Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Rojali dan Rohana ikut Rambah Sektor Otomotif
Sungai Logawa di wilayah Karanglewas Makin Keruh, Diduga Karena Penggalian Batu di Hulu Sungai
Main Game Fruit Boom Bisa Dapat Saldo DANA Gratis Rp400.000, Cuma Modal HP!

Sungai Logawa di wilayah Karanglewas Makin Keruh, Diduga Karena Penggalian Batu di Hulu Sungai

Sungai logawa makin keruhSungai logawa makin keruh

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Sungai Logawa yang melintasi wilayah Karanglewas di Kabupaten Banyumas kini mengalami perubahan signifikan dalam kualitas airnya. Dulu, sungai ini dikenal dengan kejernihan airnya yang menjadi kebanggaan warga setempat.

Namun sekarang, banyak warga mengeluhkan kondisi air yang semakin keruh setiap harinya dan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Slamet, seorang pedagang berusia 50 tahun yang beraktivitas di sekitar bantaran Sungai Logawa, menyatakan bahwa perubahan warna air sungai telah berlangsung cukup lama.

“Tiap hari emang keruh, dah lama banget begini terus. Kayaknya gegara ada penggalian batu pakai alat berat di hulu sungai. Jadi dampaknya ya ke sini, airnya terus keruh,” ungkap Slamet pada Senin (28/7).

Menurut Slamet, air yang keruh tidak hanya merusak pemandangan tetapi juga mengurangi manfaat sungai bagi warga sekitar.

Sebelumnya, banyak warga memanfaatkan air sungai untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi dan mencuci. Namun kini, aktivitas tersebut terhenti karena kualitas air yang memburuk.

Kondisi serupa dirasakan oleh Jatmiko, warga berusia 37 tahun yang tinggal tak jauh dari aliran sungai. Ia mengamati bahwa selain kualitas air yang menurun, volume air Sungai Logawa juga menjadi tidak stabil.

“Volume air memang sudah nggak stabil, kadang naik-turun. Tapi walaupun mulai masuk musim kemarau, masih bisa ngalirin sawah kok. Cuma ya, anak-anak sekarang udah nggak ada yang mandi di kali. Dulu ramai banget, sekarang sepi. Dampak ekologisnya kena juga, ikan pun kayaknya udah nggak ada,” jelas Jatmiko.

Sungai Logawa dulunya lebih dari sekadar sumber air untuk pertanian; ia adalah bagian penting dari kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Kini dengan kondisinya yang memburuk, akses terhadap sumber daya alam ini semakin terbatas bagi warga.

Jatmiko mengekspresikan harapannya agar kondisi sungai dapat pulih kembali seperti sedia kala meskipun ia menyadari hal itu bukanlah perkara mudah.

“Harapannya ya jernih kembali, walaupun cuma kemungkinan kecil. Tapi setidaknya ada upaya. Soalnya sungai ini dulunya bermanfaat banget buat warga. Sekarang kayaknya udah nggak bisa dinikmati lagi,” tuturnya.

Warga Karanglewas mendesak adanya tindakan nyata dari pihak terkait untuk menertibkan aktivitas di bagian hulu sungai guna mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut.

Mereka berharap agar langkah-langkah konkret segera diambil untuk mengatasi masalah tersebut sehingga Sungai Logawa bisa kembali menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya.

Kondisi Sungai Logawa saat ini memperlihatkan pentingnya kesadaran lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara bijaksana agar keberlanjutannya tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Ketika ditinjau lebih lanjut mengenai dampak kegiatan penambangan di hulu sungai tersebut, beberapa ahli lingkungan menyatakan bahwa penggunaan alat berat dalam kegiatan penggalian dapat menyebabkan erosi tanah dan sedimentasi yang akhirnya mencemari aliran sungai di hilirnya seperti di Karanglewas ini.

Selain itu pencemaran sungai tidak hanya berdampak pada kehidupan manusia tetapi juga mengancam keberadaan ekosistem perairan lokal termasuk populasi ikan serta organisme lain yang bergantung pada kualitas air bersih untuk bertahan hidup.

Penting bagi pemerintah daerah bersama-sama dengan organisasi masyarakat sipil serta pelaku usaha terkait melakukan kajian mendalam terhadap kondisi ini serta mencari solusi inovatif guna memulihkan keseimbangan ekologis sekaligus meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat melalui praktik-praktik berkelanjutan dalam pengelolaan lingkungan mereka sendiri.

Dengan demikian setiap elemen masyarakat perlu bahu-membahu menjaga kelestarian alam demi masa depan bumi kita semua karena apa pun dampaknya selalu dirasakan oleh manusia itu sendiri terutama mereka yg berada paling dekat dengan sumber daya alam tersebut seperti halnya komunitas di sekitar Sungai Logawa ini. (zet/stch)

Berita Sebelumnya
"rojali" dan "rohana" rambah sektor otomotif

Rojali dan Rohana ikut Rambah Sektor Otomotif

Berita Selanjutnya
Peluang mendapatkan saldo dana gratis hingga rp400.000 kini semakin mudah, hanya dengan memainkan game seru bernama fruit boom

Main Game Fruit Boom Bisa Dapat Saldo DANA Gratis Rp400.000, Cuma Modal HP!