BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Di Kabupaten Banyumas, terdapat sebuah komitmen kuat untuk memastikan semua anak mendapatkan akses pendidikan yang mudah dan merata.
Inisiatif ini terwujud melalui program Pasti Sekolah, yang dipimpin oleh Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono.
Ia memiliki visi ambisius untuk menjadikan Purwokerto sebagai pusat pendidikan kedua di Jawa Tengah.
Menurutnya, potensi yang ada saat ini sangat mendukung untuk mewujudkan mimpi tersebut.
“Kebetulan Purwokerto, Banyumas dari dulu sudah terkenal sebagai pusatnya pendidikan dan pariwisata. Sehingga kami sangat mendorong Kabupaten Banyumas menjadi tujuan pendidikan kedua di Jawa Tengah,” ungkapnya.
Dengan semangat tersebut, sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas utama dalam kepemimpinannya.
Di tengah tantangan kebijakan efisiensi anggaran yang kerap menghambat perkembangan sektor publik, Bupati Sadewo berkomitmen untuk terus mencari alternatif sumber pendanaan.
Ia tidak hanya bergantung pada anggaran dari pemerintah daerah, tetapi juga mengeksplorasi berbagai skema pendanaan dari pemerintah provinsi maupun pusat.
“Kegiatan revitalisasi satuan pendidikan tahun 2025 mencakup 34 satuan pendidikan mulai dari TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK,” jelasnya.
Program Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah ini bukan sekadar tentang pembangunan fisik.
Lebih dari itu, ia merupakan investasi jangka panjang yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Banyumas.
“Kegiatan ini difokuskan kepada rehabilitasi pembangunan ruang baru, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti laboratorium perpustakaan, toilet dan sarana sanitasi,” tambahnya.
Pelaksanaan program revitalisasi pendidikan ini didasarkan pada Instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 7 tahun 2025 yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan.
“Serta digitalisasi pembelajaran, dengan dasar tersebut kami berharap upaya ini mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih cepat, merata dan berkeadilan,” paparnya lebih lanjut.
Pemkab Banyumas menunjukkan komitmennya untuk tidak membiarkan satu anak pun tertinggal dalam mendapatkan akses pendidikan melalui program Pasti Sekolah.
“Untuk mewujudkan akses pendidikan tersebut, kami menghadirkan program bus sekolah gratis Banyumas. Bus sekolah ini tidak hanya diperuntukkan bagi para siswa, tetapi juga melayani para guru sehingga dapat mendukung kelancaran proses belajar mengajar,” ujarnya.
Program bus sekolah ini sangat penting terutama bagi siswa-siswa yang tinggal di wilayah perbatasan atau daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh transportasi umum reguler.
Lebih jauh lagi, Bupati menambahkan bahwa pemilik sekolah yang jumlahnya mencapai 78 orang akan diberikan motor untuk menunjang peningkatan pendidikan serta melakukan pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS).
“Duitnya dari mana? Salah satunya adalah anggaran dari jatah mobil dinas bupati yang tidak akan saya ambil selama saya menjabat,” terangnya dengan tegas.
Dalam hal penanganan ATS, Sadewo berharap dapat mendorong pemanfaatan pendidikan non-formal sebagai garda terdepan dalam pengentasan masalah tersebut.
Melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), fokus utama akan diletakkan pada peningkatan keterampilan hidup bagi anak-anak tersebut.
“Kalau anaknya hobinya pelihara kambing, kita bantu usaha kambingnya. Kalau ayam kita bantu ayam,” ucapnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof Abdul Mu’ti juga menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kesulitan terutama akibat bencana alam.
Saat ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14 triliun untuk menangani 11.744 satuan pendidikan dengan prioritas pada sekolah-sekolah terdampak bencana serta yang berada di daerah tertinggal dan terluar.
“Kami mengajukan tambahan anggaran perubahan 2026 untuk 60 ribu satuan pendidikan dengan total anggaran mencapai Rp 76 triliun,” kata Abdul Mu’ti setelah meresmikan revitalisasi satuan pendidikan se-Kabupaten Banyumas pada Sabtu, 25 April 2026 di Pendopo Si Panji.
Abdul Mu’ti juga menegaskan bahwa tidak ada pemotongan anggaran pendidikan untuk program MBG (Masyarakat Berwirausaha Mandiri).
“Tidak benar jika anggaran pendidikan dipotong untuk MBG,” jelasnya menanggapi isu yang berkembang di masyarakat.
Dengan langkah-langkah strategis seperti itu, program Pasti Sekolah diharapkan bisa membawa dampak positif bagi dunia pendidikan di Kabupaten Banyumas dan menjadikan daerah ini sebagai model dalam pelayanan edukasi yang berkualitas. (*/stch/dda)
















