Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Sapi 200 Kg Terperosok ke Septic Tank di Banyumas, Damkar Lakukan Evakuasi Dramatis

Terperosok, Sapi Terjebak Septic TankTerperosok, Sapi Terjebak Septic Tank
EVAKUASI: Proses evakuasi sapi milik warga Desa Sambirata, Cilongok yang terperosok ke septictank sedalam 2,5 meter, Senin (19/1)

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Dalam sebuah insiden dramatis, seekor sapi milik warga Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, berhasil diselamatkan setelah terperosok ke dalam septic tank sedalam sekitar 2,5 meter pada Senin (19/1).

Hewan ternak tersebut milik Kasidi, seorang warga berusia 60 tahun. Kejadian ini bermula ketika sapi itu lepas dari ikatannya sekitar pukul 09.00 WIB.

Dengan bobot mencapai dua kuintal atau 200 kilogram, sapi tersebut kemudian jatuh ke dalam septic tank yang memiliki diameter satu meter di RT 04 RW 03 Desa Sambirata.

Pada awalnya, warga sekitar berusaha mengevakuasi sapi tersebut secara gotong royong.

Namun usaha mereka tidak membuahkan hasil karena berat badan sapi yang cukup besar serta sempitnya lubang septic tank menjadi hambatan utama.

Istri Kasidi kemudian berteriak meminta pertolongan lebih lanjut. Tidak lama setelah itu, anak Kasidi segera memanggil warga setempat dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Banyumas.

Andaru Budilaksono, Kepala UPT Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Banyumas, menjelaskan bahwa timnya langsung menerjunkan Regu 1 Damkar Induk ke lokasi begitu menerima laporan.

“Evakuasi sapi dengan bobot sekitar dua kuintal ini memerlukan teknik khusus dan peralatan penunjang,” ungkap Andaru.

Ia menambahkan bahwa proses penyelamatan juga melibatkan Satuan Tugas Linmas, perangkat desa, RAPI Cilongok serta warga setempat.

Proses evakuasi dimulai pada pukul 11.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 12.40 WIB. Berkat kerja sama semua pihak yang terlibat, sapi berhasil diangkat dalam kondisi selamat dari jebakan septic tank tersebut.

Seluruh rangkaian penyelamatan berjalan dengan aman dan tidak ada petugas maupun warga yang mengalami cedera selama proses berlangsung.

“Alhamdulillah evakuasi berjalan lancar, sapi berhasil diselamatkan dan tidak ada korban luka dalam proses penanganan,” kata Andaru menutup komentarnya.

Kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapan warga dan aparat dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Gotong royong dan koordinasi antara masyarakat dengan petugas pemerintah terbukti efektif dalam menyelesaikan masalah yang muncul secara tiba-tiba.

Di tengah suasana lega setelah selesainya operasi penyelamatan yang sukses itu, terlihat jelas bahwa kolaborasi antara berbagai elemen masyarakat adalah kunci keberhasilan dalam situasi darurat seperti ini. (zet/dda)

Berita Sebelumnya
Perpindahan Kantor Tunggu Pergantian Kades

Perpindahan Kantor Desa Brecek Purbalingga Ditunda, Tunggu Pergantian Kades Baru

Berita Selanjutnya
Cek Bansos

Cara Cek Penerima Bansos BPNT 2026, Bantuan 600 Ribu Cair Bertahap