Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Resmi! 3,5 Juta Siswa SMA Ikuti TKA 2025, Simak Jadwal dan Syaratnya

3,5 juta siswa sma akan ikuti asesmen3,5 juta siswa sma akan ikuti asesmen
Ilustrasi TKA siswa SMA

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Persiapan untuk pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa tingkat SMA dan sederajat semakin dimatangkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

TKA ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 3-4 November 2025 dengan jumlah peserta yang telah terdaftar mencapai angka 3,5 juta siswa.

Angka ini menunjukkan antusiasme besar dari para siswa di seluruh Indonesia untuk mengikuti asesmen penting ini.

Handaru Catu Bagus, Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Pusat Penilaian Pendidikan Kemendikdasmen, menjelaskan bahwa sistem TKA dirancang agar mirip dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang sudah rutin dilaksanakan sebelumnya.

“Secara sistem mirip dengan ANBK. Jadi kalau dibilang berapa persen kesiapan, kami menyebutnya sudah di kisaran 90 persen,” ujar Handaru dalam wawancaranya pada Jumat (17/10).

Sebanyak 3.518.167 calon peserta dari 43.918 satuan pendidikan telah mendaftar melalui situs resmi Kemendikdasmen.

Data ini diperoleh dari penutupan pendaftaran pada 5 Oktober 2025. Peserta yang terdaftar berasal dari SMA, SMK, dan madrasah yang memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) serta Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang valid.

“Kami masih menunggu laporan kesiapan sampai 17 Oktober ini. Setelah itu baru kami bisa memetakan dan melakukan mitigasi terhadap potensi kendala,” tambah Handaru.

Kemendikdasmen juga telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengatasi kendala teknis yang mungkin terjadi selama pelaksanaan TKA.

Salah satu kendala yang dipersiapkan adalah gangguan mati listrik. Jika listrik padam dan waktu masih memungkinkan, tes akan dilanjutkan dengan tambahan waktu toleransi.

Namun jika gangguan terus terjadi hingga tes susulan pada 23-27 November 2025, maka peserta tidak dapat mengikuti ujian ulang lagi.

“Kalau mati lampu dan waktunya masih ada, tes tetap bisa dilanjutkan dengan tambahan waktu toleransi. Kalau memang tidak bisa, akan ada jadwal susulan pada 23-27 November 2025,” jelas Handaru lebih lanjut.

“Misalnya kalau mati listrik saat ujian susulan, ya sudah tidak bisa. Peserta tinggal menggunakan data yang sudah terekam sebelumnya,” tambahnya dengan nada tegas.

Pelaksanaan TKA diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 9 Tahun 2025.

Hasil dari tes ini akan digunakan untuk berbagai keperluan strategis, seperti seleksi masuk ke jenjang pendidikan berikutnya, penyetaraan pendidikan nonformal, serta seleksi akademik lembaga kedinasan dan BUMN.

Setelah pelaksanaan TKA berjalan lancar, Kemendikdasmen berharap instansi-instansi seperti Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), sekolah kedinasan lainnya dan BUMN dapat memanfaatkan hasil TKA ini sebagaimana dahulu mereka menggunakan hasil Ujian Nasional.

“Hasil TKA juga bisa digunakan sebagai portofolio akademik siswa,” terang Handaru optimis.

Portofolio tersebut sangat penting terutama bagi lulusan SMK yang ingin melanjutkan studi atau melamar pekerjaan di masa depan.

Dengan persiapan matang ini, Kemendikdasmen berupaya memastikan bahwa pelaksanaan TKA perdana dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Langkah-langkah mitigasi juga telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan masalah teknis maupun logistik yang mungkin terjadi.

Optimisme tinggi menyelimuti proses persiapan menjelang hari pelaksanaan asesmen nasional tersebut.

Keberhasilan dalam penyelenggaraan TKA ini diharapkan dapat menjadi tonggak penting dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional Indonesia. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Rahasia tampil cantik ala gussy salon

Gussy Salon Purwokerto: Tempat Perawatan Kecantikan Favorit dengan Layanan Lengkap

Berita Selanjutnya
Mengenal ospek definisi sejarah dan manfaat bagi mahasiswa baru 1200x675

Bank Syariah Indonesia Buka Beasiswa 3 Juta per Semester, Cek di Sini