BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam upaya menjawab tantangan era digital yang semakin cepat dan dinamis, Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Kebumen telah meluncurkan sebuah inovasi layanan publik yang diberi nama CERIA.
Program CERIA ini bukan sekadar singkatan dari Cepat, Efektif/Efisien, Responsif, Inovatif dan Akuntabel, tetapi juga merepresentasikan semangat baru dalam pelayanan publik yang lebih profesional, ramah, dan berbasis teknologi.
Kepala Subbagian Tata Usaha Kankemenag Kebumen H Makruf Widodo menjelaskan bahwa pendekatan layanan publik konvensional tidak lagi relevan di masa kini. Seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat semakin menuntut kecepatan, keterbukaan informasi, dan inovasi dalam setiap aspek pelayanan.
“Maka, pelayanan kita juga harus bertransformasi,” jelas H Makruf saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (29/7).
Dari kebutuhan inilah gagasan CERIA lahir. Lebih dari sekadar akronim, kata “ceria” mencerminkan semangat positif yang diharapkan dapat tertanam dalam budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenag Kebumen.
“Saya memilih akronim Ceria karena ingin agar pelayanan yang kita berikan ke masyarakat bisa dilakukan dengan ceria. Karena ceria itu menggambarkan semangat, ramah, cepat, dan responsif,” ungkap Makruf.
CERIA didukung oleh lima pilar utama yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.
Pilar pertama adalah kecepatan. Ini mendorong percepatan proses pelayanan melalui penerapan digitalisasi alur kerja serta penetapan Standar Layanan Administrasi (SLA) pada setiap jenis layanan yang ada.
Efektivitas dan efisiensi menjadi pilar kedua dengan fokus pada penyederhanaan birokrasi melalui revisi Standar Operasional Prosedur (SOP), pelatihan efisiensi kerja bagi staf, serta penerapan sistem manajemen mutu yang terukur secara berkala.
Pilar ketiga adalah responsivitas. Untuk mencapai hal ini, Kankemenag Kebumen membentuk Tim Respon Cepat serta mengaktifkan layanan pengaduan 1×24 jam melalui WA Center dan kanal digital resmi lainnya. Hal ini bertujuan agar keluhan masyarakat dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
Inovatif merupakan pilar keempat dalam program CERIA. Untuk memupuk budaya inovasi di lingkungan kerja, dilakukan sayembara internal serta pengembangan berbagai kanal digital seperti SI-EKA dan Simkah Web. Selain itu, layanan digital keagamaan turut dikembangkan guna memenuhi kebutuhan masyarakat modern.
Pilar terakhir adalah akuntabilitas yaitu keterbukaan informasi sebagai kunci utama. Standar layanan dipublikasikan secara terbuka baik di ruang publik maupun melalui website resmi Kankemenag Kebumen. Setiap tahapan layanan juga diaudit secara berkala disertai laporan triwulan untuk memastikan transparansi.
Makruf menegaskan bahwa CERIA bukan sekadar slogan atau proyek perubahan sementara tetapi dirancang berdasarkan analisis yang mendalam dan target pencapaian yang jelas.
“Harapan kami CERIA tidak berhenti sebagai proyek perubahan tapi menjadi budaya kerja baru. Ini bagian dari kontribusi nyata terhadap reformasi birokrasi agar masyarakat benar-benar merasakan pelayanan publik yang profesional dan humanis,” ujarnya penuh harap.
Makruf optimistis bahwa jika diterapkan secara konsisten program CERIA akan meningkatkan kualitas layanan Kemenag Kebumen ke tingkat yang lebih tinggi. Bahkan ia melihat potensi besar bahwa model ini dapat menjadi contoh praktik terbaik yang bisa direplikasi oleh unit kerja lain di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kebumen.
Program CERIA secara resmi diluncurkan pada kegiatan Apel Pagi Senin 21 Juli 2025 di halaman kantor Kemenag Kebumen sebagai langkah awal menuju transformasi layanan publik berbasis teknologi informasi dan komunikasi modern. (mam/stch)
















