BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya meningkatkan literasi anak sejak usia dini, Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pustaka Nusantara di Desa Kembaran Wetan, Kecamatan Kaligondang, Purbalingga, terus mengembangkan berbagai kegiatan edukatif.
Salah satu program unggulan yang kini rutin digelar adalah layanan read aloud atau membaca nyaring, yang diperuntukkan bagi anak-anak pengunjung perpustakaan.
TBM Pustaka Nusantara berlokasi di RT 02 RW 01 Desa Kembaran Wetan, dan digagas oleh Tim Penggerak (TP) PKK setempat. Kegiatan read aloud menjadi bagian dari strategi mereka dalam menciptakan lingkungan literasi yang ramah dan menyenangkan untuk anak-anak.
Pengelola TBM, Muslihah, yang juga menjabat Ketua TP PKK RT 02 RW 01, mengungkapkan bahwa read aloud memiliki peran penting dalam proses tumbuh kembang kemampuan bahasa anak. Dengan metode ini, anak terbantu dalam memahami bunyi huruf, perbedaan pelafalan, memperkaya kosakata, dan belajar mengenali susunan kalimat.
“Membiasakan read aloud pada anak, bisa meningkatkan kemampuan berbahasa seorang anak dalam masa pertumbuhannya,” kata Muslihah, Rabu, 14 Mei 2025.
Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa membaca nyaring bukan hanya bermanfaat secara akademis, tetapi juga dapat menjadi sarana interaksi emosional antara anak dan orang tua. Kegiatan ini dapat menggantikan waktu anak yang biasanya dihabiskan dengan gawai, terutama di luar kendali waktu dan konten.
“Hal ini juga menjadi solusi agar anak tidak menggunakan gawai yang tidak mengenal waktu. Kami terus fokuskan untuk meningkatkan minat baca dengan menyediakan suasana yang menyenangkan,” tambahnya.
Muslihah menekankan bahwa aktivitas ini melatih anak untuk mendengar dan menyimak, yang menjadi modal penting dalam kemampuan berbicara dan membaca. Anak yang terbiasa mendengarkan bacaan cenderung lebih cepat memahami teks dan lebih mudah belajar menulis.
“Sehingga anak dapat membaca dan menulis,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh pengelola TBM, namun juga menghadirkan narasumber dari luar untuk memberikan penguatan metode dan teknik dalam membaca nyaring. Salah satu narasumber, Mei Ratna Hartanti, turut membagikan pemahamannya mengenai manfaat metode ini dalam mendorong minat baca anak secara berkelanjutan.
“Dengan membaca nyaring, harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan berbahasa sekaligus dapat mengembangkan literasi anak,” jelasnya.
Mei Ratna menambahkan, metode read aloud merupakan pondasi penting dalam proses belajar membaca dan menulis, sekaligus memperkuat hubungan emosional antara pembaca dan anak. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini membawa dampak luas dalam mengembangkan aspek-aspek literasi dasar seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.
“Read aloud menjadi dasar untuk belajar membaca dan menulis sekaligus memperluas koneksi pembaca dan anak,” ungkapnya.
TBM Pustaka Nusantara terus berupaya memperluas manfaat program ini dengan mengajak lebih banyak anak dan orang tua terlibat secara aktif. Metode ini dianggap sebagai strategi efektif dalam meningkatkan kualitas literasi anak usia dini dan menjadi solusi dalam mengatasi kecanduan gadget di era digital.
Dengan pendekatan yang menyenangkan dan interaktif, TBM ini telah menunjukkan bahwa menumbuhkan minat baca anak bisa dilakukan dari lingkungan paling sederhana sekalipun, selama dilakukan dengan komitmen dan kepedulian yang tinggi terhadap pendidikan anak-anak desa. (amr/*stch)
















