Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Revisi UU Sisdiknas Definisikan Ulang Keadilan dalam Alokasi Anggaran Pendidikan
Upah Minim, Properti Mahal, Gen Z dan Milenial di Cilacap dan Hampir di Seluruh Indonesia Sulit Miliki Rumah
PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen, Spesial HUT RI ke-80

Upah Minim, Properti Mahal, Gen Z dan Milenial di Cilacap dan Hampir di Seluruh Indonesia Sulit Miliki Rumah

Gen z dan milenial sulit miliki rumahGen z dan milenial sulit miliki rumah

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Impian untuk memiliki rumah layak semakin menjauh bagi generasi muda di Kabupaten Cilacap, khususnya mereka yang berasal dari kalangan Gen Z dan milenial.

Tantangan terbesar yang mereka hadapi adalah kenaikan harga properti yang tidak sebanding dengan pertumbuhan upah minimum regional (UMR).

Menurut data terbaru mengenai Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cilacap tahun 2025, angka yang ditetapkan adalah Rp 2.640.248.

Bagi mayoritas pekerja di wilayah tersebut, jumlah ini dirasakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa menyisakan ruang untuk menabung demi membeli aset jangka panjang seperti rumah.

Sarah, seorang milenial berusia 29 tahun mengungkapkan tekanan yang dirasakannya akibat ketimpangan ini. “Gaji UMR cuma habis buat makan, sewa kontrakan, dan transportasi,” ujarnya kepada Banyumas Ekspres.

Sarah menambahkan bahwa keinginannya untuk menabung guna membayar uang muka rumah terasa mustahil karena harga properti di Cilacap kini telah melambung tinggi.

Pendapat serupa disampaikan oleh Rio, seorang Gen Z berusia 24 tahun yang baru saja memulai kariernya. Ia merasa terhimpit antara tuntutan biaya hidup dan impiannya untuk memiliki hunian sendiri.

“Saya sadar harga properti tidak akan turun, tapi kenaikan gaji jauh lebih lambat,” ungkap Rio dengan nada frustrasi.

Menurutnya, bekerja saat ini lebih untuk bertahan hidup ketimbang merencanakan masa depan yang lebih baik.

Beban ekonomi tidak hanya datang dari harga properti yang meningkat tetapi juga dari tingginya biaya bahan pokok dan kebutuhan dasar lainnya.

Dengan pendapatan yang terbatas, alokasi dana untuk tabungan menjadi sangat minim, bahkan kadang tidak ada sama sekali.

Secara nasional, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata pengeluaran per kapita masyarakat Indonesia pada tahun 2024 mencapai sekitar Rp 1,02 juta per bulan. Angka ini menggambarkan rata-rata belanja atau konsumsi penduduk secara keseluruhan.

Jika dibandingkan dengan UMK Cilacap, terlihat jelas bahwa sebagian besar pendapatan pekerja habis untuk pengeluaran pokok sehari-hari.

Hal ini menyebabkan sisa dana yang dapat dialokasikan untuk tabungan atau investasi jangka panjang seperti pembelian rumah menjadi sangat kecil.

Di tengah kondisi ekonomi yang menantang ini, harga properti khususnya tanah di Cilacap terus menunjukkan tren kenaikan yang signifikan.

“Saya sudah cek harga di beberapa perumahan,” kata Rio sambil menceritakan pengalamannya mencari rumah impian.

“Semuanya di luar jangkauan saya.” ungkapnya datar.

Rio mengungkapkan pesimismenya jika tidak ada perubahan signifikan dalam dinamika harga properti dan pertumbuhan upah di daerah tersebut.

“Mungkin solusi satu-satunya adalah pinjaman besar atau tinggal di rumah orang tua selamanya,” tuturnya mengakhiri percakapan dengan nada putus asa.

Para pemuda di Cilacap berharap agar pemerintah dapat memberikan solusi konkret terhadap persoalan ini.

Mereka tidak hanya menginginkan program subsidi tetapi juga kebijakan strategis yang mampu menekan laju kenaikan harga properti serta meningkatkan daya beli masyarakat sehingga impian memiliki hunian sendiri bukan lagi sekadar angan-angan.

Harapan mereka adalah agar kebijakan ekonomi dapat dirancang sedemikian rupa sehingga memperhatikan kesejahteraan generasi muda dan memungkinkan mereka meraih masa depan yang lebih cerah melalui kepemilikan aset tetap seperti rumah.

Dengan dukungan kebijakan pemerintah dan stabilitas ekonomi lokal serta nasional harapan ini tentunya bukanlah sesuatu yang mustahil diwujudkan dalam waktu dekat.

Perumahan menjadi salah satu sektor kunci dalam pembangunan ekonomi lokal karena memiliki dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat terutama generasi muda sebagai penerus pembangunan bangsa. (rey/stch)

Berita Sebelumnya
Definisikan ulang anggaran pendidikan

Revisi UU Sisdiknas Definisikan Ulang Keadilan dalam Alokasi Anggaran Pendidikan

Berita Selanjutnya
Diskon 50% tambah daya listrik

PLN Beri Diskon Tambah Daya Listrik 50 Persen, Spesial HUT RI ke-80