Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Stok Ikan Terbatas, Pedagang di Dermaga 3 Cilacap Menghadapi Kenaikan Harga

Cuaca Buruk, Pasokan Ikan TerbatasCuaca Buruk, Pasokan Ikan Terbatas
TRANSAKSI : Pedagang ikan di dermaga 3 Cilacap sedang melayani pembeli yang datang ke kiosnya

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Di Dermaga 3 Cilacap, kondisi cuaca yang tidak menentu dalam dua bulan terakhir telah berdampak signifikan pada aktivitas perikanan lokal.

Para nelayan harian kini banyak yang terpaksa menunda pelayaran mereka akibat angin kencang dan gelombang tinggi yang melanda perairan.

Situasi ini menyebabkan pasokan ikan segar menjadi terbatas, sehingga mengakibatkan lonjakan harga yang cukup mencolok.

Yono, seorang pedagang ikan yang beroperasi di Dermaga 3, menyatakan bahwa situasi ini membuat stok ikan semakin sulit untuk didapatkan.

“Sudah lama nelayan kecil jarang melaut. Ikan segar susah, jadi harga ikut naik. Pembeli juga tidak seramai biasanya,” ungkapnya pada hari Sabtu (21/2).

Pernyataan Yono mencerminkan kekhawatiran banyak pedagang serta pelanggan yang bergantung pada pasokan ikan segar dari para nelayan lokal.

Kenaikan harga ikan menjadi perhatian utama bagi para konsumen di Cilacap. Berdasarkan informasi dari Yono, beberapa jenis ikan mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Misalnya, kakap merah dan kerapu kini dijual dengan harga sekitar Rp 75.000 hingga Rp 80.000 per kilogram.

Ikan kembung layang pun tidak luput dari dampak ini, dengan harga mencapai sekitar Rp 30.000 per kilogram.

Selain itu, cumi dan sotong mengalami kenaikan harga sekitar Rp 5.000 hingga Rp 10.000 per kilogram.

“Karena stoknya terbatas, jadi harga ikan naik,” tegas Yono dengan nada prihatin.

Dalam situasi seperti ini, para pedagang lebih mengandalkan pasokan dari kapal-kapal besar yang melaut dalam waktu lama untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Sayangnya, sebagian besar ikan yang tersedia saat ini adalah stok beku, bukan hasil tangkapan harian yang segar.

Kondisi ini juga berimbas pada sejumlah lapak di sekitar dermaga yang terpaksa tutup sementara karena tidak ada barang untuk dijual kepada pelanggan.

Hal ini menciptakan suasana lesu di kawasan tersebut, dan membuat banyak pedagang harus berpikir keras untuk bertahan dalam situasi yang semakin sulit.

Yono berharap agar cuaca segera membaik agar para nelayan dapat kembali melaut dan pasokan ikan bisa kembali normal seperti sebelumnya.

Ia merasa optimis bahwa jika kondisi cuaca stabil, maka aktivitas perikanan akan pulih dan pelanggan dapat kembali menikmati ikan segar dengan harga yang lebih terjangkau.

Perubahan iklim dan kondisi cuaca ekstrem merupakan isu global yang semakin terasa dampaknya di berbagai sektor, termasuk perikanan.

Di Indonesia, khususnya di daerah pesisir seperti Cilacap, perubahan cuaca dapat memiliki efek domino bagi masyarakat yang bergantung pada laut sebagai sumber penghidupan utama mereka. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Target penyaluran THR ASN 2026 diperkirakan dimulai pada awal Ramadan, sehingga pegawai dapat segera menerima haknya sebelum kebutuhan meningkat.

THR ASN 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal, Komponen, dan Estimasi Besaran per Golongan

Berita Selanjutnya
Prajurit tni

Rekrutmen Bintara TNI AL 2026 Gel. II Dibuka: Jadwal, Syarat, dan Cara Daftarnya