BANYUMASEKSPRES.ID, Samsung semakin menunjukkan tanda-tanda akan segera merilis ponsel lipat premium terbarunya, yakni Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Perangkat ini baru saja muncul dalam database sertifikasi Bluetooth SIG, sebuah tahapan yang biasanya menjadi sinyal bahwa proses peluncuran produk sudah semakin dekat.
Kehadiran sertifikasi tersebut sekaligus memperkuat berbagai bocoran yang sebelumnya beredar mengenai perubahan strategi Samsung untuk lini ponsel lipat andalannya.
Tidak hanya membawa peningkatan spesifikasi, perusahaan asal Korea Selatan itu juga dikabarkan akan menghadirkan skema penamaan baru untuk seri Galaxy Z Fold.
Sertifikasi Bluetooth Perkuat Jadwal Peluncuran
Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra terdaftar dalam sertifikasi Bluetooth SIG dengan beberapa nomor model yang ditujukan untuk operator besar di Jepang.
Menariknya, daftar tersebut secara jelas menampilkan nama “Galaxy Z Fold 8 Ultra”, sehingga memperkuat dugaan bahwa Samsung menggunakan Ultra pada generasi terbaru perangkat lipatnya.

Kemunculan sertifikasi ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum sebuah smartphone dipasarkan secara global. Selain Samsung, terdapat Xiaomi 18 yang akan segera hadir menambah persaingan gadget Flagship.
Oleh karena itu, banyak pengamat meyakini bahwa proses peluncuran resmi perangkat sudah tinggal menunggu waktu.
Sejumlah laporan menyebutkan Samsung akan memperkenalkan Galaxy Z Fold 8 Ultra dalam acara Galaxy Unpacked yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juli 2026.
Ajang tersebut diperkirakan menjadi panggung utama Samsung untuk memperkenalkan berbagai perangkat terbaru, termasuk lini smartphone lipat generasi berikutnya.
Samsung Siapkan Strategi Penamaan Baru
Selain menghadirkan peningkatan fitur, Samsung juga dikabarkan melakukan perubahan pada strategi penamaan produk foldable mereka.
Berdasarkan berbagai rumor yang beredar, penerus Galaxy Z Fold 7 kemungkinan besar tidak lagi menggunakan nama Galaxy Z Fold 8, melainkan berganti menjadi Galaxy Z Fold 8 Ultra.
Sementara itu, nama Galaxy Z Fold 8 disebut-sebut akan digunakan untuk model berbeda yang mengusung desain layar lebih lebar.
Langkah tersebut diyakini sebagai upaya Samsung untuk membedakan varian premium dengan model yang menawarkan pendekatan desain baru. Strategi ini dinilai mampu memperjelas segmentasi produk.
Varian Ultra akan diposisikan sebagai perangkat dengan spesifikasi tertinggi, sedangkan model reguler lebih menonjolkan inovasi desain dan pengalaman penggunaan yang berbeda.
Diprediksi Hadir dengan Kamera Lebih Lengkap
Salah satu peningkatan yang paling banyak dibicarakan adalah sektor kamera. Berdasarkan laporan terbaru, Galaxy Z Fold 8 Ultra diperkirakan membawa konfigurasi tiga kamera belakang.
Hal ini tentunya akan menawarkan kemampuan fotografi yang lebih lengkap dibandingkan model standar. Sebaliknya, Galaxy Z Fold 8 versi reguler disebut hanya akan dibekali dua kamera utama.
Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa Samsung ingin memberikan nilai tambah yang jelas bagi pengguna yang memilih varian Ultra.
Walaupun rincian spesifikasi sensornya masih dirahasiakan, keberadaan tiga kamera belakang menjadi sinyal bahwa Samsung menempatkan kemampuan fotografi sebagai daya tarik perangkat premium mereka.
Siap Bersaing dengan iPhone Ultra
Peluncuran Galaxy Z Fold 8 Ultra juga dipandang sebagai langkah strategis Samsung untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar smartphone lipat.
Pasalnya, Apple dikabarkan tengah mempersiapkan perangkat lipat pertamanya yang sementara ini dikenal dengan nama iPhone Ultra.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa perangkat lipat Apple tersebut sudah memasuki tahap pengembangan akhir dan diperkirakan meluncur dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Kehadiran kompetitor baru tentu akan membuat persaingan di segmen smartphone premium semakin menarik.
Dari sisi harga, Samsung diperkirakan masih memiliki peluang untuk menawarkan produk yang lebih kompetitif.
Rumor menyebutkan iPhone Ultra akan dijual sekitar US$2.500 atau setara Rp40,75 juta dengan asumsi kurs Rp16.300 per dolar Amerika Serikat.
Sebagai perbandingan, Samsung Galaxy Z Fold 7 sebelumnya dipasarkan dengan harga sekitar US$2.000 atau sekitar Rp32,6 juta.
Di pasar Indonesia sendiri, perangkat tersebut saat ini masih dibanderol sekitar Rp31,499 juta, sedangkan Galaxy Z Flip 7 dijual mulai Rp20,999 juta.
Melihat selisih harga tersebut, banyak analis memperkirakan Samsung tetap mempertahankan strategi harga yang lebih bersaing agar mampu mempertahankan dominasinya di pasar ponsel lipat premium.
Samsung Berpeluang Mempertahankan Dominasi
Dengan lolosnya Galaxy Z Fold 8 Ultra dari sertifikasi Bluetooth SIG, peluang peluncuran resmi pada Juli 2026 semakin terbuka lebar.
Kehadiran nama Ultra, peningkatan konfigurasi kamera, hingga perubahan strategi penamaan menunjukkan bahwa Samsung tengah menyiapkan penyegaran besar untuk lini smartphone lipatnya.
Apabila seluruh rumor tersebut terbukti benar, Galaxy Z Fold 8 Ultra berpotensi menjadi salah satu perangkat foldable paling premium yang dirilis Samsung tahun ini.
Ditambah strategi harga yang relatif kompetitif, ponsel ini diprediksi mampu menjadi pesaing kuat sebelum Apple benar-benar memasuki pasar smartphone lipat melalui iPhone Ultra. (*/nds)














