Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Virgil Van Dijk Catat 72 Match Sebagai Kapten Timnas Belanda, Lewati Rekor Frank de Boer

De Oranje Jadi Pelipur LaraDe Oranje Jadi Pelipur Lara
Virgil van Dijk

BANYUMASEKSPRES.ID, Virgil van Dijk, bek tengah senior Liverpool, baru-baru ini merasakan angin segar di tengah musim yang penuh tantangan dengan klubnya.

Jeda internasional kali ini memberikan kesempatan bagi Van Dijk untuk berprestasi di panggung yang berbeda, yaitu bersama Timnas Belanda.

Di tengah situasi suram yang melanda Liverpool, Van Dijk justru berhasil mencatat rekor yang belum pernah dicapai oleh kapten Belanda sebelumnya.

Pemain berusia 34 tahun tersebut menunjukkan performa yang mengesankan meski dalam beberapa waktu terakhir kondisinya di klub tidak stabil.

Van Dijk, yang dikenal dengan ketenangannya, belakangan tampak mudah tersulut emosinya di lapangan.

Situasi ini terlihat ketika ia gagal mengikuti pergerakan lawan dan terlibat dalam adu argumen dengan Wayne Rooney.

Salah satu momen yang menggambarkan musimnya terjadi saat Liverpool menghadapi Manchester City.

Dalam sembilan menit terakhir babak pertama, setelah sempat merayakan gol penyeimbang, Van Dijk justru terlibat dalam insiden yang membuat Liverpool tertinggal 2-0 akibat kombinasi keputusan VAR dan aksi Nico Gonzalez.

Namun demikian, jeda internasional bulan ini menjadi sebuah pelarian dan pembuktian bagi Van Dijk.

Mengenakan kostum Oranje selalu memberikan kenyamanan bagi dirinya. Sejak semifinal Euro 2024, Van Dijk tidak pernah mengalami kekalahan dalam 90 menit pertandingan bersama Timnas Belanda.

Penampilannya saat Belanda menundukkan Lithuania pada Selasa dini hari WIB lalu menjadi momen penting dalam kariernya.

Pada laga tersebut, untuk ke-88 kalinya Van Dijk memperkuat timnas dan memimpin sebagai kapten untuk ke-72 kalinya, melewati rekor yang sebelumnya dipegang oleh Frank de Boer.

Dalam sejarah tim putra Belanda, tak ada pemain lain yang mencapai 50 laga sebagai kapten, apalagi melampauinya seperti yang dilakukan Van Dijk.

“Saya sangat bangga memegang rekor ini sekarang, tetapi saya bahkan lebih bangga dapat memimpin para pemain ini dalam waktu yang begitu panjang,” ungkap Van Dijk kepada awak media NOS.

“Saat saya masih kecil, saya tidak pernah membayangkan ini. Masuk tim nasional saja terasa sangat jauh, apalagi memecahkan rekor yang dipegang Frank de Boer,” tambahnya.

Karier internasional Van Dijk dimulai setelah ia pindah ke Premier League bersama Southampton pada tahun 2015 saat usianya sudah mencapai 24 tahun.

Ketika itu, Belanda sedang terpuruk usai gagal melaju ke Euro 2016. Meski demikian, Van Dijk segera menjadi pilar utama di lini belakang tim nasional.

Tak lama setelah bergabung dengan Liverpool pada awal 2018, ia dipercaya menjadi kapten menggantikan Arjen Robben dan memulai debutnya sebagai pemimpin Oranje saat menghadapi Inggris di Amsterdam.

Setelah memastikan tiket ke Piala Dunia berikutnya, Van Dijk menatap turnamen tersebut dengan penuh optimisme.

“Sekarang yang terpenting adalah kami membangun soliditas sebagai tim, bekerja bersama agar menjadi lawan yang sulit dikalahkan. Saya benar-benar menantikannya,” ujarnya.

Namun pertanyaan besar tetap menyelimuti: apakah semangat dan antusiasme serupa bisa dirasakan Van Dijk ketika kembali memperkuat Liverpool?.

Klub raksasa Inggris itu tengah berada dalam situasi sulit setelah menelan lima kekalahan liga musim ini hingga tercecer di peringkat delapan klasemen sementara Premier League – lebih banyak dibanding total kekalahan mereka musim lalu.

Pelatih Liverpool, Arne Slot, telah berulangkali menyoroti masalah utama di skuadnya yakni penguasaan bola-bola panjang serta situasi bola mati yang belum teratasi secara efektif.

Kedua aspek ini akan diuji kembali saat liga bergulir lagi ketika Liverpool dijadwalkan menghadapi tim asuhan Sean Dyche – salah satu pelatih yang dikenal mengandalkan permainan direct.

Setelah mencoba pendekatan berbasis penguasaan bola di bawah Nuno Espírito Santo dan kemudian Ange Postecoglou – mantan pelatih Everton kini kembali mengusung pendekatan lugas lamanya – strategi Dyche dipastikan akan menjadi ujian berat berikutnya bagi The Reds beserta Virgil van Dijk sendiri. (*/dda)

Berita Sebelumnya
Bupati Dorong BUMD Adaptif dan Kreatif

Forum BUMD Kebumen Gelar Training dan Motivasi untuk Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Berita Selanjutnya
Redenominasi Butuh Enam Tahun Setelah UU Disahkan

Redenominasi Rupiah Butuh 6 Tahun Setelah UU Disahkan, Ini Penjelasan BI