Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Wisatawan di Dieng dan Baturraden Melonjak Saat Libur Panjang Waisak, Jadi Magnet Liburan Keluarga

Pengunjung kawah sikidangPengunjung kawah sikidang
KAWAH SIKIDANG: Pengunjung Kawah Sikidang, yang menjadi salah satu destinasi wisata andalan di dataran tinggi Dieng Banjarnegara, Selasa (13/05/2025).

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Momen libur panjang dalam rangka perayaan Waisak 2025 menjadi berkah tersendiri bagi sektor pariwisata di wilayah selatan Jawa Tengah.

Ribuan wisatawan memadati dua destinasi unggulan, yaitu Dataran Tinggi Dieng di Banjarnegara dan Lokawisata Baturraden di Banyumas, selama akhir pekan hingga Senin (12/5/2025).

Di kawasan wisata alam Dieng, tercatat 26.642 wisatawan berkunjung ke berbagai objek populer selama masa liburan.

Puncak arus kunjungan terjadi pada Minggu (11/5), dengan jumlah mencapai 10.543 pengunjung hanya dalam satu hari. Kawah Sikidang dan Kompleks Candi Arjuna menjadi dua destinasi paling diminati.

“Antusiasme wisatawan sangat tinggi. Mereka rata-rata datang dalam rombongan keluarga maupun komunitas, dan objek favorit tetap Kawah Sikidang serta Candi Arjuna,” ujar Sri Utami, Kepala UPT Wisata Dieng, Senin (12/5).

Kondisi ini, lanjut Sri, sudah diprediksi sebelumnya karena libur nasional yang bertepatan dengan akhir pekan.

Sebagai antisipasi, pengelola telah menyiapkan berbagai skenario operasional, mulai dari penambahan petugas lapangan, pengaturan lalu lintas, hingga pemantauan area parkir.

“Kami juga memastikan kebersihan dan keamanan lokasi tetap terjaga selama lonjakan pengunjung ini,” imbuhnya.

Hal serupa juga terjadi di Lokawisata Baturraden, destinasi wisata keluarga yang terletak di kaki Gunung Slamet.

Dalam tiga hari terakhir, jumlah pengunjung naik tajam. Sabtu (10/5) tercatat 805 pengunjung, melonjak menjadi 2.770 orang pada Minggu (11/5), dan masih tinggi di hari Waisak, Senin (12/5), dengan total 1.926 pengunjung.

Menurut Koordinator Lokawisata Baturraden, Agus Riyanto, mayoritas wisatawan berasal dari luar daerah seperti Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Indramayu, serta kota-kota Pantura lainnya.

“Mayoritas berasal dari Yogyakarta, Semarang, Cirebon, Indramayu, dan daerah Pantura lainnya,” ungkap Agus.

Kunjungan wisata dieng dan baturraden melejit
INSERT: Wisatawan juga memadati Lokawisata Baturraden selama libur panjang Waisak.

Peningkatan jumlah pengunjung juga didukung oleh perubahan kebijakan teknis, termasuk diperbolehkannya bus pariwisata masuk langsung ke terminal atas, yang membuat akses menuju area utama jauh lebih mudah bagi rombongan besar.

“Saat ini bus pariwisata sudah diizinkan naik langsung ke terminal atas, jadi akses jadi lebih mudah dan nyaman bagi rombongan besar,” jelasnya.

Untuk menghindari kepadatan yang bisa mengganggu kenyamanan pengunjung, pihak pengelola melakukan sejumlah penyesuaian.

Petugas lapangan ditambah dan sistem jalur keluar-masuk dibuat lebih efisien. Wisatawan juga diarahkan untuk menyebar ke berbagai wahana agar tidak terjadi penumpukan di satu titik saja.

“Kami tambah petugas dan pastikan jalur keluar-masuk lancar. Pengunjung juga kami arahkan untuk menyebar ke wahana-wahana di dalam agar tidak menumpuk di satu titik,” tambah Agus.

Kondisi cuaca cerah selama akhir pekan juga menjadi faktor penunjang meningkatnya jumlah wisatawan.

Udara pegunungan yang sejuk, keindahan pemandangan alam yang asri, serta infrastruktur wisata yang terus diperbaiki menjadikan Dieng dan Baturraden tetap menjadi primadona liburan keluarga dan rombongan komunitas.

Lonjakan kunjungan di dua destinasi ini menunjukkan bahwa sektor wisata alam di Jawa Tengah masih memiliki daya tarik kuat, khususnya pada momentum libur panjang dan hari besar nasional.

Pengelola wisata diharapkan terus meningkatkan fasilitas, layanan, serta keamanan untuk menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Dengan performa kunjungan yang tinggi, peluang pemasukan daerah dari sektor pariwisata domestik pun turut meningkat. Hal ini sekaligus mendukung pemulihan ekonomi lokal melalui perputaran uang di sektor perhotelan, kuliner, UMKM, serta jasa transportasi. (jud/alw/stch)

Berita Sebelumnya
Bpbd warning cuaca ekstrem

BPBD Purbalingga Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem Selama Peralihan Musim

Berita Selanjutnya
Warga mengungsi menggunakan perahu bpbd purbalingga

Banjir di Panican Purbalingga: Saluran Irigasi Jebol, Puluhan Warga Terpaksa Mengungsi