Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
iPhone Air 2 Dikabarkan Meluncur 2027, Bawa Kamera 48 MP dan Chip 2nm
274 Entitas BUMN Dipangkas, Pemerintah Targetkan Hanya 250 Perusahaan

274 Entitas BUMN Dipangkas, Pemerintah Targetkan Hanya 250 Perusahaan

Pemerintah Targetkan Hanya 250 Perusahaan BUMNPemerintah Targetkan Hanya 250 Perusahaan BUMN
Ilustrasi gedung Danantara Indonesia

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Pemerintah terus menjalankan program transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan melakukan penyederhanaan atau streamlining terhadap sejumlah entitas perusahaan.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 274 entitas BUMN telah dipangkas sebagai bagian dari upaya membuat pengelolaan perusahaan negara lebih ramping, efektif, dan efisien.

Perkembangan transformasi BUMN tersebut disampaikan Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam pertemuan dengan Utusan Khusus Presiden pada Kamis (6/8/2026).

Dony mengatakan, proses streamlining BUMN masih terus berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah.

Penyederhanaan tersebut dilakukan untuk mengurangi jumlah entitas yang dinilai tidak lagi diperlukan sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan perusahaan negara.

“Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8/2026).

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan sebanyak 652 perusahaan untuk disederhanakan dalam program transformasi BUMN.

Setelah seluruh proses tersebut selesai, jumlah perusahaan BUMN diproyeksikan tersisa sekitar 250 entitas.

“Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang, nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” kata Dony.

Program streamlining menjadi salah satu langkah pemerintah dalam melakukan pembenahan struktur BUMN.

Dengan jumlah perusahaan yang lebih terkonsolidasi, pengelolaan aset, sumber daya, serta strategi bisnis diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah.

Penyederhanaan entitas juga diharapkan mengurangi tumpang tindih kegiatan usaha antarperusahaan negara.

Pemerintah ingin BUMN memiliki struktur yang lebih sehat sehingga mampu bergerak lebih cepat dalam menghadapi perubahan ekonomi dan persaingan bisnis.

Selain melakukan pengurangan jumlah entitas, transformasi BUMN mulai menunjukkan dampak pada sejumlah perusahaan.

Salah satu yang disorot adalah perubahan strategi bisnis PT Pupuk Indonesia.

Menurut Dony, transformasi yang dilakukan Pupuk Indonesia mulai memberikan hasil positif.

Perusahaan tersebut mencatatkan laba sebesar Rp6,1 triliun pada enam bulan pertama 2026.

Perubahan strategi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas pasar pupuk Indonesia ke luar negeri.

Langkah itu menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan daya saing perusahaan negara di pasar global.

“Sekarang kita sudah membangun dan memperbaiki delapan pabrik pupuk kita. Dan kita sudah mulai ekspor pupuk kita, bulan lalu ekspor perdana kita ke Australia. Jadi kita sudah menjadi eksportir pupuk sekarang,” ujar Dony.

Ekspansi ekspor tersebut menunjukkan bahwa transformasi BUMN tidak hanya berfokus pada pengurangan jumlah perusahaan.

Pemerintah juga mendorong perusahaan yang tetap beroperasi agar memiliki kinerja bisnis yang lebih kuat dan mampu menghasilkan nilai ekonomi lebih besar.

Melalui pengelolaan yang lebih sederhana, pemerintah berharap perusahaan-perusahaan negara dapat lebih fokus pada sektor bisnis masing-masing.

BUMN juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian nasional.

BP BUMN bersama Danantara kini masih melanjutkan proses streamlining terhadap ratusan entitas yang masuk dalam target transformasi.

Dari total 652 perusahaan yang akan disederhanakan, sebanyak 274 entitas telah masuk dalam proses tersebut.

Artinya, masih terdapat ratusan entitas lain yang harus diselesaikan sebelum target akhir tercapai.

Pemerintah menargetkan hasil akhir transformasi tersebut menghasilkan struktur BUMN yang hanya terdiri dari sekitar 250 perusahaan.

Transformasi BUMN tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk membangun perusahaan negara yang lebih sehat, efisien, adaptif, dan kompetitif.

Penyederhanaan struktur diharapkan dapat membuat pengelolaan BUMN semakin efektif sekaligus memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan bisnis.

Dengan proses streamlining yang masih berjalan, pemerintah akan terus mengevaluasi struktur dan kinerja perusahaan negara.

Entitas yang tetap dipertahankan diharapkan mampu memberikan kontribusi optimal, sementara penyederhanaan dilakukan terhadap perusahaan yang dapat dikonsolidasikan atau tidak lagi diperlukan.

Program tersebut pada akhirnya diarahkan untuk membentuk ekosistem BUMN yang lebih ramping tetapi memiliki kapasitas bisnis yang lebih besar.

Pemerintah berharap transformasi tersebut tidak hanya mengurangi jumlah entitas, tetapi juga meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan negara dalam jangka panjang. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
IPhone Air 2 Dikabarkan Meluncur

iPhone Air 2 Dikabarkan Meluncur 2027, Bawa Kamera 48 MP dan Chip 2nm