BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong transformasi digital bagi pelaku usaha melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing UMKM Indonesia di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat dan persaingan bisnis yang kian ketat.
Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan, pemanfaatan AI bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan telah menjadi kebutuhan bagi dunia usaha.
Menurutnya, pelaku UMKM perlu mulai mengadopsi teknologi digital agar mampu meningkatkan kualitas layanan, mempercepat proses bisnis, sekaligus memperluas peluang usaha di berbagai sektor.
Maman meyakini penggunaan AI akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM di Indonesia.
Dengan teknologi tersebut, pelaku usaha dapat mengelola bisnis secara lebih efisien, mulai dari pemasaran, pelayanan pelanggan, pengelolaan keuangan, hingga analisis kebutuhan pasar.
AI dinilai mampu membantu pelaku UMKM bekerja lebih cepat dan lebih tepat dalam mengambil keputusan bisnis.
“Produktivitas UMKM di Tanah Air akan meningkat ketika mereka sudah memanfaatkan AI dalam berbagai aktivitas usahanya. AI tidak lagi menjadi teknologi masa depan, tetapi sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing,” ujar Maman, Kamis (9/7/2026).
Ia menjelaskan, tingkat adopsi teknologi AI di Indonesia sebenarnya sudah cukup tinggi dan mencapai sekitar 92 persen.
Namun, pemanfaatan AI di kalangan pelaku UMKM masih tergolong rendah.
Berdasarkan data yang dimiliki pemerintah, sekitar 90 persen pengusaha belum mampu mengoptimalkan teknologi tersebut dalam menjalankan usahanya.
Rendahnya pemanfaatan AI menjadi tantangan yang harus segera diatasi agar UMKM tidak tertinggal dalam persaingan global.
Karena itu, pemerintah menilai perlu adanya intervensi melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan pendampingan agar pelaku usaha semakin memahami manfaat teknologi digital bagi perkembangan bisnis mereka.
Menurut Maman, jumlah UMKM di Indonesia yang mencapai puluhan juta unit usaha tidak mungkin dilayani menggunakan pendekatan konvensional.
Oleh sebab itu, pemerintah terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai komunitas digital, perusahaan teknologi, serta lembaga terkait guna memperluas literasi digital dan mempercepat transformasi teknologi di sektor UMKM.
Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah kepada pelaku usaha sekaligus mempercepat penyampaian berbagai program bantuan dan pembinaan.
Selain mendorong penggunaan AI, Maman mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto juga memberikan arahan agar pemerintah terus memperkuat narasi besar mengenai keadilan ekonomi dan keadilan sosial.
Salah satu fokus utamanya adalah memperkecil kesenjangan antara pengusaha besar dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pemerataan akses teknologi, pembiayaan, serta peluang usaha.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kementerian UMKM memperkenalkan platform digital bernama SAPA UMKM.
Platform ini dirancang sebagai basis data tunggal sekaligus superapp yang mengintegrasikan berbagai layanan publik bagi pelaku UMKM dalam satu ekosistem digital.
Melalui SAPA UMKM, pelaku usaha nantinya dapat mengakses berbagai program pemerintah secara lebih mudah dan terintegrasi.
Layanan tersebut mencakup Program PRO-KESRA, Holding UMKM, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kredit Usaha Rakyat (KUR), program kemitraan, hilirisasi usaha, formalisasi usaha, hingga akses terhadap pembiayaan, pendidikan, pelatihan, pemasaran, dan berbagai bentuk pendampingan lainnya.
Kehadiran SAPA UMKM diharapkan mampu mempercepat proses pelayanan kepada pelaku usaha sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah.
Dengan sistem yang terintegrasi, data pelaku UMKM dapat dikelola secara lebih akurat sehingga kebijakan yang disusun menjadi lebih tepat sasaran.
Pemerintah optimistis pemanfaatan teknologi AI yang didukung platform digital seperti SAPA UMKM akan menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat ekosistem UMKM nasional.
Melalui transformasi digital yang lebih merata, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing, memperluas pasar, menciptakan inovasi, serta memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. (*/stch/dda)














