Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Fakta Manfaat Memakan Wortel Sehari-Hari Pada Mata Minus Menurut Dokter

Mata Dan WortelMata Dan Wortel

BANYUMASEKSPRES.ID, Wortel sudah lama dikenal sebagai salah satu makanan yang baik untuk kesehatan mata. Kandungan vitamin A di dalamnya membuat sayuran berwarna oranye ini kerap dikaitkan dengan kemampuan menjaga fungsi penglihatan.

Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang percaya bahwa rutin mengonsumsi wortel dapat membantu mengurangi mata minus atau mencegah kondisinya semakin parah.

Namun, benarkah anggapan tersebut sesuai dengan fakta medis? Beberapa waktu lalu, dokter spesialis mata memberikan penjelasan mengenai hubungan antara konsumsi wortel dan gangguan mata minus atau miopia.

Hasilnya menunjukkan bahwa manfaat wortel untuk mata memang nyata, tetapi tidak seperti yang selama ini banyak dipercaya.

Lalu, apa sebenarnya manfaat wortel bagi kesehatan mata dan apa penyebab utama mata minus? Berikut penjelasan selengkapnya.

Wortel Baik untuk Kesehatan Mata, tetapi Tidak Mengurangi Minus

Dokter Spesialis Mata Mayapada Eye Centre, dr. Ucok P. Pasaribu, SpM(K), menjelaskan bahwa wortel memang merupakan salah satu makanan yang baik untuk menjaga kesehatan mata.

Inilah Manfaat Memakan Wortel Bagi Kesehatan Mata

Hal ini karena wortel mengandung vitamin A yang berperan penting dalam mendukung fungsi penglihatan. Selain itu, inilah sejumlah tips hidupkan pola hidup sehat agar tetap terjaga bgar di masa tua.

Vitamin A membantu menjaga kesehatan kornea, mendukung fungsi retina, serta berperan dalam kemampuan mata melihat pada kondisi minim cahaya.

Kekurangan vitamin A diketahui dapat meningkatkan risiko gangguan penglihatan, terutama rabun senja.

Meski demikian, manfaat tersebut bukan berarti konsumsi wortel mampu mengurangi atau menyembuhkan mata minus.

Menurut dr. Ucok, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa makan wortel dapat menurunkan tingkat minus seseorang ataupun menghentikan perkembangannya.

Dengan kata lain, mengonsumsi wortel tetap dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat, tetapi bukan sebagai terapi untuk mengatasi miopia.

Apa Penyebab Mata Minus?

Mata minus atau miopia terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata difokuskan di depan retina, bukan tepat pada retina. Akibatnya, objek yang berada pada jarak jauh terlihat buram.

Selama bertahun-tahun, faktor genetik dianggap sebagai penyebab utama seseorang mengalami mata minus.

Anak yang memiliki orang tua dengan riwayat miopia memang memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Namun, perkembangan gaya hidup modern telah mengubah pola tersebut.

Aktivitas yang mengharuskan mata terus-menerus fokus pada jarak dekat kini dinilai menjadi salah satu faktor yang semakin berperan terhadap meningkatnya kasus miopia.

Screen Time Berlebihan Meningkatkan Risiko Miopia

Menurut penjelasan dr. Ucok, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama kini menjadi salah satu faktor risiko utama yang memicu bertambahnya kasus mata minus.

Kebiasaan menatap layar ponsel, tablet, komputer, maupun perangkat elektronik lainnya dalam durasi panjang membuat mata bekerja lebih keras untuk fokus pada objek berjarak dekat.

Kondisi ini dapat meningkatkan ketegangan mata dan berkontribusi terhadap perkembangan miopia, terutama pada anak-anak dan remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

Perubahan gaya hidup digital juga membuat aktivitas di luar ruangan menjadi semakin berkurang.

Padahal, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa paparan cahaya alami saat beraktivitas di luar rumah membantu menurunkan risiko perkembangan mata minus pada anak.

Karena itu, menjaga keseimbangan antara penggunaan perangkat digital dan aktivitas luar ruangan menjadi salah satu langkah yang banyak dianjurkan oleh para ahli.

Cara Menjaga Kesehatan Mata Selain Makan Wortel

Mengonsumsi makanan bergizi tetap penting untuk menjaga kesehatan mata secara keseluruhan. Selain wortel, berbagai sayuran hijau dan ikan yang kaya asam lemak omega-3.

Kemudian, telur, buah-buahan, dan kacang-kacangan juga mengandung nutrisi yang mendukung fungsi penglihatan.

Namun, menjaga kesehatan mata tidak cukup hanya mengandalkan pola makan. Masyarakat juga disarankan membatasi penggunaan gadget secara berlebihan, terutama tanpa jeda dalam waktu lama.

Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan adalah aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi ketegangan pada mata akibat penggunaan perangkat digital.

Selain itu, pemeriksaan mata secara berkala juga penting dilakukan, terutama bagi mereka yang sudah menggunakan kacamata atau memiliki riwayat gangguan penglihatan dalam keluarga.

Jangan Mudah Percaya Mitos

Anggapan bahwa wortel dapat mengurangi mata minus merupakan salah satu mitos yang masih banyak dipercaya hingga kini.

Meski memiliki manfaat besar untuk menjaga kesehatan mata, wortel tidak dapat mengubah struktur bola mata maupun memperbaiki kelainan refraksi yang menjadi penyebab miopia.

Oleh karena itu, apabila mengalami mata minus yang semakin bertambah atau mulai merasakan gangguan penglihatan, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis mata.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu menentukan penanganan yang tepat sekaligus mencegah gangguan penglihatan berkembang menjadi lebih berat.

Menjaga pola hidup sehat, membatasi screen time, mengonsumsi makanan bergizi, serta rutin memeriksakan kesehatan mata menjadi langkah terbaik mempertahankan kualitas penglihatan dalam jangka panjang. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Solo Traveling

Kota Paling Aman Untuk Solo Traveling Pemula 2026

Berita Selanjutnya
70 Persen Depot Air Minum Terkontaminasi Bakteri

70 Persen Depot Air Isi Ulang Terkontaminasi Bakteri, Kemendag Minta Pelaku Usaha Patuhi Aturan