BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Layanan Buy The Service (BTS) dari Kementerian Perhubungan di Banyumas, Jawa Tengah, kembali mencatat prestasi gemilang.
Sepanjang tahun 2025, Trans Banyumas berhasil menjadi layanan BTS dengan jumlah penumpang tertinggi di Indonesia.
Pencapaian ini mengungguli berbagai daerah lain yang menerapkan skema serupa.
Berdasarkan data dari Mitra Darat Kementerian Perhubungan tahun 2025, tercatat sebanyak 1.998.967 orang menggunakan layanan Trans Banyumas.
Angka ini hampir mencapai dua juta penumpang, menjadikannya yang terbanyak secara nasional.
Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi, Ipoeng Martha Marsikun, menyatakan bahwa capaian tersebut sangat mendekati angka dua juta penumpang.
“Kurang 1.033 lagi, dua juta penumpang,” ujarnya dengan antusias.
Ipoeng mengungkapkan bahwa jumlah penumpang Trans Banyumas pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2024, total penumpang tercatat sebanyak 1.633.435 orang, sehingga peningkatan tahun ini menunjukkan lonjakan yang cukup signifikan dan menggembirakan bagi pengelola.
Pada posisi kedua untuk jumlah penumpang BTS pada tahun 2025 ditempati oleh Kota Surakarta dengan total 1.959.425 penumpang, sementara posisi berikutnya diisi oleh Kota Balikpapan dengan jumlah 1.750.366 penumpang.
“Balikpapan masih free,” tambah Ipoeng sambil tersenyum.
Menurut Ipoeng, tingginya minat masyarakat terhadap Trans Banyumas tidak lepas dari komitmen pengelola dalam menjaga kualitas layanan.
Ia menegaskan bahwa konsistensi pelayanan menjadi faktor utama yang membuat masyarakat terus memilih bus BTS sebagai moda transportasi harian mereka.
“Konsistensi pelayanan, sopir yang ramah, tarif murah, aman, nyaman dan tidak ngetem,” jelasnya dengan penuh keyakinan.
Selain itu, kepatuhan terhadap standar operasional prosedur dan standar pelayanan minimal adalah keharusan yang terus dijaga oleh pengelola Trans Banyumas.
Pengelolaan yang baik ini juga berdampak positif pada Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).
“Yang pasti ketika penumpang banyak dan PNBP naik jumlah subsidi akan berkurang,” ungkap Ipoeng sambil menambahkan bahwa ke depan akan dirancang aturan untuk iklan produk di bodi bus guna meningkatkan pendapatan.
Prestasi Trans Banyumas ini tidak hanya menunjukkan keberhasilan dari segi kuantitatif tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal serta nasional dengan meningkatnya PNBP yang tentunya bisa mengurangi beban subsidi pemerintah.
Kinerja gemilang Trans Banyumas menjadi contoh sukses penerapan layanan transportasi publik berbasis BTS di Indonesia dan dapat menjadi model bagi daerah lain untuk meningkatkan kualitas dan daya tarik layanan transportasi publik mereka masing-masing.
Dengan adanya rencana pengembangan lebih lanjut seperti penerapan iklan pada bodi bus serta peningkatan kualitas layanan, Trans Banyumas diharapkan mampu terus mempertahankan prestasinya dan bahkan melebihi target di tahun-tahun mendatang. (res/dda)
















