Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tiga Atlet Disabilitas Banyumas Lolos Program Pembinaan Jangka Panjang Atlet Potensial Pelatda

Tiga atlet disabilitas lolos pelatdaTiga atlet disabilitas lolos pelatda

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Tiga atlet disabilitas muda dari Banyumas yang masih berstatus pelajar telah berhasil lolos seleksi Program Pembinaan Jangka Panjang Atlet Potensial (PJPAP) yang diadakan oleh National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Provinsi Jawa Tengah.

Ketiga atlet ini adalah Yusuf Maulana dan Najib Abdul Rohman dari cabang olahraga para atletik, serta Naufal Al Farizi dari cabang para bulutangkis. Mereka dinyatakan lolos setelah melewati serangkaian tes fisik dan seleksi yang disesuaikan dengan cabang olahraga masing-masing.

“Prosesnya diawali dengan seleksi fisik, seperti push up, sit up, lompat, lari, dan lain-lain. Setelah itu, ada tes lanjutan sesuai dengan minat cabang olahraga masing-masing,” ujar Wakil Ketua NPCI Banyumas, Selamet Yulianto.

Ketiga atlet ini merupakan bagian dari sembilan pelajar disabilitas yang dikirim oleh NPCI Banyumas untuk mengikuti seleksi pada bulan Mei lalu.

Dari sembilan peserta tersebut, hanya tiga orang yang berhasil lolos dan menerima surat pemanggilan resmi untuk mengikuti pelatihan daerah (pelatda) di Kota Surakarta.

Rencananya, mereka akan mulai bergabung dengan pelatda pada 1 Juli mendatang. Selama masa pelatihan, seluruh kebutuhan para atlet akan ditanggung sepenuhnya oleh NPCI Jawa Tengah.

“Mereka akan tinggal di asrama dengan fasilitas makan yang disediakan, sekolah tetap berjalan, bahkan mereka juga akan mendapatkan insentif bulanan. Dukungan dari orang tua mereka juga sangat besar,” jelas Selamet.

Namun demikian, meskipun telah lolos ke pelatda, perjuangan para atlet ini belum berakhir.

Selama masa pembinaan, mereka akan terus dipantau dan dievaluasi secara ketat. Jika tidak menunjukkan peningkatan yang signifikan, ada kemungkinan mereka bisa terdegradasi.

“Namun jika mereka konsisten dan terus menunjukkan peningkatan, pembinaan akan berlanjut hingga mereka lulus sekolah,” tambahnya.

Sebelum ketiga atlet ini, Banyumas sudah lebih dulu memiliki atlet disabilitas yang dibina oleh NPCI Jateng, yaitu Dede Saefudin dari cabang olahraga para renang. Situasi ini menegaskan bahwa Banyumas memiliki potensi besar dalam dunia olahraga disabilitas.

Secara keseluruhan, NPCI Banyumas saat ini membina 35 atlet di tujuh cabang olahraga paralympic. Cabang-cabang tersebut meliputi para atletik, para renang, bulutangkis, goal ball, catur, boccia, dan tenis meja.

“Di daerah, pembinaan memang terbatas. Tidak semua bisa mengikuti pemusatan latihan. Karena itu, NPCI provinsi hadir untuk memfasilitasi dan menjembatani potensi atlet dari daerah,” pungkas Selamet Yulianto.

Program Pembinaan Jangka Panjang ini bertujuan untuk mendukung perkembangan atlet disabilitas muda agar dapat mengukir prestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

Dengan adanya dukungan penuh dari NPCI Jawa Tengah, diharapkan para atlet ini dapat terus berkembang dan mengharumkan nama daerah serta negara di kancah olahraga paralympic.

Kesempatan ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian diri bagi para atlet muda tetapi juga sebagai langkah awal untuk meraih cita-cita besar di masa depan. (alw/stch)

Berita Sebelumnya
Simulasi angsuran kur bri 2025 dengan cicilan mulai rp500 ribu per bulan

Simulasi Angsuran KUR BRI Rp25 Juta Lengkap dengan Syaratnya, Mulai Rp500 Ribu per Bulan

Berita Selanjutnya
Ditarget turunkan angka hiv aids pelajar

Program Duta Pelajar Kebumen: Upaya Edukasi & Tekan Kasus HIV AIDS Pelajar