Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Satpol PP Cilacap Data 22 PKL di Jalan S. Parman, Penataan Kawasan Dilakukan Secara Humanis
12 Desa Terdampak Kekeringan, Warga Kebumen Minta Distribusi Air Bersih Lebih Sering

12 Desa Terdampak Kekeringan, Warga Kebumen Minta Distribusi Air Bersih Lebih Sering

Warga Butuh Droping Air Lebih RutinWarga Butuh Droping Air Lebih Rutin
ANTRE: Warga Desa Kalirejo menerma bantuan droping air bersih yang dilaksanakan oleh Pemkab Kebumen, Selasa (4/8)

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Pemerintah Kabupaten Kebumen mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau 2026.

Hingga awal Agustus, sedikitnya 12 desa di enam kecamatan mengalami krisis air bersih, sehingga distribusi air menjadi langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kebumen.

Pada tahap awal, sebanyak 11 desa ditetapkan sebagai prioritas penerima bantuan karena mengalami keterbatasan sumber air bersih.

Salah satu wilayah yang menerima distribusi air bersih adalah Desa Kalirejo, Kecamatan Karanggayam, serta Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng.

Bantuan mulai disalurkan sejak Selasa (4/8/2026) untuk membantu masyarakat yang sumur dan sumber airnya mulai mengering.

Kepala Desa Kalirejo, Sarman, mengatakan bantuan air bersih sangat membantu masyarakat yang hampir setiap tahun menghadapi kekeringan saat musim kemarau.

Meski demikian, ia berharap frekuensi distribusi dapat ditingkatkan agar kebutuhan warga benar-benar terpenuhi.

“Idealnya pengiriman dilakukan dua kali dalam satu minggu agar kebutuhan masyarakat benar-benar terpenuhi,” ujarnya.

Menurut Sarman, pemerintah desa telah melaporkan kondisi kekeringan kepada pemerintah kecamatan sejak awal Juli.

Dampak paling parah dirasakan warga yang tinggal di tiga dusun dengan cakupan sekitar 20 RT.

Di Dusun Pagertumpang, misalnya, terdapat sedikitnya 28 kepala keluarga atau sekitar 70 jiwa yang mengalami kekeringan ekstrem.

Mereka mengandalkan bantuan air bersih karena sumber air yang biasa digunakan sudah tidak lagi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Di Dusun Pagertumpang saja terdapat 28 kepala keluarga dengan sekitar 70 jiwa yang terdampak kekeringan ekstrem. Bantuan air bersih ini sangat membantu masyarakat yang setiap tahun menghadapi persoalan serupa saat musim kemarau,” tambahnya.

Bantuan tersebut juga dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Salah seorang warga Desa Kalirejo, Kasinem, mengaku distribusi air bersih sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga setelah sumur miliknya mulai mengering.

“Alhamdulillah, air ini sangat membantu untuk kebutuhan minum dan kebutuhan sehari-hari. Selama ini kami mengandalkan sumur, tetapi sekarang airnya tinggal sedikit. Terima kasih banyak atas bantuannya,” ujarnya.

Kondisi serupa terjadi di Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng. Kepala Desa Sidoagung, Ahmad Komarudin, menyebut sedikitnya 65 kepala keluarga atau sekitar 325 jiwa terdampak kekeringan.

Seluruh warga terdampak berada di Dusun Larangan yang mengalami penurunan debit air cukup signifikan.

“Di tengah puncak musim kemarau ini, bantuan air bersih menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka,” katanya.

Menurut Ahmad Komarudin, bantuan dari Pemerintah Kabupaten Kebumen saat ini dimanfaatkan oleh 40 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa di RT 3.

Sementara 25 kepala keluarga lainnya atau sekitar 125 jiwa masih mengalami keterbatasan pasokan air sehingga tetap membutuhkan distribusi lanjutan.

“Untuk bantuan Pemkab, dimanfaatkan 40 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa di RT 3 dan 25 kepala keluarga atau sekitar 125 jiwa yang masih mengalami keterbatasan pasokan air bersih,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD Kabupaten Kebumen, Koramil Sruweng, Polsek Sruweng, serta berbagai instansi yang ikut mendukung penyaluran bantuan air bersih kepada masyarakat.

“Kami harapkan bantuan air bersih dapat terus menjangkau masyarakat yang membutuhkan hingga kondisi sumber-sumber air kembali normal seiring berakhirnya musim kemarau,” ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kebumen secara resmi memulai program distribusi air bersih tahun 2026 melalui pelepasan armada pengangkut air di Pendopo Kabumian yang dipimpin langsung oleh Bupati Kebumen, Hj Lilis Nuryani.

Bupati mengatakan program tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober bahkan November 2026.

“Hari ini Pemerintah Kabupaten Kebumen memberangkatkan pendistribusian air bersih ke beberapa desa yang sangat memerlukan. Saat ini masyarakat sudah mulai merasakan dampak musim kemarau dan banyak desa yang membutuhkan air bersih,” kata Bupati Hj Lilis.

Menurutnya, distribusi dilakukan secara bertahap berdasarkan hasil pendataan dan asesmen BPBD.

Pada tahap pertama, 11 desa menjadi prioritas penerima bantuan, terutama desa-desa yang berada di wilayah pelosok dengan akses air bersih yang terbatas.

“Kami tentunya membantu desa-desa yang berada di pelosok. Distribusi dilakukan secara bertahap dan saat ini baru sebelas desa yang kami bantu,” ujarnya.

Selain mempercepat distribusi bantuan, Bupati juga mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak dan hemat selama musim kemarau masih berlangsung.

Langkah tersebut dinilai penting agar persediaan air bersih tetap mencukupi hingga musim hujan kembali tiba. (mam/cah/stch/dda)

Berita Sebelumnya
22 PKL Jalan S. Parman Didata

Satpol PP Cilacap Data 22 PKL di Jalan S. Parman, Penataan Kawasan Dilakukan Secara Humanis