Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Tim Indonesia Adaptasi Cepat di Venue Thomas & Uber Cup 2026, Shuttlecock Lebih Kencang

Tim Indonesia Tak Alami Kendala SeriusTim Indonesia Tak Alami Kendala Serius
ARAHAN: Fajar Alfian bersama pelatih Antonius Budi jelang Thomas dan Uber Cup 2026

BANYUMASEKSPRES.ID, Tim bulutangkis Indonesia telah menjalani sesi latihan resmi menjelang kejuaraan bergengsi, Thomas dan Uber Cup 2026. Latihan ini berlangsung di Forum Horsens, Denmark pada Rabu, 22 April.

Dalam kesempatan tersebut, skuad Merah Putih menunjukkan kemampuan adaptasi yang baik terhadap arena baru ini meskipun waktu yang tersedia untuk berlatih terbatas.

Latihan resmi bagi tim Indonesia berlangsung selama satu jam di lapangan tiga dan setengah jam di lapangan dua, dengan total waktu latihan sekitar 90 menit.

Di dalam arena pertandingan ini, terdapat tiga lapangan yang tersedia untuk digunakan.

Meskipun kapasitas penonton terbilang kecil, hanya mampu menampung maksimal 4.000 orang, para atlet tetap optimis dalam menghadapi tantangan yang ada.

Pasangan ganda putri Indonesia, Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum, juga memberikan tanggapan positif tentang sesi latihan mereka.

Meski tidak mengalami kendala berarti saat beradaptasi dengan arena baru ini, mereka menyadari bahwa perlu dilakukan sedikit penyesuaian terkait laju shuttlecock yang terasa lebih cepat dari biasanya.

“Hari ini kami mencoba lapangannya hanya sebentar, kami dapat 20 menit dan lebih memperhatikan kondisi lapangan seperti apa. Bolanya agak kencang, ini yang harus disesuaikan,” ungkap Rachel dalam keterangan resmi dari PBSI yang dikutip pada Kamis, 23 April.

Febi menambahkan bahwa kondisi lapangan terbilang normal dan tidak ada masalah dengan silau atau angin yang mengganggu. Ia mencatat bahwa arena tersebut cukup nyaman untuk bermain.

“Dari lapangan normal saja, tidak silau dan angin juga tidak terlalu ada,” ujarnya.

Forum Horsens dapat dianggap sebagai arena mungil namun memiliki keunikan tersendiri. Kapasitas penontonnya yang kecil justru bisa menjadi keuntungan bagi tim.

Rachel mengungkapkan bahwa dukungan dari suporter akan lebih terasa di ruang yang lebih kecil.

“Arenanya kecil tapi ini bisa membuat dukungan dari suporter bisa lebih terdengar. Bisa lebih membakar semangat,” ungkapnya.

Sementara itu, Anthony Sinisuka Ginting juga merasa optimis dengan kondisi lapangan saat ini.

Ia mengekspresikan keyakinan bahwa pengalaman bermain di Piala Sudirman serta Thomas dan Uber Cup 2021 yang juga dilaksanakan di Eropa akan menjadi bekal berharga dalam proses adaptasinya kali ini.

“Sejauh ini sih ok saja semua, tadi juga latihan dapat ritmenya meskipun hanya sedikit waktu,” kata Ginting.

Ginting merujuk pada pengalaman sebelumnya ketika turnamen-turnamen besar digelar di Eropa dan menyatakan bahwa ukuran arena bukanlah halangan baginya untuk tampil maksimal.

“Karena waktu 2021 juga Sudirman dan Thomas Uber, arenanya tidak begitu besar. Tidak seperti kalau turnamen-turnamen di Asia jadi ya ok saja semua,” tambahnya menjelaskan.

Kejuaraan Thomas dan Uber Cup 2026 dijadwalkan akan berlangsung mulai Jumat, 24 April 2026.

Tim Thomas Indonesia tergabung dalam Grup D bersama Thailand, Aljazair, dan Prancis.

Sementara itu, Tim Uber Indonesia berada di Grup C yang cukup kompetitif dengan Taiwan, Kanada, dan Australia.

Pertandingan pertama bagi Tim Thomas Indonesia akan dimulai dengan melawan Aljazair pada tanggal 25 April mendatang.

Setelah itu mereka akan bertanding melawan Thailand pada tanggal 26 April dan menutup fase grup melawan Prancis pada tanggal 28 April.

Di sisi lain, Tim Uber Indonesia juga tidak kalah menarik perhatiannya dengan jadwal pertandingan melawan Kanada pada tanggal 25 April, kemudian menghadapi Australia pada tanggal 26 April serta ditutup dengan duel melawan Taiwan pada tanggal 28 April.

Dengan persiapan matang dan latihan yang intensif di venue baru ini, harapan besar diletakkan pada skuad Merah Putih untuk meraih prestasi gemilang di pentas dunia bulutangkis nanti. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Slamet Memanas Radius Diperluas

Gunung Slamet Alami Peningkatan Aktivitas Vulkanik, Suhu Kawah Capai Rekor Tinggi

Berita Selanjutnya
Pembangunan Huntara Tinggal 78 Unit

Huntara Korban Bencana Pandanarum Banjarnegara Hampir Selesai, 114 Unit Sudah Dibangun