Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

BNPB Dorong Banjarnegara Bentuk TRC hingga Tingkat Desa untuk Antisipasi Bencana

BNPB Soroti Ancaman Longsor dan KekeringanBNPB Soroti Ancaman Longsor dan Kekeringan
DOORSTOP: Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, saat memberikan statement usai kegiatan Identifikasi Kapasitas Dukungan Sumber Daya Klaster Logistik di Hotel Fox Banjarnegara

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) meminta Pemerintah Kabupaten Banjarnegara memperkuat kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya longsor dan kekeringan yang hampir setiap tahun melanda sejumlah wilayah.

Penguatan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penyediaan logistik, tetapi juga dengan membentuk dan memperkuat Tim Reaksi Cepat (TRC) hingga tingkat kecamatan dan desa.

Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan bencana dapat dilakukan lebih cepat, terutama pada masa tanggap darurat ketika bantuan harus segera diterima masyarakat terdampak.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana, saat menghadiri kegiatan Identifikasi Kapasitas Dukungan Sumber Daya Klaster Logistik di Kabupaten Banjarnegara, Rabu (5/8/2026).

Menurut Andi, kegiatan tersebut bertujuan memetakan seluruh sumber daya logistik dan peralatan yang dimiliki pemerintah daerah maupun instansi terkait sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal saat terjadi bencana.

“Melalui kegiatan ini kami mengidentifikasi seluruh kapasitas sumber daya logistik dan peralatan di Banjarnegara. Tujuannya agar klaster logistik yang sudah dibentuk benar-benar berfungsi sesuai yang diharapkan,” ujarnya.

Dalam proses identifikasi, BNPB melibatkan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) teknis serta instansi lain yang memiliki sumber daya pendukung penanggulangan bencana.

Seluruh potensi tersebut nantinya akan menjadi bagian dari sistem klaster logistik agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Melalui sistem tersebut, berbagai kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, perlengkapan pengungsian, hingga kebutuhan logistik lainnya diharapkan dapat segera disalurkan ketika kondisi darurat terjadi.

Selain penguatan logistik, BNPB juga memberikan perhatian besar terhadap keberadaan Tim Reaksi Cepat (TRC).

Menurut Andi, TRC merupakan unsur penting dalam penanganan bencana karena bertugas melakukan asesmen awal, pencarian korban, penyelamatan, hingga evakuasi pada saat-saat kritis setelah bencana terjadi.

“TRC ini sangat penting. Idealnya BPBD memiliki TRC sampai tingkat kecamatan, bahkan desa,” kata Andi.

Ia menjelaskan, keberadaan TRC di tingkat desa sangat strategis karena masyarakat desa biasanya menjadi pihak pertama yang merespons ketika bencana terjadi.

Dengan adanya tim yang telah terlatih, proses penanganan awal dapat dilakukan lebih cepat sambil menunggu bantuan dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pemerintah pusat.

Menurut Andi, penguatan TRC juga perlu melibatkan berbagai OPD teknis agar kemampuan penanganan bencana menjadi semakin optimal.

Sinergi lintas instansi dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat proses evakuasi, distribusi bantuan, hingga pemulihan kondisi masyarakat terdampak.

BNPB juga mengingatkan bahwa Indonesia masih didominasi oleh bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem, dan kekeringan.

Karena itu, pemerintah daerah diminta terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Andi mengungkapkan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), fenomena El Nino diperkirakan mulai menguat sejak Juli 2026 hingga Mei 2027.

Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko kekeringan di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Banjarnegara.

Oleh sebab itu, pemerintah daerah diharapkan mulai menyiapkan berbagai kebutuhan sejak dini, mulai dari logistik, peralatan penanggulangan bencana, hingga kesiapan sumber daya manusia agar mampu merespons situasi darurat secara cepat dan efektif.

Banjarnegara sendiri merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap bencana tanah longsor akibat kondisi geografisnya yang didominasi kawasan perbukitan dan pegunungan.

Selain itu, sejumlah wilayah juga kerap mengalami kekeringan ketika musim kemarau berlangsung lebih panjang.

Melalui penguatan sistem klaster logistik serta pembentukan Tim Reaksi Cepat hingga tingkat desa, BNPB berharap kapasitas penanggulangan bencana di Kabupaten Banjarnegara semakin meningkat.

Dengan kesiapan tersebut, dampak bencana terhadap masyarakat diharapkan dapat diminimalkan, sementara proses penanganan darurat dapat berlangsung lebih cepat, efektif, dan terkoordinasi.

Penguatan kesiapsiagaan bencana juga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan daerah terhadap berbagai ancaman hidrometeorologi yang diperkirakan masih akan mendominasi dalam beberapa waktu ke depan. (far/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Pemkab Resmi Luncurkan Gempita Pangan

Pemkab Kebumen Luncurkan Gempita Pangan untuk Cetak Petani Milenial Tangguh

Berita Selanjutnya
PBSI Coret Dua Ganda Campuran

Dugaan Match Fixing Masih Diproses, PBSI Ubah Skuad Indonesia untuk BWF World Championships 2026