompok ini tetap berhak menerima bantuan, karena kebutuhan gizi selama masa menyusui tidak kalah penting dibanding masa kehamilan.
Menurutnya, perluasan program MBG ke kelompok B3 merupakan bagian dari upaya sistematis pemerintah dalam mencegah stunting sejak awal kehidupan.
Program ini tidak hanya memberikan makanan siap santap, tetapi juga menu bergizi yang terukur dan sesuai dengan standar kesehatan gizi ibu dan anak.
“Penyaluran MBG untuk kelompok B3 dijadwalkan setiap hari Selasa dan Kamis,” ujarnya lebih lanjut.
Dalam pelaksanaan teknis, distribusi makanan dilakukan melalui koordinasi lintas sektor. Unit Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja sama dengan forkompimcam, desa, dan kelurahan untuk memastikan makanan bisa sampai langsung ke tangan penerima manfaat.
Pihak kecamatan juga telah menyiapkan skema distribusi khusus untuk memastikan proses berjalan lancar.
Fasilitas dapur umum terdekat dimanfaatkan untuk memproduksi makanan, kemudian hasil olahan tersebut langsung didistribusikan ke rumah-rumah penerima manfaat atau titik-titik yang telah ditentukan.
Program MBG di Sumpiuh disambut antusias oleh masyarakat. Para ibu penerima manfaat merasa sangat terbantu, terutama dalam mencukupi kebutuhan gizi sehari-hari tanpa harus menambah beban ekonomi keluarga.
“Ini program yang bagus dan sangat membantu. Mudah-mudahan terus berlanjut,” ujar salah satu warga penerima manfaat.
Selain memberikan bantuan makanan, program MBG juga menjadi sarana edukasi. Penerima manfaat memperoleh informasi penting seputar nutrisi selama kehamilan dan masa menyusui, yang merupakan masa-masa krusial bagi tumbuh kembang anak.
Jika implementasi program ini berjalan efektif dan menunjukkan dampak positif, maka model distribusi dan mekanisme pelaksanaannya akan dijadikan acuan untuk wilayah lain di Banyumas.
Pemerintah juga membuka ruang untuk pengembangan cakupan sasaran, agar bantuan pangan bergizi ini dapat menjangkau lebih banyak kelompok yang membutuhkan di masa mendatang.
Langkah strategis yang dilakukan di Kecamatan Sumpiuh ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan solusi jangka panjang terhadap masalah kekurangan gizi dan stunting, sekaligus mendorong kesetaraan akses nutrisi bagi kelompok rentan. (fij/stch)
















